Tebing Tinggi

PTPN 3 Kebun Tanah Raja Lakukan Tanam Sawit Perdana

PTPN 3 Kebun Tanah Raja Lakukan Tanam Sawit Perdana

KORANRADARONLINE.co.id-Tebing Tinggi: Upaya pengembangan tanaman ulang perkebunan, akan dapat menuai hasil memuaskan jika dimulai dengan perencanaan matang serta keseriusan dalam bekerja meliputi berbagai proses sejak dari pembibitan hingga penanaman kembali.

Hal itu dikatakan Manager PTPN 3 Kebun Tanah Raja, Basyirik, kepada wartawan disela-sela acara penanaman perdana pohon sawit yang diwarnai dengan pemberian santunan untuk anak yatim, di depan kantor Afdeling 3 Kebun Tanah Raja, Jum’at (12/10) lalu.

Menurutnya, proses penanaman ulang harus dilakukan dengan perencanaan matang. Pasalnya, jika sekali saja salah dalam menanam, maka akan berakibat fatal bagi pertumbuhan dan produksi pohon kelapa sawit itu sendiri, ujarnya.

Dalam mekanisme tanaman ulang perkebunan kelapa sawit lanjutnya, tidak terlepas dari persiapan pembibitan utama. Terjaminnya bibit yang akan ditanam juga harus melalui beberapa proses tahapan seleksi, yang bertujuan untuk menghindari terangkatnya bibit-bibit abnormal ketika akan ditanam kelapangan untuk pindah tanam.

“Perencanaan matang dan terperinci gunanya untuk menghindari terjadinya resiko kerugian besar saat giat tanaman ulang dilakukan,” tambahnya.

Dijelaskannya bahwa replanting (penanaman kembali) dapat memberikan keuntungan, yakni guna meningkatkan produktivitas buah. Namun sambungnya, harus diperhatikan pencapaian unur teknis serta nilai ekonomisnya, dimana tanaman yang sudah turun produktivitasnya perlu diregenerasi.

Basyirik menghimbau seluruh karyawan PTPN 3 Kebun Tanah Raja agar dapat merawat dengan baik seluruh tanaman kelapa sawit, baik itu Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) maupun Tanaman Menghasilkan (TM), sehingga produktivitas kelapa sawit dapat melebihi potensi yang ada.

Sedangkan Asisten Kepala (Askep) Kebun Tanah Raja, Eka Zulfria Nasution, menambahkan bahwa sebagai personil entrepreneur perkebunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perlu mencurahkan perhatian besar terhadap pohon kelapa sawit yang hasilnya merupakan penyumbang kontribusi besar bagi perusahaan.

“Program perusahaan melakukan replanting bertujuan meningkatkan produktivitas dengan tanaman ulang kembali, dan pohon-pohon tua dengan hasil produksi tidak lagi menjanjikan maka wajib diganti,” ucapnya.

Sementara, menurut Asisten Personalia Kepala (APK) Kebun Tanah Raja, Sonny V Meilala, pihaknya telah memberikan amanat kepada seluruh karyawan, untuk bersama-sama menjaga, memelihara serta merawat tanaman perkebunan sesuai tupoksinya masing-masing.

“Harapan kami kedepan dari kegiatan penanaman perdana ini dapat mewujudkan produktivitas perkebunan khususnya kelapa sawit untuk mencapai hasil yang terbaik dan memuaskan,” harapnya.

Kegiatan yang diawali dengan do’a bersama dan pemberian santunan kepada beberapa anak yatim piatu dari sekitar Kebun Tanah Raja itu, turut dihadiri Kepala Desa Tanah Raja S Purba, para Asisten, pihak vendor/rekanan perkebunan, dan undangan lainnya.

Gubsu Buka Jambore TTG

Gubsu Buka Jambore TTG

KORANRADARONLINE.co.id-Tebingtinggi: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edi Rahmayadi membuka Jambore Teknologi Tepat Guna (TTG) XVIII tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2018, mulai 14-16 Oktober 2018 di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, Minggu (14/10).

Jambore TTG yang mengangkat tema ‘Mela­lui inovasi dan penerapan TTG kita wujudkan desa/kelurahan yang maju, mandiri dan sejahtera’ ini, dihadiri Direktur Pendayagunaan dan pem­berdayaan masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Repu­blik Indonesia, Leroy Samy Uguy MA PhD, Forkopimda Provinsi Sumut, Anggota DPRD Provinsi Sumut, Walikota Tebing­tinggi H UZ Hasibuan, dan Wakil Walikota Tebingtinggi H Oki Doni Siregar.

Gubsu Edi Rahmayadi berharap, de­pannya para bupati dan walikota se-Sumut dapat mengikutinya dan bisa hadir bersama-sama.

“Mari yang baik-baik bisa diambil, ter­masuk juga nanti TTG Tingkat Nasional pada 19 Otober 2018  di Bali. Seharusnya 33 kepala daerah kabupaten/kota menghadirinya, kita mau mengambil contoh apa yang bisa dibuat di Sumut. Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kua­sa akan marah pada kita bila Su­matera Utara ini tidak maju-maju. Ka­rena anugerah yang diberikan Tuhan, tidak dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Dikatakannya, kedepannya Su­mut harus bisa berbuat lebih banyak untuk kemajuan masyarakatnya. Terlebih, TTG ini sampai di Jambo­rekan. Pemerintah ingin maju terus secara bersama-sama, termasuk juga TP-PKK harus berkontribusi untuk melakukan inovasi, tidak sekadar memasang merek PKK.

Gubsu menjelaskan, sebagai imam di Sumut, dia akan terus meningkatkan ketauhidannya. Apa yang menjadi kewajiban dia akan lakukan sebaik-baiknya.

“Saya ber­harap TTG ini ada di setiap dae­rah, jika saya berkunjung ke daerah-daerah perlihatkan. Jangan hiraukan, tempat di pinggir sungai pun tidak apa-apa, yang terpenting nyata, ke depan tidak ada lagi kerja ‘ecek-ecek’ kita mau selesai semua,” tegasnya.

Direktur SDA dan TTG Kemen­des RI, Leroy Sumy Uguy menyam­paikan, TTG merupakan salah satu alternatif mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa yang dapat diandalkan. Masyarakat akan mam­pu meningkatkan kualitas produk­nya, bersaing dengan produk-produk luar.

Jambore ini diharapkan akan dapat menggali kreativitas dan ide masyarakat dalam mengelola SDA secara optimal, dapat menjadi akses memperoleh informasi dan berte­munya para pelaku ekonomi untuk menjalin suatu kerja.

Walikota Tebingtinggi, H UZ Hasibuan mengapresiasi Gubernur yang telah menunjuk Tebingtinggi sebagai tuan rumah karena merupakan suatu kehormatan buat Kota Tebing­tinggi.

“Setelah Jambore TTG XVIII tahun 2018 berlangsung dan baru kali ini, Sumut yang diwakili Te­bingtinggi masuk nominasi ke tingkat Nasional dan pengumuman­nya akan dilaksanakan pada TTG Nasional di Bali 19 Oktober, Insya Allah Sumut dan khususnya Tebing­tinggi semakin maju,” harapnya. (KRO/RD/analisa)

Warga Kota Tebingtinggi Serbu Operasi Pasar Gas 3 Kg

Warga Kota Tebingtinggi Serbu Operasi Pasar Gas 3 Kg

KORANRADARONLINE.co.id-Tebingtinggi: Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, melalui Bagian Adm Perekonomian dan Pembangunan, bekerjasama dengan PT Pertamina, kembali menggelar Operasi Pasar (OP) Gas 3 Kg bersubsidi di 15 kelurahan pada lima kecamatan, se-Kota Tebinggi, Rabu (3/10).

Kegiatan OP gas 3 kg bersubsidi yang sudah kedua kalinya digelar itu, guna membantu masyarakat dalam mengatasi kelangkaan gas 3 kg di Kota Tebingtinggi.

OP gas itu dilaksanakan bekerjasama dengan beberapa agen gas 3 kg, diantaranya Deja Sentosa dan Maruli Gasindo, digelar selama 2 hari, dengan menggelontorkan gas ukuran 3 kg sebanyak 5 LO.

Sekitar satu bulan belakangan, gas elpiji 3 kg ber­subsidi di Kota Tebingtinggi, sangat langka, bahkan kalaupun ada, dijual dengan harga tinggi yang mencapai Rp27 ribu/tabungnya.

Walaupun pihak Pemko Tebingtinggi, melalui Bagian Adm Perekonomian dan Pembangunan bekerjasama dengan PT Pertamina, beberapa waktu lalu sudah menggelar operasi pasar, namun gas tersebut masih tetap langka.

Untuk lima kecamatan ini OP me­nyalurkan 5 LO, dengan isian per 1 LO sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kg. Setiap kecamatan digelar operasi pasar di di tiga kelurahan.

Masing-masing, untuk Kecamatan Tebing­tinggi Kota digelar di Kelurahan Rambung, Bandar Utama dan Pasar Baru. Keca­matan Rambutan di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Seri Padang dan Rantau Laban.

Kecamatan Padang Hulu berlang­sung OP di Kelurahan Lubuk Baru, Pabatu dan Padang Merbau. Keca­matan Padang Hilir, di Kelurahan Tambangan, Damar Sari dan Tambangan Hulu. Serta Keca­matan Bajenis, di Kelurahan Berohol, Teluk Karang dan Pelita.

Kabag Ekonomi dan Pembangu­nan (Ekbang) Pemko Tebingtinggi, Zahidin, menjelaskan bahwa operasi pasar tersebut dilakukan guna meng­antipasi terjadinya kelangkaan gas ukuran 3 kg di Kota Tebingtinggi.

“OP ini merupakan kedua kalinya kami lakukan bekerjasama dengan pihak PT Pertamina. Setiap kecama­tan kita beri jatah 1 LO (560) tabung gas, sehingga 5 LO kita salurkan selu­ruhnya berjumlah 2800 tabung selama dua hari,” terang Zahidin. (KRO/RD/analisa)

Gas Subsidi di Tebingtinggi Langka

Gas Subsidi di Tebingtinggi Langka

KORANRADARONLINE.co.id-TebingTinggi: Kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kg dalam satu bulan terakhir ini menjadi kendala utama bagi masyarakat kalangan bawah, karena jatah gas elpiji 3 kg kini sudah ‘dirampas’ kalangan menengah dan atas.

Tidak cuma itu, selain gas elpiji 3 kg langka dan sulit didapat, harganya saat ini juga sudah mencekik leher, mencapai Rp27.000/ta­bung dari pengecer, sementara harga pe­merintah di agen atau pangkalan Rp17.000/tabung. Begitu juga di pang­ka­lan, harga gas elpiji kini sudah diatas Rp20.000/tabung.

Khusus, gas 6 kilo­gram dan 12 kilogram nonsubsidi cukup ba­nyak dan tidak ada yang menyentuh­nya. Mereka masih tetap berupaya, agar bisa mendapatkan gas elpiji 3 kg subsidi.

Sumber  menyebutkan, ke­langkaan gas elpiji 3 kg itu untuk mela­kukan spekulasi harga dari para pemilik pangkalan. Diduga, masih ada pemilik pangkalan yang nakal dan mencari keun­tungan berlipat dengan cara menim­bun dan memasarkan gas itu ke oknum-oknum tertentu. Gas tersebut sengaja ditimbun, kalau ada yang mencari dika­takan gas sudah habis. Terakhir, gas tersebut ada yang mengambil dalam jumlah yang besar.

Walaupun pihak Pemko Tebingting­gi sudah melakukan operasi pasar di lima kecamatan belum lama ini, ter­nyata esok harinya gas tersebut sudah tidak ada lagi di agen maupun pangka­lan. Sehingga, keberadaan gas elpiji 3 kg itu dijual ke­pada masyarakat bawah, menengah dan atas. Begitu juga para pedagang makanan, industri kecil dan rumahan tetap meng­gunakan gas yang dijatah pemerintah untuk kalangan masyarakat prasejahtera atau miskin.

Kemudian, ada beberapa daerah dila­kukan pengurangan jatah gas. Sehingga para pengecer daerah lain berbondong-bondong mencari gas ke Kota Te­bingtinggi.

Pihak bagian Perekeonomian Pemko Tebingtinggi sudah melakukan dan terus-terusan melakukan koordinasi dengan para agen, yang mengatakan hingga saat ini gas masih normal-normal saja. Bahkan, pihaknya juga sudah kirim imbauan kepada para agen dan pangkalan agar memberi jatah kepada satu keluarga satu tabung gas.

“Siapa pun yang datang, baik itu ma­syarakat atau PNS dijatah satu tabung. Kita juga sekarang ini sedang ber­jalan melakukan razia, bahkan para pengecer juga sudah kita imbau agar menjatah gas elpiji. Tapi, kalau anaknya lima. Ya, li­ma anaknya itu ikut menda­patkan satu ta­bung gas,” aku Kabag Eko­nomi dan Pem­­bangunan (Ekbang) Pemko Tebingting­gi, Zahidin kepada wartawan, Jum’at (28/9). (KRO/RD/analisa)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com