APBK 2021 Abdya Rp1 Triliun Lebih

Image: APBK 2021 Abdya Rp1 Triliun Lebih

RADARINDO.co.id-Aceh:
Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2021, Aceh Barat Daya (Abdya), disepakati dan disahkan senilai Rp1.036 triliun. Angka tersebut sesuai berita acara DPRK dan Pemkab Abdya, dalam paripurna penandatanganan berita acara persetujuan bersama, rancangan qanun APBK 2021, menjadi qanun APBK 2021 di gedung DPRK, Rabu (25/11).

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRK Nurdianto tersebut, disepakati dan disetujui, sebagaimana tertuang dalam berita acara yang disampaikan Zul Ilfan, selaku anggota Badan Anggaran DPRK Abdya, bahwa belanja daerah sejumlah Rp 1.036.931.604.914. Jumlah pendapatan senilai Rp. 948.776.055.425. Sedangkan besaran APBK Abdya tahun 2020 Rp 1.118.650.350.402.

Usai laporan Badan Anggaran DPRK Abdya, rapat dilanjutkan dengan pemandangan umum fraksi-fraksi yang disampaikan Julinardi dari Fraksi Abdya Sejahtera dan Yusran dari Fraksi Abdya Hebat.

Julinardi, dalam pemandangan umum fraksi menekankan, Pemkab Abdya harus memaksimalkan pemanfaatan terobosan berbentuk digitalisasi, dalam segala kegiatan sosialisasi, edukasi, termasuk dokumen pelaporan oleh seluruh SKPK, seperti penerapan E-Planing dan E-Kinerja. Sebab, pemanfaatan media teknologi dinilai lebih efektif dan efisien, serta memiliki jangkuan yang luas, terlebih saat ini Abdya termasuk salah satu kabupaten yang dilanda pandemi Covid-19.

Julinardi juga menilai, sumber daya manusia di tingkat desa masih sangat rendah, sehingga sangat wajar dalam pengelolaan dana desa untuk 152 desa, dengan total sekitar Rp.200 miliar lebih itu, sering terjadi kesalahan, penyimpangan yang berujung pada salah sasaran pelaksanaan program, bahkan ada yang berurusan dengan pihak hukum. “Kami harapkan, Pemkab Abdya dapat memastikan terlaksananya audit dana desa setahun sekali. Jika terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran, ataupun personel auditor, segera carikan solusi terbaik,” sebutnya.

Yusran, dari Fraksi Abdya Hebat, mengapresiasi Pemkab Abdya terkait perjuangan pembebasan lahan PT Cemerlang Abadi, untuk dikembalikan kepada daerah. Dia juga mengingatkan Pemkab Abdya, untuk menuntaskan program pembangunan jalan dua jalur, dari simpang Cot Manee hingga pusat kota kabupaten, melalui lintasan jalan nasional wilayah Kecamatan Susoh. “Dengan keterbatasan anggaran yang ada, Pemkab Abdya hendaknya mengoptimalkan pembangunan daerah yang tepat guna, serta bermanfaat bagi masyarakat, termasuk menata kembali perluasan jalan alternatif di kawasan Kota Blangpidie,” katanya.

Sementara itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH, dalam kesempatan itu mengapresiasi anggota dewan dan tim anggaran Kabupaten, yang telah menyelesaikan pembahasan demi pembahasan, dengan berbagai beban. Menurutnya, pembahasan anggaran tahun ini memiliki beban yang lumayan berat, lantaran dua tim melakukan pembahasan ditengah kebutuhan meningkat, sementara jumlah anggaran terbatas.

Akmal mengatakan, dua hal yang sangat kontradiktif pada saat kebutuhan banyak, kemampuan keuangan akibat transfer pusat dan berbagai target pendapatan juga berkurang. “Akan hal ini, kita semua dituntut untuk memilik keahlian, kesabaran melihat persoalan pada saat krisis seperti ini. Tidak semua keinginan kita bisa tercapai, kadang-kadang kita harus berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keinginan-keinginan dan sabar dengan waktu, yang mungkin tidak bisa dipenuhi,” paparnya. (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com