Ratusan Jamaah Larut Dalam Zikir di Masjid Miftahul Mengenang Peristiwa Tsunami

Image: Ratusan Jamaah Larut Dalam Zikir di Masjid Miftahul Mengenang Peristiwa Tsunami

RADARINDO.co.id – Aceh Besar: Ratusan jemaah di Masjid Miftahul Jannah Kemukiman Krueng Raya, Aceh Besar, larut dalam zikir dan doa bersama mengenang peristiwa bencana gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004.

Seluruh jamaah yang hadir dan juga pengunjung tampak larut dalam keprihatinan yang mendalam.

Apalagi mengingat peristiwa gempa Tsunami. Dimana jumlah korban meninggal dan hilang akibat bencana tersebut di kemukiman yang terdiri dari 8 desa itu saja sekitar 2.500 orang.

Kemukiman Krueng Raya mengalami dampak cukup parah akibat hantaman ombak raksasa.

Berdasarkan pernyataan Geuchik Gampong Meunasah Mon, Sofyan JH, hantaman air naik bergelombang-gelombang setelah sebelumnya sempat surut usai gempa berkekuatan 9,2 skala richter.

Waktu gempa terjadi masyarakat bertanya-tanya karena saat gempa terdengar suara dentuman mirip suara tembakan senjata di arah selatan.

“Kami kira siapa orang yang masih berperang di tengah kondisi seperti ini. Karena saat itu Aceh masih konflik,” kata Mon, Sofyan, Sabtu (26/12/2020).

Hantaman ombak menghancurkan seluruh bangunan di Kemukiman Krueng Raya.

Hanya Masjid Miftahul Jannah bisa berdiri tegak hingga sekarang. Landasan iman kepada Allah membuat masyarakat tetap kuat hingga bisa bangkit, ujarnya.

Masyarakat Kemukiman Krueng Raya sebelum tsunami berjumlah sekitar 17.000 orang. Sebanyak 2.500 meninggal dan hilang.

Kini jumlah masyarakat yang dominannya bekerja sebagai nelayan sekitar 16.200 orang.

Warga di Kemukiman Krueng Raya dikenal sangat kental menerapkan ajaran Islam. Mereka mengevakuasi sebanyak 1.000 jenazah dan melaksanakan seluruh Fardu kifayah.

Alhamdulillah, dari musyawarah dengan orang tua, teungku-teungku selamat dari tsunami memutuskan melaksanakan Fardu kifayah terhadap korban meninggal.

“Kita laksanakan proses terhadap 1.000 jenazah selama sebulan. Ketika itu kondisi kami memungkinkan melaksanakannya,” ujarnya.

Harapannya ke depan kondisi bidang pendidikan, keagamaan, dan ekonomi masyarakat semakin baik.

Sementara itu usai melakukan doa dan zikir bersama memperingati 16 tahun tsunami Aceh, pihak BKM masjid mengumumkan bahwa para jamaah bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam rangka memperingati 16 tahun gempa dan tsunami Aceh.

Lebih 100 pasien berobat dari kalangan dewasa, lansia, dan anak-anak terlihat begitu antusias mendapatkan pengobatan dari relawan medis dokter, perawat, dan apoteker, serta mendapatkan obat gratis. (KRO/RD/wspd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com