Riau

Polres Kampar Berduka Atas Meninggalnya Bripka Sugiyat

Polres Kampar Berduka Atas Meninggalnya Bripka Sugiyat

RADARINDO.co.id-Kampar:

Seluruh jajaran Polres Kampar dan Polsek Siak Hulu berduka atas wafatnya Bripka Sugiyat pada hari Senin (30/09/2019) dini hari sekitar jam 03.00 wib di RS Mesra Kecamatan Siak Hulu.

Almarhum Bripka yang selama ini bertugas di Polsek Siak Hulu di Unit Sabhara dan pada hari Sabtu (28/09) pindah tugas sebagai anggota unit Lantas Polsek Siak Hulu. Tugas yang diembannya baru 1 hari itu membuat Bripka Sugiyat tetap berkunjung ke Pos Lastas Polsek Siak Hulu walaupun bukan tugasnya Piket saat itu.

Tapi naas kondisi tubuhnya yang kurang sehat membuat Bripka Sugiyat jatuh lunglai dan menghebuskan nafas terakhir di RS. Almarhum Bripka Sugiyat (37) bertugas di Jajaran Polres Kampar selama 17 tahun, kini ia meninggalkan isteri dan 2 anak. Selama bertugas almarhum dijuluki anggota yang ramah, baik sesama anggota maupun para awak Media.

Kapolres Kampar AKBP Asep Darmawan, SH selaku Inspektur upacara Prosesi pemakaman dalam sambutannya mengucapkan kami seluruh jajaran Polres Kampar Turut Berduka cita atas Wafatnya Bripka Sugiyat semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan bagi Semua keluarga yang ditinggalkan harus tabah serta mengiklaskan kepergiannya.

Turut hadir dalam acara prosesi Pemakaman Jajaran Anggota Polres Kampar. Kapolsek Siak Hulu Kompol Zulkarnaen, SE. Waka Polsek AKP Ridwanto,SH. MH Beserta anggota Danramil 06 Siak Hulu Kapten Hadi Prayitno beserta anggota. Kasat Lantas Polres Kampar AKP. Fauzi. Serta para tokoh masyarakat dan pihak keluarga yang berduka tampak ikut berduka atas kepergian Bripka Sugiyat. (KRO/KAMPAR/SM)

HMI Desak Gubernur Riau Tuntaskan Kasus Karhutla

HMI Desak Gubernur Riau Tuntaskan Kasus Karhutla

RADARINDO.co.id – PEKANBARU : Puluhan massa yang ter­gabung dalam Him­punan Ma­hasiswa Islam (HMI), kem­bali menggelar aksi unjuk ra­sa di kan­tor Guber­nur Ri­au, Jum’at (27/9) kemarin. Mereka me­­nuntut Gubernur Riau (Gubri), untuk serius dan secara tuntas mengatasi Ke­­ba­karan hutan dan lahan (karhutla) yang me­nye­bab­kan kabut asap di wilayah Riau.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar Gubri men­cabut izin perusahaan yang terbukti membakar lahan di area perkebunan perusahaan. Termasuk juga tidak me­ner­bitkan izin Hutan Tebang Industri (HTI) dan Hutan Guna Usaha (HGU) yang baru terhadap korporasi.

“Kami minta gubernur ber­komitmen untuk mem­be­rikan jaminan kepada ma­syarakat, agar tidak ter­jadi lagi Karhutla di Riau. Ini hujan baru dua hari, tapi asap masih ada, artinya Karhutla masih terjadi,” ucap korlap aksi demo, Heri.

Untuk itu, Gubernur Riau dituntut agar mem­berikan tindakan tegas dan mengambil lang­kah penegakan hukum ter­hadap lahan kondensi yang terbakar.

Dihadapan massa yang berunjuk­rasa, Gubri Syam­su­ar mengatakan, asap yang masih menyelimuti wilayah Riau ini, tidak saja datang da­ri Riau. Namun juga dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Palembang.

Karena katanya, Karhutla di Riau sudah jauh berkurang setelah diguyur hujan lebat selama dua hari ini. Bahkan asap te­bal yang selama ini menyelimuti Riau hi­lang, ter­masuk Karhutla di Riau. Selain itu, Tim Satgas Udara, tetap melakukan penyemaian garam dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“Kami tetap komitmen me­­ngatasi Karhutla. Saat ini titik api di wilayah Riau lebih sedikit dibandingkan pro­vinsi tetangga, sehingga membuat asap­nya sampai ke Riau dan menumpuk.

“Terkait permintaan pen­cabutan izin terhadap pe­ru­sa­haan, hal itu juga tidak se­mua menjadi kewenangan Pemprov, termasuk ada di kabupaten/kota dan ju­­ga ada di Pemerintah Pusat. Jadi pen­cabutan izin yang diminta akan kami sampaikan kepada yang menge­luarkan izin,” ungkap Gubri. (KRO/RD/ANS)

Diduga Akibat Maraknya Kasus Karhutla, Kapolda Riau Dicopot

Diduga Akibat Maraknya Kasus Karhutla, Kapolda Riau Dicopot

RADARINDO.co.id – RIAU : Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dicopot dari jabatannya. Kapolda Riau dimutasi jadi Pati Baintelkam, penugasan di BIN.

Jabatannya akan digantikan oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi. Mutasi Kapolda Riau termuat dalam surat telegram Kapolri ST/2569/IX/KEP.2019 tanggal 27 September 2019.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (28/9), Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, membenarkan perihal tersebut. “Iya. Beredar TR (Telegram Rahasia) mutasi personel Polri,” jawab Sunarto.

Saat ditanya apakah Kapolda Riau diganti terkait dengan penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menurut Sunarto, mutasi jabatan Polri merupakan hal yang biasa.

“Mutasi itu hal yang biasa dan akan terus terjadi sesuai kebutuhan di organisasi Kepolisian yang memang sangat dinamis,” sebut Sunarto.

Sebagai informasi, Irjen Pol Widodo Eko menjabat sebagai Kapolda Riau lebih kurang satu tahun satu bulan. Dia dilantik oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada, Senin (20/8/2018) silam, menggantikan Irjen Pol Nandang.

Namun, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dicopot ditengah banyaknya kasus Karhutla, yang sedang terjadi di Riau. Karhutla tersebut menyebabkan kabut asap pekat melanda wilayah Riau, yang berlangsung dua pekan lalu.

Meski saat ini sudah jauh berkurang setelah diguyur hujan. Polda Riau terus didesak untuk menindak tegas pelaku karhutla, baik perusahaan dan perorangan.

Namun, selama penanganan kasus karhutla di bawah pimpinan Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, puluhan pelaku karhutla berhasil ditangkap. Termasuk satu perusahaan sawit. (KRO/RD/Komp)

Amankan Aksi Demo Mahasiswa, Kapolresta Pekanbaru Pingsan

Amankan Aksi Demo Mahasiswa, Kapolresta Pekanbaru Pingsan

RADARINDO.co.id – RIAU : Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto pingsan saat memimpin pengamanan aksi unjuk rasa ratusan pelajar dan mahasiswa yang berlangsung ricuh di Gedung DPRD Provinsi Riau, Kamis (26/9) petang kemarin.

Perwira menengah berkepala plontos yang akrab disapa Santo itu terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Hingga berita ini diturunkan, Kombes Santo masih dirawat di Rumah Sakit Awal Bross yang berada tidak jauh dari Gedung DPRD Provinsi Riau. “Dirawat di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, dilansir dari Antara, Jum’at (27/9).

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang awalnya berjalan damai itu mendadak rusuh ketika massa mendesak untuk masuk ke dalam gedung dan menemui anggota DPRD Provinsi Riau. Aksi itu diwarnai dengan dorong-dorongan antara polisi dan ratusan mahasiswa.

Sebelum kolaps, Santo memimpin personelnya membentuk pagar betis berhadap-hadapan dengan massa. Situasi yang makin panas disertai dorongan, kata Sunarto, membuat Susanto terhimpit sehingga diduga kekurangan oksigen lalu pingsan.

“Info awal, Pak Kapolresta terkena himpit massa pendemo saat Kapolresta mengajak mahasiswa untuk duduk, Kapolresta posisi duduk duluan,” kata Sunarto.

Hingga kini, Sunarto belum dapat memastikan kondisi terakhir Kapolresta Pekanbaru. Selain Kapolresta, informasi yang diperoleh diketahui seorang peserta aksi juga harus dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Aksi yang digelar siswa dan mahasiswa tersebut merupakan lanjutan aksi penolakan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang juga digelar di sejumlah daerah di Indonesia yang masif dalam kurun waktu sepekan terakhir. (KRO/RD/Cnn)

Kapolda Riau Pimpin Sertijab 11 Kapolres

Kapolda Riau Pimpin Sertijab 11 Kapolres

RADARINDO.co.id – KAMPAR : Polda Riau menggelar acara serahterima jabatan (Sertijab) 11 Kapolres jajaran Polda Riau, Selasa (24/9) di Ballroom Hotel Pangeran, yang dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastpo MM didampingi Waka Polda, Drs Wahyu Widada.

Dari 11 Kapolres yang melaksanakan sertijab, 1 diantaranya adalah Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH, yang kini dijabat oleh Kapolres baru AKBP Asep Darmawan SIK SH yang sebelumnya menjabat Kasubdit II Ditreskrimum Polda Riau.

Sementara, AKBP Andri Ananta Yudhistira yang sudah menjabat di Polres Kampar selama 1,5 tahun akan menempati posisi yang baru menjabat Kapolres Dumai.

Serah terima Jabatan ditandai dengan penyematan pangkat dan tanda jabatan serta penyerahan Tongkat Komando, disaksikan para tamu undangan yang hadir dari beberapa jajaran Pejabat Polda Riau, jajaran Polres Riau, instansi terkait dan tokoh masyarakat. (KRO/RD/SM)

Pimpin Rapat Karhutla di Riau, Jokowi Singgung Peran Pemda

Pimpin Rapat Karhutla di Riau, Jokowi Singgung Peran Pemda

RADARINDO.co.id – PEKANBARU : Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas guna membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan di Novotel Hotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9). Jokowi menekankan, dukungan pemerintah daerah penting dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan khususnya di Riau.

“Kalau infrastruktur diaktifkan secara baik, saya yakin namanya titik api diketahui tidak hanya satu titik sebelum jadi ratusan titik api diketahui dan ini sudah saya ingatkan berkali-kali,” kata Jokowi saat memimpin rapat yang dihadiri sejumlah menteri, panglima TNI dan Kapolri hingga kepala daerah setempat.

Sementara, Andi Yusran Sultan Direktur Riset Pusat Studi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan Universitas Nasional di Jakarta ketika dihubungi awak media, Selasa (17/9) menanggapi himbauan Jokowi tersebut.

“Tidak sewajarnya Presiden Jokowi menyoroti Pemda dalam kasus Karhutla, karena selama ini perizinan dan tata guna hutan ada di tangan pemerintah pusat. Dengan demikian, maka setelah pemerintah (pusat) menerbitkan ‘izin’, selanjutnya pemerintah melakukan pengawasan terkait dengan implementasi perizinan tersebut, bukankah hukum administrasi publik yang kita anut mengamanahkan “barangsiapa yang mengeluarkan izin maka ia yang bertanggungjawab melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujar Yusran.

Disamping nihil kewenangan katanya, umumnya Pemda juga minim anggaran. “Jangankan untuk menangani Karhutla, kadang gaji guru honerer saja harus dihentikan karena keterbatasan dana,” pungkasnya. (KRO/jkt/fri)

 

 

Gubernur Riau Diminta Mundur dari Jabatannya

Gubernur Riau Diminta Mundur dari Jabatannya

RADARINDO.co.id – PEKANBARU : Gelombang demontrasi ratusan mahasiswa Riau menuntut Gubernur Riau mundur dan meminta Kapolda Riau dicopot, terus ter­jadi. Aksi yang digelar di Kantor Gubernur, Senin (16/9) itupun berakhir ricuh.

Aksi yang sama, namun di tempat berbeda, ra­tu­san mahasiswa tergabung maha­siswa Universitas Lan­cang Kuning dan maha­siswa Universitas Islam Riau (UIR), juga melakukan aksi demo di ge­dung DPRD Riau. Bahkan, mahasiswa juga masuk ke dalam gedung dan mendu­duki ruangan Pari­purna DPRD Riau, Senin (16/9).

Mahasiswa menilai pe­mimpin di Riau tak mampu menangani Kebaka­ran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan kabut asap menyelimuti Riau dalam dua pekan ini.

Mahasiswa Universitas Riau (UIN) bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Riau. Dari bentrok ini se­orang mahasiswa UIN ter­paksa dilarikan kerumah sakit, karena pingsan dan mahasiswa lainnya juga mengalami luka, serta memar terkena pukulan.

Tidak hanya ma­ha­siswa, dari aparat kepo­lisian juga terlihat ada yang terluka karena terkena pukulan. Demo mahasiswa ini mereda setelah petinggi dari aparat kepolisian mene­nang­kan kedua belah pihak.

Ratusan mahasiswa UIN masih tetap bertahan di depan Kantor Gubernur Riau, pasca ben­trok dengan aparat kepo­lisian dan Satpol PP Riau. Mereka menunggu sampai ditemui Gubernur Riau.

Walaupun mendapat per­la­­wanan dan sebagian ka­wan-kawannya dilarikan ke Rumah sakit, ratusan maha­siswa UIN masih tetap ber­orasi sampai bertemu dengan Gubernur Riau, Syamsuar. Mahasiswa meneriakkan turunkan Gubernur Riau yang gagal menyelesaikan Karhutla.

“Turunkan Gubernur Syam­suar, copot Kapolda. Mereka telah gagal menangani Karhutla di Riau,” teriak mahasiswa secara bersama-sama.

Dalam orasinya, maha­siswa juga mengecam selu­ruh bentuk tindakan pelang­garan pembakaran Karhutla, yang menyebabkan ker­usa­kan lingku­ngan dan menim­bulkan asap yang menye­limuti Riau

“Kami menuntut mem­berikan sanksi kepada kor­porasi yang terlibat Karhutla untuk menanggung seluruh kerugian masyarakat Riau. Menuntut Gubernur Riau mundur dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan masalah Karhutla,” teriak massa.

Selain itu, juga menuntut Presiden mela­lui Kapolri untuk mencopot Kapolda Riau dari jaba­tannya karena gagal me­nangani kasus Karhutla. Setelah menunggu le­bih dari tiga jam, akhirnya Gubernur Riau meneri­ma mahasiswa dan mem­be­rikan penjelasan terkait dengan Karhutla yang terjadi di Riau.

Aksi demo yang kedua pada pukul 15.00 WIB, se­ra­tusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga berdemo di Kantor Gubernur Riau.

Aksi demo mahasiswa di depan Kantor Gubernur Riau kembali bentrok antara Aparat kepolisian dan maha­siswa HMI. Bentrok tersebut mengakibatkan beberapa mahasiswa terluka akibat pukulan dan aksi dorong.

Sebaliknya, dari ke­poli­sian juga ada terkena pukulan mahasiswa. Kedua belah pihak saling mendorong dan tidak terelakkan aksi ben­trok. Selain berdemo di pagar kantor Gu­benrur Riau, maha­siswa juga memblokir jalan yang menyebabkan Jalan Sudirman menjadi macet. (KRO/RD/ans)

Terkait Karhutla Riau, KLHK Segel 10 Lahan Konsesi Perusahaan

Terkait Karhutla Riau, KLHK Segel 10 Lahan Konsesi Perusahaan

RADARINDO.co.id – PEKANBARU : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakah telah menyegel 10 lahan konsesi perusahaan yang diduga penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi Riau. Setelah menyegel, KLHK akan melakukan penyelidikan terkait penetapan sanksi yang akan diterapkan.
“Secepatnya (kasus) didalami untuk tahap penetapan statusnya,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani di Pekanbaru, Senin (16/9).

Rasio menjelaskan, 10 perusahaan tersebut ada yang merupakan perusahaan industri kehutanan maupun perkebunan kelapa sawit. Satu diantaranya adalah perusahaan asing asal Malaysia. Inisial perusahaan yang telah disegel yakni PT RSS, PT SBP, PT SR, PT THIP, PT TKWL, PT RAPP, PT SRL, PT GSM, PT AP, dan PT TI.

Menurut Rasio, saat ini kasus tersebut masih penyelidikan atau pulbaket. Mereka diduga melakukan pelanggaran pidana karena kebakaran terjadi di dalam konsesi. “Disegel karena ada dugaan pelanggaran pidana. Terjadi kebakaran di lahan mereka,” jelas Rasio.
Sebelumnya, KLHK telah menyegel lahan perusahaan kelapa sawit milik Malaysia, PT Adei Plantation and Industry (AP), untuk penyelidikan kasus dugaan pembakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau.
Direktur Penindakan PPLH Gakkum KLHK, Sugeng Riyanto, pekan lalu menyatakan penyegelan berupa pemasangan plank pengumuman dan dibentangkan pita kuning larangan melintas.
Lahan seluas 4,25 hektare yang diduga dibakar tersebut berlokasi di Kabupaten Pelalawan, berada di sebelah selatan Kota Pekanbaru. Lokasi kebakaran berupa lahan gambut yang kini terlihat bersih seperti hamparan karpet hitam. (KRO/RD/cnn)

Setelah Videonya Viral, Pasangan Sejenis Ini Diamankan Polisi

Setelah Videonya Viral, Pasangan Sejenis Ini Diamankan Polisi

RADARINDO.co.id – KARIMUN : Pasangan sejenis di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang sempat viral di jejaring sosial, karena video mesumnya beredar, akhirnya diamankan pihak Polsek Kundur, Senin (16/9). Kedua pelaku yakni berinisal RP (30) dan AT (27), keduanya warga Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun.

Kapolsek Kundur, Kompol Endi Endarto mengatakan, keduanya berhasil diamankan setelah video mesum keduanya tersebar luas di Kabupaten Karimun melalui salah satu jejaring sosial.

Dari jejaring sosial tersebut diketahui, keduanya warga Kundur, Kabupaten Karimun, dan setelah dikembangkan akhirnya personel Polsek Kundur berhasil mengamankan keduanya di kediamannya masing-masing.

Selanjutnya, keduanya dibawa ke Mapolsek Kundur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Keduanya diamankan, Senin (16/9) di kediamannya masing-masing,” kata Endi seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (17/9).

Hasil pemeriksaan sementara, Endi menduga keduanya memiliki masalah kejiwaan. Keduanya melakukan perbuatan mesum lalu diabadikan di ponsel dan disebar ke teman-teman dekat keduanya.

Tidak hanya itu, Endi juga mengaku bahwa keduanya mengalami keterbelakangan mental. Namun, untuk memastikan, Endi akan mendatangkan dokter jiwa untuk mengecek kejiwaan keduanya. “Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Tanjungbatu, kami minta untuk mendatangkan dokter jiwa untuk memeriksa kejiwaan keduanya,” jelasnya.

Saat ini, keduanya diamankan di Polsek Kundur guna pemeriksaan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sewaktu-waktu dapat terjadi kepada keduanya. Selain itu, Polsek Kundur juga telah memanggil orangtua keduanya untuk mendampingi dan mengetahui kondisi yang sebenarnya.

“Bahkan dari keterangan orangtua AT, anaknya ini mengalami keterbelakangan mental sejak kecil,” paparnya.

Begitu juga RP, berdasarkan keterangan orangtuanya bahwa RP memiliki riwayat autis sejak kecil dan tidak pernah dibawa konsultasi ke dokter karena keterbatasan ekonomi.

Sebelumnya, warga Tanjungbatu, Kundur, Kabupaten Karimun sempat dihebohkan oleh video hubungan pasangan sesama jenis. Kejadian itu dilakukan pada hari Minggu (15/9) di salah satu rumah kosong di bilangan Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kundur. (KRO/RD/Komp)

Udara Semakin Buruk, Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang

Udara Semakin Buruk, Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang

RADARINDO.co.id – RIAU : Mengingat kualitas udara masih buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Riau, kembali memperpanjang libur sekolah selama dua hari pada Senin (16/9) dan Selasa (17/9).

“Hasil rapat tim posko darurat asap Minggu sore, semua jenjang sekolah hingga universitas masih diliburkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal di Pekanbaru.

Sebelumnya, libur sekolah sudah diberlakukan sejak Selasa (10/9) pekan lalu. Selama masa libur, orangtua murid diimbau memperhatikan anak-anaknya agar tidak bermain di luar ruangan.

Anak-anak diminta fokus mengerjakan tugas di rumah. “Tadi kami rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Pekanbaru, di Posko Induk Damkar Jalan Cempaka,” ujar Abdul Jamal.

Ia mengatakan, edaran tentang libur sekolah sudah disebar melalui pesan singkat melalui ponsel ke seluruh kepala sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

“Pesan ini bisa langsung cepat menyebar kepada guru, dan diteruskan ke para orangtua murid. Bahkan informasi libur sudah sampai ke beberapa grup media sosial,” tuturnya.

Keputusan libur tersebut, kata dia, akan dievaluasi jika sewaktu-waktu kualitas udara Pekanbaru membaik, dan murid kembali bersekolah. “Kita berharap hujan akan turun dan bisa memadamkan api, sehingga menyegarkan udara Pekanbaru dan siswa kembali belajar seperti biasa,” katanya.

Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mencatat, kualitas udara sampai Minggu pukul 15.00 WIB, masih pada level tidak sehat dengan angka ISPU 139. (KRO/RD/Cnn)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com