Industri Sawit Nasional Mengalami Perkembangan Pesat

Image: Industri Sawit Nasional Mengalami Perkembangan Pesat

RADARINDO.co.id – Medan :
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan, industri sawit nasional terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan industri kelapa sawit di Indonesia memiliki kontribusi sangat besar bagi perekonomian Indonesia delapan tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan Derom Bangun pada peringatan ‘Hari Sawit Nasional’ yang ditetapkan pada 18 November. Peringatan Hari Sawit Nasional dengan tema ‘Sawit Indonesia Untuk Kejayaan Bangsa’ tersebut dilaksanakan melalui ruang virtual Zoom, Rabu (18/11).

“Pada hari ini, 18 November 2020, kita menyambut Hari Sawit Nasional yang telah ditetapkan berdasarkan penelitian bersama dengan PPKS Medan. Kami akan menyampaikan perkembangan industri sawit Indonesia, tantangan yang dihadapi, masa depannya dan usul-usul untuk meningkatkan iklim usaha dan daya saing di pasa global,” sebut Derom Bangun.

Dia menyebutkan, Hari Sawit Nasional yang diperingati ini merupakan hari yang penting untuk dijadikan saat mengevaluasi kemajuan yang dicapai dan tantangan yang dihadapi untuk memajukan industri sawit ke depan.

Dia mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu, Industri kelapa sawit mampu memberikan nilai ekpor sekitar US$20,5 miliar. Bahkan di tengah situasi pandemi Covid-19, tahun ini nilai ekspor kelapa sawit tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun 2025.

“Pasar Domestik diproyeksikan tumbuh dari 10,9 juta ton di tahun 2019, menjadi 12,6 juta ton di tahun 2025. Kemudian ditambah BBN dari 5,8 juta ton di 2019 menjadi 32,4 juta ton di tahun 2025,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah tantangan internal maupun eksternal yang masih menjadi persoalan seperti ketidakpastian berusaha akibat ego sektoral dan tantangan operasional dalam budidaya, industri sawit terus meningkat dengan melahirkan berbagai terobosan dan inovasi baik di bidang tradisional seperti refine and unmodified oli, energi, sampai dengan oleochemical.

Pada bidang usaha tradisional, lanjutnya, kelapa sawit yakni refining and unmodified oil, kebijakan Bea Keluar (BK) dan Tarif Bea Keluar dengan PMK No.11/2011 mendorong hilirisasi. Hal ini terlihat dari Kapasitas Refinari dari 46 juta ton pada tahun 2011 menjadi 65 juta ton pada tahun 2019.

Pada bidang Energi, salah satu terobosan yang menjadi perhatian adalah Katalis Merah Putih, dimana perubah sawit menjadi biohidrokarbon dapat menjadi asupan Kilang Biohidrokarbon untuk menghasilkan Diesel Bio H dan juga Bensin Bio H. Selain itu, juga telah dikembangkannya produk minyak sawit spesifikasi baru yang disebut IVO atau Industrial Vegetable Oil.

“Uji-demi plant Biohidrokarbon berkapasitas 1.000 liter/hari akan dilaksanakan pada awal Desember 2020. Diperkirakan detail engineering drawing diproyeksikan selesai pada April 2021,” ujar Derom.

Peringatan Hari Sawit Nasional tersebut dihadiri sejumlah tokoh, pejuang, dan petani sawit seperti Bambang Wiguna (Ketua dan Sekretaris DMSI), mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Sahat Sinaga (APOLIN), Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI), Tolen Ketaren (Ketua Umum DPP Asosiasi SAMADE), Gulat Manurung (Ketua Umum DPP APKASINDO). Darmono Tariwiyono (Ketua Umum MAKSI), Soejai Kartasasmita, Hasril Hasan Siregar (PPKS dan BPS PKS) dan lainnya. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com