ACEH  

Mati Lampu Bikin UMKM Banda Aceh Meradang, Lilin Jadi “Primadona”

RADARINDO.co.id – Aceh : Mati lampu yang berkepanjangan di Kota Banda Aceh, memaksa warga untuk “memprimadonakan” lilin sebagai penerangan. Situasi ini tak hanya merugikan masyarakat secara umum, namun juga bikin sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) “meradang”, karena sangat bergantung pada pasokan listrik.

Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Masyarakat mengeluhkan ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Para pelaku UMKM menjerit karena omzet mereka menurun drastis akibat terhambatnya proses produksi dan pelayanan.

“Kami sangat merasakan dampak dari mati lampu ini. Usaha kami jadi terhambat, pelanggan sepi, dan pendapatan berkurang. Pemerintah harus segera bertindak!,” keluh Nada, seorang pemilik gerobak jus buah di Banda Aceh.

Menanggapi keluhan masyarakat, pemerhati kebijakan publik Aceh, Isa Alima, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh untuk segera memanggil General Manager (GM) PLN dan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab pasti mati lampu yang berkepanjangan dan mencari solusi yang tepat dan efektif, guna mengatasi persoalan tersebut.

“Masyarakat butuh penjelasan yang transparan dan solusi yang konkret. Jangan biarkan warga terus menerus hidup dalam kegelapan dan UMKM semakin terpuruk. DPRK harus menunjukkan bahwa mereka adalah wakil rakyat yang siap menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegas Isa Alima, Kamis (02/10/2025).

Isa Alima juga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh untuk lebih tanggap dalam mengatasi masalah ini. Pemerintah daerah lanjutnya, harus proaktif mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca juga: Wakil Walikota Tanjungbalai Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Seperti melakukan koordinasi intensif dengan PLN, mengoptimalkan sumber energi alternatif, dan memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang sudah usang.

“Pemerintah harus bertindak cepat dan jangan biarkan lilin menjadi primadona di Banda Aceh. Masyarakat berhak mendapatkan pasokan listrik yang stabil dan berkualitas,” pungkas Isa Alima. (KRO/RD/IS)