Internasional

KBRI: Habib Rizieq Keluar dari Tahanan Saudi dengan Jaminan

KBRI: Habib Rizieq Keluar dari Tahanan Saudi dengan Jaminan

KORANRADARONLINE.co.id: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh membenarkan adanya penahanan terhadap Muhammad Rizieq Syihab atau Habib Rizieq oleh Kepolisian Arab Saudi di Makkah. Namun, saat ini imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu telah dibebaskan oleh otoritas setempat dengan jaminan dari Pemerintah RI.
“Pada 6 November 2018 (Selasa kemarin) pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), MRS (Muhammad Rizieq Syihab) dikeluarkan dari tahanan Kepolisian Makkah dengan jaminan,” ungkap Duta Besar RI di Riyadh, Agus Maftuh Abegebriel, melalui keterangan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta, Rabu (7/11).

Dia menuturkan, kasus ini bermula pada, Senin (5/11) lalu. Pada hari itu, sekitar pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS), tempat tinggal Rizieq didatangi oleh aparat Kepolisian Makkah karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis pada dinding bagian belakang rumah Rizieq.

“Ketika itu, sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap Rizieq oleh kepolisian Makkah,” ucap Agus.
Di hari yang sama pukul 16.00 WAS, Rizieq dijemput oleh Kepolisian Makkah dan Mabahis Ammah (Intelijen Umum atau General Investigation Directorate/GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya, untuk proses penyelidikan dan penyidikan, Rizieq ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah.

Agus mengatakan, Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme. Pemantauan dalam media sosial juga dilakukan oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di kantor Mabahis Aamah, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Makkah pada, Selasa (6/11) sekira pukul 16.00 WAS. Pada hari itu juga, sekitar pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Makkah dengan jaminan. (KRO/RD/inews)

Sinead O’Connor Enggan Bergaul dengan Kulit Putih

Sinead O’Connor Enggan Bergaul dengan Kulit Putih

KORANRADARONLINE.co.id: Setelah memutuskan memeluk agama Islam beberapa waktu lalu, Sinead O’Connor malah membuat sensasi dengan kicauan di akun Twitter-nya yang bernada rasis.

Penyanyi Irlandia yang dikenal dengan lagu Nothing Compares to You memberi tahu warganet bahwa dirinya tidak tertarik lagi bergaul dengan orang kulit putih.
“Saya benar-benar minta maaf. Apa yang akan aku katakan adalah sesuatu yang begitu rasis, saya tidak pernah berpikir jiwa saya akan pernah merasakannya,” kicau Sinead O’Connor, Selasa (7/11) waktu setempat.

“Tapi sungguh, saya tidak pernah ingin menghabiskan waktu dengan orang kulit putih lagi (jika itu yang disebut non-muslim),” lanjutnya.
O’Connor yang kini berganti nama menjadi Shuhada Davitt menambahkan, “Tidak hanya sesaat, karena alasan apapun. Mereka menjijikkan,” tulisnya.

 Dalam kicauan lainnya, O’Connor mengecam Twitter untuk menyensor ujaran kebencian. “Menarik untuk melihat apakah Twitter melarang ini, ketika orang seperti Trump dan Milbank memuntahkan kata-kata kotor bahkan kepada negara saya,” tulis O’Connor.

Warganet pun bereaksi, khususnya terkait kicauan O’Connoer tentang keengganannya bergaul dengan kulit putih. (KRO/RD/era)

10 Sosok yang Membuat Sejarah Baru di Pemilu AS

10 Sosok yang Membuat Sejarah Baru di Pemilu AS

KORANRADARONLINE.co.id: Pemilihan legislatif AS dan gubernur negara bagian pada pemilu paruh waktu tahun ini telah membuat sejumlah sejarah baru. Dari mulai keterpilihan Muslimah di Kongres AS hingga keberhasilan perempuan penduduk asli Amerika di pemilu.

Van Jones dari CNN menunjuk adanya keragaman kandidat yang memenangkan kursi pada pileg kali ini. Pada Selasa malam, Jones mengatakan Partai Demokrat saat ini lebih muda, lebih cokelat, dan lebih dingin.

“Ini adalah akhir dari pemerintahan satu partai di Amerika Serikat, terimakasih Tuhan. Dan awal dari Partai Demokrat baru, muda, lebih coklat, lebih dingin, lebih banyak wanita, lebih banyak veteran,” tulis Jones.

  1. Rashida Tlaib 

Tlaib merupakan satu dari dua Muslimah pertama yang terpilih di Kongres AS. Tlaib lahir di Detroit. Orangtuanya merupakan imigran Palestina.

Politikus Partai Demokrat dari Distrik Michigan ini berhasil menang mulus dengan suara meyakinkan lebih dari 70 persen.

Tlaib menjadi salah satu Muslimah yang sejak awal diyakini akan menang dalam pemilihan sela. Selain wanita keturunan Palestina itu, ada juga nama Ilhan Omar yang diprediksi menang untuk duduk di kursi Kongres mewakili Minnesota.

Talib memenangkan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) Distirk ke-13 Michigan mencakup wilayah Detroit.

Sebelumnya, wilayah itu dipegang oleh John Concyers dari Partai Demokrat yang mengundurkan diri pada awal tahun lalu karena kasus pelecehan seksual.

Disisi lain, tidak ada kandidat Partai Republik lain yang maju. Tlaib pun tanpa rintangan dan dengan mudah memenangkan pemilu di distrik Michigan yang demokratis

  1. Ilhan Omar

Omar tiba di AS pada Usia 14 tahun setelah melarikan diri dari perang sipil di Somalia. Ia juga merupakan orang Amerika-Somalia pertama yang akan bertugas di Kongres AS.

Ilhan Omar menyusul jejak Rashida Tlaib menjadi Muslimah pertama yang duduk di Kongres AS. Omar juga menjadi perempuan Muslim pertama yang mengenakan jilbab di kongres.

Omar dengan mudah memenangkan pemilihan di distrik Minnesota. Distrik ini berada di kawasan Minneapolis yang sebelumnya diwakili oleh Keith Ellison. Ellison telah mewakili distrik itu selama enam periode sebelum akhirnya menjabat di kejaksaan agung.

Omar mengatakan, “politik ketakutan” yang ditawarkan oleh Presiden Trump memotivasinya untuk ikut dalam pemilihan ini.

“Ini adalah distrik yang sangat tertarik untuk memastikan nilai-nilai progresif kami terwakili dan mereka tahu satu-satunya cara mereka akan terus diwakili adalah jika kami memiliki orang-orang yang tidak akan hanya berpikir tentang mengirim mereka ke Washington, tetapi tentang mendapatkan progresif lainnya ke Washington,” katanya dalam wawancara dengan MinnPost.

  1. Alexandria Ocasio-Cortez

Cotez merupakan perempuan termuda yang masuk dalam jajaran Kongres.Ia mengalahkan Joe Crowley, pejawat yang telah memenangi 10 periode pemilihan. Ia terpilih dari daerah pemilihan Distrik 14 New York.

Alexandria lahir dari ayah asal Bronx Selatan, sementara ibunya berasal dari Puerto Rico. Ia merupakan tim kampanye dari calon presiden Bernie Sanders pada 2016.

Cotez menjadi perempuan termuda yang terpilih sebagai anggota kongres. Dilansir huffpost, Rabu (7/11), perempuan berusia 29 tahun itu menjadi berita utama secara nasional pada Juni. Ia secara tak terduga mengalahkan Joe Crowley dalam pemilihan pendahuluan Demokrat.

Pada, Selasa (6/11), Ocasio-Cortez dengan mudah mengalahkan kandidat Republik Anthony Pappas, seorang profesor Universitas St John.

“Ini terjadi karena orang-orang memiliki kesadaran kolektif. Bahwa semua tindakan kita, kuat, berharga, dan mampu bertahan dari perubahan,” kata Ocasio-Cortez dalam pidato kemenangannya Selasa malam.

Dalam pidato kemenangan itu, Ocasio-Cortez juga menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung dirinya seperti keluarga, donatur, dreamer, dan pihak lainnya.

  1. Deb Haaland

Haaland merupakan perempuan asli Amerika pertama yang terpilih dalam Kongres. Deb Haaland merupakan anggota Suku Pueblo of Laguna.

Ia bertekad untuk memprioritaskan masalah perubahan iklim dan sejumlah masalah progresif lainnya, misalnya pendidikan kesehatan untuk semua dan pembebasan utang.

Haaland yang mewakili New Mexico akan menggantikan Michelle Lujan Grisham dari Partai Republik, yang mengosongkan kursinya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur.

  1. Sharice Davids

Sama dengan Haaland Davids, merupakan perempuan pribumi AS pertama yang lolos ke Kongres. Lulusan Cornell Law School ini merupakan seorang petarung martial arts campuran yang profesional.

Ia dibesarkan dari seorang ibu tunggal. David berasal dari bangsa Ho-Chunk, suku asli Amerika yang berasal dari Wisconsin.

Davids juga mantan anggota Gedung Putih di bawah kepemimpinan Obama. Ia secara terbuka menyatakan dirinya penyuka sesama jenis dan peduli terhadap isu-isu LGBT. Ia terpilih dari wilayah Kansas.

  1. Jared Polis

Sejarah baru juga dicetak oleh Jared Polis. Ia merupakan gubernur pertama AS yang menyatakan secara terbuka bahwa dirinya gay. Dengan kekayaan bersih hampir 400 juta dolar, Jared yang berasal dari Partai Demokrat menjadi salah satu anggota dewan terkaya AS. Ia memenangkan pemilihan kursi Gubernur Colorado. Ia menjadi gubernur negara bagian pertama yang gay.

Seperti dilansir dari ABC News, Kamis (8/11) Polis berhasil meraih suara sebanyak 51,2 persen. Ia mengalahkan pesaingnya di partai Republika Waklker Stapleton yang meraih 45,4 persen. “Saya benar-benar berpikir bahwa kita saat ini berada dalam kondisi terbaik sebagai bangsa, masyarakat,” kata Polis.

Menurut Polis, kemenangannya tersebut bakal mewakili masyarakat berkulit hitam, komunitas yang mewakili perempuan dan juga komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ) yang dinilai kerap mendapat perlakuan yang tidak ramah di negeri Paman Sam tersebut.

  1. Ayanna Pressley

Pressley merupakan pencetak sejarah yang lain. Ia adalah anggota Kongres pertama dari Massachusetts yang berkulit hitam. Ia melakukan hal mengejutkan ketika dirinya menyatakan kekesalan kepada pejawat Michael Capuano yang telah memenangi Kongres Distrik Massacussets untuk ketujuh kalinya. Ia pun melenggang pada 6 November menjadi anggota pertama di negara bagian itu yang berkulit hitam.

  1. Veronica Escobar dan Sylvia Garcia.

Sejarah baru juga mencatat nama Escobar dan Garcia. Kedua juga menjadi perempuan berdarah Amerika Latin pertama yang mewakili Texas di kursi Kongres. Escobar terpilih ke Distrik 16 Texas, sementara Garcia memenangkan Distrik ke-29.

  1. Lou Leon Guerrero

Guerro mencetak sejarah sebagai gubernur perempuan pertama AS. Ia menjadi gubernur terpilih ke-9 di Guam, yang memiliki populasi sekitar 162 ribu jiwa. Kemenangannya menandai pertama kalinya dalam 15 tahun bahwa Demokrat menguasai gubernur wilayah itu.

Spanyol Temukan 17 Jenazah Migran Afrika

Spanyol Temukan 17 Jenazah Migran Afrika

KORANRADARONLINE.co.id: Petugas pertolongan Spanyol, Selasa (6/11), menyisir pantai untuk mencari imigran yang dinyatakan hilang setelah menemukan 17 jenazah migran yang tenggelam saat berusaha menyeberangi Laut Tengah dengan kapal dari Afrika Utara.

Pengawal Sipil Spanyol menga­takan telah menemukan empat jenazah imigran dan 22 orang yang selamat pada, Senin (5/11). Semua­nya berasal dari Afrika Utara.

Perahu kayu yang mereka tumpangi menabrak karang di dekat pantai, se­belah barat Selat Gibraltar. Dari 22 orang selamat, 13 dian­taranya merupakan anak di bawah umur tanpa orangtua.

Petugas mengatakan, 17 orang yang naik kapal itu dinyatakan hi­lang tetapi disebut-sebut sudah mencapai pantai Spanyol. Petugas melanjutkan pencarian terhadap 17 orang tersebut di laut dan darat.

Sebelumnya, pada Senin, pe­nye­lamat maritim Spanyol mene­mukan 80 orang, termasuk lima perempuan dan 13 imigran yang tewas di Laut Alboran, bagian dari rute migrasi Mediterania barat ke Eropa.

Para imigran itu melakukan perja­lanan dengan dua perahu yang berbeda, demikian menurut Dinas Penyela­matan Spanyol. Mereka semua dipindahkan ke daerah Melilla, yang berbatasan dengan Maroko.

PBB menyebut, lebih 2.160 orang tewas saat berusaha menye­berangi Laut Mediterania menuju Eropa pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 564 dianta­ranya berusaha menuju Spanyol.

Di Selat Gibraltar, ujung barat Me­diterania, Afrika, dan Eropa hanya terpisah sekitar 14 kilo­meter atau 8,7 mil. Namun pe­rairan yang memisah­kannya ber­bahaya karena angin kencang dan arus yang kuat.

Namun jarak yang pendek menja­dikan rute tersebut seba­gai pilihan paling disukai bagi para migran untuk menuju Eropa setelah menjauh dari kekerasan dan kemiskinan di tempat asal mereka.

Hampir 54.000 migran telah mema­suki Eropa tahun ini melalui Spanyol, lebih dari jumlah migran di Italia dan Yunani, yang sejak lama jadi tujuan migrasi beberapa tahun sebelumnya. Menurut data statis­tik PBB, seperlima dari mereka tiba pada Oktober tahun ini. (KRO/RD/analisa)

MACC Perpanjang Kerjasama dengan KPK RI

MACC Perpanjang Kerjasama dengan KPK RI

KORANRADARONLINE.co.id: Petinggi Malaysia Anti-Corruption Commission (MACC) mendatangi gedung KPK RI guna memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) terkait dengan pemberantasan korupsi.
“Ada sejumlah komisioner MACC atau KPK Malaysia hari ini. Kedatangan mereka itu untuk perpanjangan MoU KPK dan MACC,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (5/11).

Febri belum merinci MoU apa saja yang diperpanjang. Dia hanya mengatakan para komisioner MACC bertemu dengan pimpinan KPK.

Perwakilan dari MACC yang hadir ke KPK yakni, Chief Commisioner Dato’ Sri Mohd Shukri bin Abdul, Deputy Chief Commisioner (Prevention) Dato’ Shamsun Baharin bin Mohd Jamil, Director of Policy, Planning and Research Dato’ Nor Azmi bin Karim, Director of Agency Integrity Management Dato’ Junipah Binti Wandi, dan 5 officer lainnya. (KRO/RD/detik)

Kecuali Hari Jum’at, Muslim Dilarang Shalat di Taj Mahal

Kecuali Hari Jum’at, Muslim Dilarang Shalat di Taj Mahal

KORANRADARONLINE.co.id: Lembaga Survei Arkeologi India (ASI) telah melarang umat Muslim untuk melaksanakan shalat di masjid di Taj Mahal, Agra, India. Larangan itu berlaku untuk semua hari, kecuali Jum’at.

Pejabat ASI mengklaim bahwa mereka melaksanakan sebuah perintah Mahkamah Agung yang ditetapkan pada Juli lalu. ASI merupakan lembaga yang mengelola situs Taj Mahal.

Sementara itu, sebelumnya Mahkamah Agung telah menegakkan perintah dari pemerintah setempat, melarang umat Muslim yang tidak tinggal di sekitar Taj Mahal (Agra) untuk melaksanakan shalat Jum’at di masjid yang berada di dekat monumen abad ke-17 tersebut. Larangan itu dikatakan diberlakukan atas dasar keamanan Taj Mahal.

Sejak Taj Mahal ditutup untuk umum pada Jum’at lalu, warga lokal diizinkan untuk melaksanakan shalat Jum’at hingga pukul 14.00 tanpa membayar biaya masuk apapun. Namun, di hari lainnya, setiap pengunjung yang telah membeli tiket dapat mengunjungi masjid tersebut dan melaksanakan shalat hingga sekarang.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, ASI pada Minggu (4/11) mengunci ‘tangki vazu’, tempat para namazis (yang hendak shalat) membersihkan diri atau berwudhu sebelum shalat. Hal itu membuat sejumlah wisatawan kecewa.

Meskipun imam dan staf di masjid tersebut telah diminta untuk datang hanya pada Jum’at, namun Imam Syed Sadiq Ali mengatakan dia terkejut dengan aturan tersebut. Keluarga Imam Sadiq Ali telah memimpin shalat di masjid dekat Taj Mahal selama beberapa dekade. Ia diberi gaji sebesar 15 rupee per bulan.

Presiden Komite Intezamia Taj Mahal, Syed Ibrahim Hussain Zaidi, mengatakan bahwa pelaksanaan shalat di masjid tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Karenanya, kata dia, tidak ada alasan untuk memberhentikannya. Ia mengatakan, rezim saat ini, baik di pusat dan negara, memiliki pandangan anti-Muslim.

Oleh karenanya, ia mengatakan akan menemui pejabat ASI untuk membahas soal larangan itu. Pemimpin arkeolog ASI (lingkaran Agra), Vasant Swarankar, mengatakan larangan itu sesuai dengan perintah Mahmakah Agung.

“Namaz hanya dapat dilaksanakan pada Jum’at dan itupun oleh penduduk lokal saja,” kata Swarankar, dilansir di Times of India, Senin (5/11).

Aturan pada Januari 2018 yang dikeluarkan oleh hakim distrik tambahan di Agra telah melarang non-penduduk lokal Agra untuk melaksanakan shalat Jum’at di Masjid Taj Mahal.

Peraturan itu datang setelah adanya keluhan bahwa warga luar Agra, termasuk orang Bangladesh dan non-India, memasuki kompleks Taj Mahal pada Jum’at dengan dalih untuk shalat. Beberapa tahun yang lalu, Survei Arkeologi India melarang orang asing melaksanakan shalat di masjid pada Jum’at, setelah adanya kecurigaan bahwa wisatawan memanfaatkan shalat Jum’at untuk menghindari biaya masuk monument. (KRO/RD/republika)

Erdogan Tuduh Elite Saudi Bunuh Khashoggi

Erdogan Tuduh Elite Saudi Bunuh Khashoggi

KORANRADARONLINE.co.id: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (3/11) me­ngatakan, pembunuh­an warta­wan Jamal Khashoggi di­perintah­kan dari tingkat tinggi Pemerintah Arab Saudi.

Di dalam pendapat yang di­siarkan di The Washington Post, Erdogan mengatakan Turki me­ngenal para pelaku di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

“Kami juga mengetahui orang-orang itu datang untuk melaksa­nakan perintah mereka, bunuh Khashoggi dan pergi. Akhir­nya, kami mengetahui bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari ting­kat paling tinggi di Pemerintah Arab Sau­di,” ujar Erdogan.

Khashoggi, kolumnis dan warga negara Arab Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, hilang pada 2 Oktober, sete­lah dia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk memperoleh dokumen yang diperlukan untuk menikah.

Saat berada di dalam, dia segera dicekik lalu dimutilasi, kata Kantor Jaksa Istanbul.

Recep mengatakan, upaya Turki membuat dunia mengetahui Khashoggi dibunuh secara keji oleh pasukan pem­bunuh, lapor kantor berita Ana­dolu pada Sabtu pagi. Er­dogan menyatakan pem­bu­nuhan Khas­hoggi sudah diren­canakan.

“Tapi ada yang lain, perta­nyaan yang tak kalah penting yang jawabannya akan memberi sum­bangan bagi pemahaman kita me­ngenai tindakan sengaja ini,” jelas Erdogan.

Termasuk lanjutnya, kebera­daan jasad Khashoggi, identitas pelaku lokal yang diberikan jenazah, dan yang meme­rintah­kan pembunuhan tersebut.

Sayangnya, Pemerintah Arab Saudi telah menolak untuk menja­wab semua pertanyaan itu, kata Erdogan, yang berjanji akan terus mengajukan pertanyaan tersebut, penting bagi pe­nyelidikan Turki mengenai pembunuhan itu.

“Seti­daknya, dia pantas men­dapat pemakaman yang layak sejalan dengan ajaran Islam. Kita berutang itu pada teman dan ke­luarganya, termasuk mantan rekannya di The Washington Post, untuk memberi mereka kesem­patan mengucapkan se­lamat berpisah dan memberi penghor­matan kepada orang yang terhor­mat tersebut,” ka­ta Erdogan. (KRO/RD/analisa)

KBRI Kuala Lumpur Bebaskan WNI yang Terancam Hukuman Mati

KBRI Kuala Lumpur Bebaskan WNI yang Terancam Hukuman Mati

KORANRADARONLINE.co.id: KBRI Kuala Lumpur kembali membebaskan seorang WNI dari ancaman hukuman mati di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia, Sabtu (3/11).

Dalam keterangan tertulis dari Direkto­rat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri yang diterima Antara di Ja­karta, Sabtu, dijelaskan, WNI atas nama Mat­tari (40) asal Sampang, Madura, divonis bebas oleh hakim setelah pengacara KBRI Kuala Lumpur dari kantor pengacara Gooi & Azzura, memohon agar hakim memutuskan dismissed amount to acquittal, lantaran saksi dan bukti yang diajukan jaksa penuntut umum dipandang sangat lemah.

Mattari, yang bekerja sebagai pekerja kon­struksi, ditangkap pada 14 Desember 2016 di Kuala Lagat Selangor atas tuduhan me­lakukan pembunuhan terhadap seorang WN Bangladesh, tidak jauh dari lokasi be­kerjanya. Polisi yang menyidik kasus ter­sebut menduga bahwa pembunuhan dila­kukan karena cemburu kepada istrinya.

Dengan dugaan tersebut, Mattari dituntut dengan “Seksyen 302 Kanun Keseksa­an” dengan ancaman hukuman gantung sam­pai mati.

Setelah menjalani sekitar enam kali persidangan selama hampir dua tahun, pada 2 November 2018 hakim akhirnya memutuskan Mattari dibebaskan dari tuntutan hukuman mati dan pada hari yang sama dibebaskan dari penahanan.

Segera setelah dibebaskan, Mattari langsung dibawa ke KBRI oleh Tim Perlindung­an WNI KBRI Kuala Lumpur. Mattari be­lum memutuskan apakah akan tetap tinggal di Malaysia atau kembali ke Indonesia se­telah vonis bebas tersebut.

“Alhamdulillah, saya bisa bebas. Terimakasih pemerintah yang sudah perjuangkan keadilan buat saya. Terimakasih,” ujar Mat­tari dengan mata berkaca-kaca saat ti­ba di KBRI Kuala Lumpur.

Pada periode 2011-2018, terdapat 437 WNI terancam hukuman mati di seluruh Ma­laysia. Dari jumlah tersebut, 301 WNI ber­hasil dibebaskan, 18 orang di antaranya di­bebaskan pada 2018. Saat ini masih terda­pat 136 WNI berstatus terancam hukuman mati di seluruh Malaysia. (KRO/RD/analisa)

Trump Ancam Tembak Imigran yang Lempar Batu ke Tentara AS

Trump Ancam Tembak Imigran yang Lempar Batu ke Tentara AS

KORANRADARONLINE.co.id: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memperingatkan bahwa tentara-tentara AS yang dikerahkan di perbatasan Meksiko bisa menembak para imigran yang kedapatan melemparkan batu ke arah tentara AS, saat berusaha menyeberang secara ilegal.

Dituturkan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jum’at (2/11), ribuan imigran yang bergerak dari Meksiko menuju perbatasan AS telah melemparkan bebatuan ‘secara ganas dan kasar’ ke arah polisi-polisi Meksiko.
“Kita tidak akan membiarkan hal itu. Mereka ingin melemparkan batu ke militer kita, militer kita melawan balik,” tegas Trump. 

Ditambahkan Trump bahwa setiap penggunaan batu oleh para imigran bisa dianggap sebagai penggunaan senjata api, sehingga bisa dibalas dengan tembakan senjata api. Trump menyebut pergerakan para imigran ke AS sebagai ‘imigrasi ilegal tak terkendali’. 
“Saya beritahu mereka (tentara AS-red), anggap itu (batu-red) sebagai senapan. Ketika mereka melemparkan batu seperti yang mereka lakukan terhadap militer dan polisi Meksiko, saya bilang anggap itu sebagai senapan,” imbuhnya. 
Saat dimintai tanggapan untuk pernyataan Trump itu, juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Militer Jamie Davis, menyatakan bahwa pihak militer tidak membahas soal situasi hipotesis untuk penggunaan kekuatan.

“Namun pasukan kami merupakan para profesional terlatih yang selalu memiliki hak yang melekat untuk mempertahankan diri. Saya juga akan menekankan bahwa pasukan kami mendukung DHS/CBP, yang menjalani tugas-tugas penegakan hukum,” tegas Davis, merujuk pada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP). 
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan dirinya bukan seseorang yang anti-imigran, namun hanya ingin agar imigrasi dikendalikan sepenuhnya. (KRO/RD/detik)

Korban Pelecehan Seksual di Korut: Kami Dianggap Mainan Seks

Korban Pelecehan Seksual di Korut: Kami Dianggap Mainan Seks

KORANRADARONLINE.co.id: Menurut laporan kelompok HAM, Human Rights Watch (HRW), para pejabat Korea Utara (Korut) yang melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan, tanpa dikenakan sanksi apapun.

HRW mengatakan, pelecehan seperti itu sangat biasa terjadi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Laporan itu berdasarkan wawancara dengan 62 perempuan Korea Utara yang berhasil melarikan diri dari negara itu. Mereka memberikan rincian tentang perkosaan dan pelecehan seksual.

Organisasi HAM itu mengatakan, survei tersebut menunjukkan budaya pelanggaran yang terjadi secara terbuka, dan khususnya dilakukan oleh laki-laki yang memiliki kewenangan atau kekuasaan.

“Mereka menganggap kami mainan (seks). Nasib kami di tangan para pria. Terkadang, tanpa sebab, saya menangis pada malam hari,” kata Oh Jung-hee (40), mantan pedagang, pada keterangan yang tertulis dalam laporan itu.

Mengumpulkan informasi dari negara yang tertutup seperti Korea Utara sangat sulit dan laporan seperti ini sangat jarang.

Menurut HRW, sejumlah perempuan mengatakan pelecehan seksual menjadi hal yang biasa dan para perempuan merasa “bukan hal yang tak lazim”. Sebagian mengatakan pelecehan seksual menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari di Korea Utara.

Tak adanya pendidikan seksual dan penyalahgunaan kekuasaan tanpa ada pengawasan, merupakan sebagian faktor yang menyebabkan mentalitas seperti ini. Menurut laporan HRW, para pelaku termasuk para pejabat tinggi, penjaga penjara, polisi dan tentara.

Mereka yang diwawancara mengatakan, saat seorang pejabat “memilih” seorang perempuan, dia tak punya pilihan lain kecuali menurut. Ini terjadi pada seorang perempuan bernama Park Young-hee, yang mengaku pernah diperiksa oleh seorang polisi di tempat penahanan, setelah ia tertangkap karena mencoba lari dari Korea Utara.

“Dia duduk sangat dekat dengan saya. Dia juga meraba selangkangan saya beberapa kali dalam beberapa hari. Nasib saya ada di tangannya, jadi saya melakukan apa yang ia inginkan. Saya tak bisa berbuat apa-apa lagi,” kata Park Young-hee.

HRW menyerukan kepada Korea Utara untuk “mengakui terjadinya masalah kekerasan seksual” dan menjamin bahwa masalah itu “ditetapkan sebagai kejahatan”.

Laporan PBB pada 2014 sebelumnya menyimpulkan bahwa pemerintah Korea Utara melakukan “pelanggaran hak asasi manusia secara sistematis, meluas”.

Laporan PBB juga menyatakan bahwa aborsi paksa, perkosaan dan kekerasan seksual dilakukan di penjara atau tempat penahanan. (KRO/RD/bbc)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com