Indonesia Bukan Negara Penerima Pengungsi

Image: Indonesia Bukan Negara Penerima Pengungsi

RADARINDO.co.id – Aceh:
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia mengadakan diskusi publik tentang disemnisai penanganan kejahatan lintas negara dan penyeludupan manusia di Universitas Malikussaleh (Unimal), Kota Lhokseumawe, Rabu, 18 November 2020.

Diskusi yang mengangkat masalah pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh itu juga digelar atas kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Hukum dan HAM RI, Polda Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Unimal.

Sebagai pembicara dihadirkan Direktur HAM dan Kemanusiaan Kemenlu Achsanul Habib, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Sony Sanjaya, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Aceh Herdaus, Kelompok Ahli Pemerintahan, Satgas PPLN Masykur, Kelompok Ahli Keimigrasian Satgas PPLN, Gatot Subroto dan Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Unimal Kemal Fasya.

Selain itu, juga dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto, Wakapolres Lhokseumawe Kompol Raja Gunawan, Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia Ann Mayman, unsur ACT, akademisi, instansi pemerintahan, panglima laut, keuchik dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Direktur HAM dan Kemanusiaan, Kemenlu, Achsanul Habib, menyampaikan, bahwa ada persoalan yang sangat mendasar dalam interaksi antara pemerintah pusat maupun unsur Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan UNHCR di lapangan menyangkut pengungsi Rohingya di Aceh. Artinya, ada tidak sinkronnya mengenai penanganganan mereka, pada dasarnya pemerintah selalu melakukan koordinasi terkait permasalahan itu bersama pihak UNHCR.

Habib juga mengharapkan ke depan UNHCR agar lebih transparan lagi dalam hal informasi berkaitan dengan Rohingya. Berbicara tentang penyelundupan manusia, lanjut Habib, itu merupakan perbuatan yang bertujuan mencari keuntungan baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk diri sendiri atau orang laing yang membawa seseorang maupun kelompok orang. Hal itu baik secara terorganisasi ataupun tidak, dan yang tidak memiliki hak secara sah untuk memasuki wilayah Indonesia dan lainnya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Sony Sanjaya, menjelaskan, pihaknya juga telah mengungkap terhadap sejumlah orang diduga  penyelundupan imigran Rohingya ke Aceh. Itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkapkan hal tersebut.

Menurut Sony, apabila terlalu bebas mereka bisa berkomunikasi dengan pihak luar, maka yang terjadi seperti salama ini ada melarikan diri atau lainnya. “Siapa yang tahu di tempat pengungsian mereka melakukan koneksi dengan orang mana saja? Sulit dijangkau itu, bisa saja mereka dihubungi oleh pelaku-pelaku kejahatan manusia. Inilah permasalahan yang perlu diperhatikan secara bersama-sama,” tegasnya. (KRO/RD/anlsa)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com