Pecal Kuliner Tradisional Tetap Dicari dan Diminati Penggemarnya

Image: Pecal Kuliner Tradisional Tetap Dicari dan Diminati Penggemarnya

RADARINDO.co.id-Medan:
Mengulas kuliner yang bernama Pecal itu, sepertinya hal yang biasa dan lumrah. Yang menjadi luar biasa itu adalah seberapa sering di rumah kita tersaji kuliner tersebut.

Apa yang menjadi sebab?

Untuk menyajikan Pecal yang siap santap di butuhkan beragam jenis sayuran. Mulai dari daun singkong, kol, kacang panjang, tauge, daun pepaya, bayam dan kangkung.

Sementara pengolahan bumbunya juga butuh waktu.  Terlalu banyak bumbu diolah tentu lama pula mengkonsumsinya dan pastinya akan mengurangi cita rasa, karena tak langsung habis. Oleh karena itu, para ibu-ibu biasanya memasak pecal di hari-hari besar seperti Hari Raya, di mana biasanya bumbunya sudah dipersiapkan terlebih dahulu.

Selanjutnya tinggal merebus sayuran yang dibutuhkan. Berikutnya menyiapkan gorengan seperti tempe, tahu, ditambah kerupuk atau emping. Sehingga makan bersama keluarga besar akan menjadi semakin lahap. Apalagi ada campuran kuah rendang atau gulai ayam kampung sebagai lauknya.

Ada begitu banyak alasan dan ulasan mengapa pedagang pecal sangat sedikit sekali dibandingkan dengan yang lainnya, bakso misalnya. Dari suatu kawasan, hunian dan perkampungan hanya 1001 sebagai perbandingan, diantaranya:

1. Sayuran yang sudah di masak tidak dapat di pergunakan dan dijual untuk esok harinya.
2. Batas waktu jualan yang singkat, tidak ada lagi pembeli Pecal di malam hari.
3. Pecal, sifat makanan butuh waktu di penyajiannya hingga siap santap.

Nah…untuk anda yang kepengen sesekali menyantap Pecal di sekitaran Medan dan sekitarnya ada tempat makan Pecal yang benar-benar lezat dan nikmat. Kalau di bakery ada istilah “fresh from the oven” maka kalau Pecal menggunakan istilah “fresh from the Cobek” perpaduan rasa asin, manisnya gula aren, serta asam Jawa sangat pas sekali.

Soal selera pedas boleh disesuaikan, ringan, sedang atau sangat pedas. Bumbu kacang tanahnya yang di uleg begitu kental sekali.

“Saya sudah berjualan kurang lebih 16 tahun” ujar mbak Wulan kepada awak media ini. “Ada juga mas, yang minta bakwan atau pisang goreng bumbu Pecal. Ada juga yang minta bumbu kecap, apa yang jadi selera pembeli lah”, ujarnya.

Selain pecal, tersedia juga aneka gorengan, kopi, teh manis panas dan teh manis dingin. Warung Mbak Wulan ini terletak di Jalan Sidomulyo Pasar 9 Dusun 6 Desa Tembung. Suasana nyaman terasa saat memasuki warung tersebut karena menggunakan atap seng asbes sehingga tidak panas.

Meja yang di modifikasi menggunakan granit sehingga selalu bersih dan rapi. Untuk penikmat kuliner, coba luangkan waktu anda untuk icip-icip Pecal Mbak Wulan. Dan jangan khawatir soal harga, sepadan dengan citarasa. “Murah pokoke” sambil berpromosi. (KRO/RD/BUD).

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com