Bupati Pidie Isyaratkan Segera Mutasi Pejabat

Image: Bupati Pidie Isyaratkan Segera Mutasi Pejabat

RADARINDO.co.id – Aceh:
Bupati Pidie isyaratkan segera mutasi pejabat. Isu mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pidie dalam sepekan terakhir ini kian merebak. Tak ayal, isu ini membuat momok “menakutkan” bagi para pejabat, hingga menjadi bahan perbincangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), lengkap dengan berbagai dinamikanya di lingkungan kantor Bupati Pidie.

Konon lagi, hal itu dirasakan oleh mereka para pejabat yang diisukan bakal digeser dari jabatan “basah” (strategis) ke posisi kering. Kegundahan para pejabat yang terancam tersingkir bukan tidak beralasan. Pasalnya, selain mengisi beberapa jabatan eselon II yang selama ini kosong dan jabatan eselon III.

Abusyik juga diisukan menggantikan beberapa pejabat eselon II yang selama ini dinilai publik kurang mampu bekerja. Namun sumber-sumber Waspada.id di lingkungan Pemkab Pidie yang namanya enggan disebutkan, menolak menyebut nama-nama pejabat yang terancam tergeser dari jabatannya sekarang. Begitupun sumber –sumber Waspada.id tersebut menolak menyebutkan nama-nama pejabat yang bakal dilantik.

Bupati Pidie Roni Ahmad, biasa disapa Abusyik, beberapa waktu lalu di sela-sela menerima Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Prof.Dr. Nasir Azis, MBA bersama rombongan di Pendopo bupati Pidie, memberi sinyal jika dalam waktu dekat ini bakal menggelar mutasi pejabat di lingkungan Pemkab.

Kata Abusyik, ada empat empat jabatan yang selama ini kosong akan segera diisi dengan pejabat yang baru. Adalah, Staf Ahli Bupati Pidie, Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DSPMSTP) Pidie.

Pengisian pejabat ini lanjut Abusyik dilaksanakan sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku. Menyusul ada saran dari beberapa pihak yang menginginkan tidak perlu dilakukan Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (LJPTP), dengan dalih sudah ada pejabat yang telah lulus LJPTP beberapa waktu sebelumnya.

Bupati Pidie isyaratkan, “Ketika berbicara aturan. Kita buka aturan sama-sama. Nah, disitu kita pelajari. Nah, aturan hari ini bagaimana dan aturan yang sudah ada bagaimana. Apakah aturan yang dikeluarkan hari ini sudah dinonaktifkan. Kalau belum bagaimana mengeluarkan aturan baru sekarang,” kata Abusyik.

Di lain tempat, Firman, pemerhati pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Pidie, menilai sikap Bupati Pidie Roni Ahmad, mengedepankan aturan, membuka kembali Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (LJPTP) untuk mengisi empat jabatan eselon II yang kosong selama ini sudah sangat tepat.

Untuk itu, Firman menyarankan Bupati Roni Ahmad segera membuka LJPTP. “Jangan sampai berlarut, dan sehingga empat jabatan itu terus kosong, sehingga berdampak pada lemahnya roda pemerintahan,” saran Firman.

Hal ini menurut Firman, perlu menjadi perhatian serius bagi Bupati Pidie Roni Ahmad agar pelayanan terhadap masyarakat Pidie tidak terganggu.

“Saya yakin Abusyik. Apalagi pak Sekda Idami tahu instansi mana yang selama ini kerjanya lamah sehingga muncul berbagai aksi protes dari kalangan pegawai didalam sendiri sehingga berdampak pada buruknya pelayanan terhadap masyarakat secara umum. Ini saran saya kepada Abusyik sebagai Bupati, pak Wabup serta pak Sekda agar serius diperhatikan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pidie,” tandasnya. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com