Polres Abdya Tetapkan Tersangka Pencabulan

Image: Polres Abdya Tetapkan Tersangka Pencabulan

RADARINDO.co.id – Aceh :
FD, 32, warga Kecamatan Setia, Aceh Barat Daaya (Abdya), ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Abdya, atas dugaan pencabulan terhadap dua anak di bawah umur, pada Minggu sore (4/10) lalu, sekira pukul 18.30 WIB, di kediaman orang tua korban.

Penetapan tersangka terhadap FD, diungkapkan Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, melalui Kasat Reskrim Erjan Dasmi STP, dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Rabu (18/11). Dalam konferensi pers hari itu, Kasat Reskrim Erjan didampingi Kabag Ops AKP Haryono dan Kabag Sumda Teuku Muhammad SH.

Kasat Reskrim Erjan mengungkapkan, saat pencabulan yang menimpa 2 orang bocah yang masih berusia 5 tahun dan 6 tahun itu, kedua korban sedang tertidur di sebuah kamar rumah milik ayah korban, di Kecamatan Kuala Batee.

Setelah kejadian, tersangka sempat melarikan diri, karena perbuatan bejatnya itu diketahui oleh orang tua korban, yang langsung membuat laporan polisi ke SPKT Polres Abdya pada Senin (2/11) lalu, sekira pukul 13.00 WIB siang. Laporan polisi langsung dilakukan ibu kandung korban.

Namun, pelarian tersangka harus berakhir ke balik tahanan, karena polisi berhasil memburu dan meringkus pelaku pada Senin (16/11) lalu, sekira pukul 14.40 WIB, di kawasan Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara pada.

Saat diringkus dan digeledah, polisi juga menemukan satu paket narkotika jenis sabu, didalam dompet tersangka. Bahkan, menurut pengakuan tersangka, dirinya memang sudah menjadi ketergantungan terhadap barang haram tersebut.

Erjan juga mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kondisi tersangka saat melakukan aksi pencabulan itu, apakah dalam kondisi sangau akibat sabu, ataupun tidak. Karena katanya, hal itu perlu dilakukan pendalaman, dengan melibatkan Satres Narkoba Polres Abdya.

Berdasarkan kronologis kejadian, juga dari hasul pemeriksaan tersangka tambah Erjan, diketahui tersangka pada saat itu juga sedang berada di rumah orang tua salah satu korban. Melihat korban sedang tertidur di kamar, tersangka mencoba masuk dan mengunci pintu dari dalam, serta memaksa salah seorang korban. Karena korban tidak mau menuruti kemauannya, tersangka memberikan uang dua ribu rupiah kepada salah seorang korban, untuk membeli kue di warung terdekat.

Salah seorang korban sempat berteriak dan nyaris diketahui oleh paman korban. Akan tetapi, tersangka berhasil berkilah bahwa salah seorang korban itu dikatakan sedang mengigau. Begitu tersangka meninggalkan tempat kejadian, barulah salah seorang korban menceritakan kejadian itu kepada ibunya.

Terakhir, Kasat Reskrim Erjan menguraikan, tersangka dijerat dengan pasal 76 huruf E Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 jo pasal 82 ayat (1), Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun, ditambah denda maksimal Rp 5 miliar. “Berkas perkara sedang kita lengkapi dan segera dlimpahkan ke Kejari Abdya,” pungkasnya. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com