Pakistan Hukum Mati Pemerkosa 30 Anak

Image: Pakistan Hukum Mati Pemerkosa 30 Anak

RADARINDO.co.id-Pakistan:
Seorang paedofil yang pernah bekerja untuk organisasi Save the Children dihukum mati di Pakistan, setelah dia mengaku memerkosa 30 anak.

Dikutip dari The Sun Jumat (20/11/2020), berdasarkan keterangan dari pejabat setempat, pria bernama Sohail Ayaz itu dijatuhi tiga hukuman mati, di mana dia bakal dieksekusi dengan cara digantung. Media lokal Express Tribune melaporkan, paedofil itu dihukum mati di Pakistan setelah menculik tiga bocah laki-laki, memberikan narkoba, dan memerkosa mereka dengan keji.

“(Dia) seperti simpul ganas di masyarakat dan tidak pantas mendapatkan apa pun, selain mendapat jahitan kasar (pemeriksaan kesehatan),” tegas Hakim Jehangir Ali Gondal.

Saat membacakan vonisnya, Hakim Gondal mengatakan perbuatan Ayaz itu sangat tak manusiawi, bahkan lebih jahat dari binatang buas sekalipun. Dalam pandangan si hakim, dunia binatang sekali pun tidak sampai menyiksa anaknya.

“Dia tidak pantas mendapat simpati dalam hukuman mati ini,” kata dia. Hakim Gondal mengatakan, predator seksual itu akan menjalani eksekusi mati dengan cara digantung, dengan pelaksanaannya dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Lahore.

Dalam memperkuat vonisnya, pengadilan merujuk pada bukti puluhan ribu video dan gambar porno anak-anak di komputer milik Ayaz. Dia juga terbukti bersalah dalam dakwaan sodomi, merekam, dan menjual pornografi anak-anak selama sidang di Pengadilan Rawalpindi pada Rabu (18/11/2002) waktu setempat.

Ayaz disebut mempunyai catatan panjang kejahatan seksual pada anak-anak sebelum dia datang ke Inggris pada Januari 2008. Dia pernah diputus bersalah atas kasus melecehkan dan memotret bocah berusia 14 tahun yang identitasnya tidak bisa disebutkan.

Akuntan sekaligus ahli pembukuan bersertifikasi itu kemudian mendapat pekerjaan sebagai petugas pemantau di Save the Children pada November 2018. Saat itu, Ayaz lolos tanpa perlu melakukan pemeriksaan latar belakang karena pekerjaannya tak bersinggungan langsung dengan anak-anak.

Pengadilan di Pakistan mencatat, meski Ayaz mempunyai latar belakang pendidikan sangat baik, dia menggunakannya untuk menghancurkan generasi muda. Kasusnya mulai mencuat di Inggris 12 tahun silam ketika polisi kota Roma, Italia, menangkap paedofil yang mengaku mendapat data 15 anak Romania dari seorang pria Pakistan.

Otoritas Roma segera memberi tahu kepolisian Inggris yang mulai menggelar penyelidikan, di mana Ayaz ditangkap di markas Save the Children pada Februari 2009. Ayaz kemudian dipenjara selama empat tahun setelah mengakui perrbuatannya memerkosa bocah berusia 14 tahun, dan membuka tabir kejahatannya yang lain.

Setelah diputus empat tahun, dia dideportasi ke Italia di mana dia kembali dihukum penjara, sebelum dipulangkan ke negara asalnya. Pada November 2019, si akuntan kembali tertangkap menculik, mencecoki remaja 13 tahun sebelum kemudian memerkosanya selama empat hari. (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com