Kejari Abdya Musnahkan Barang Bukti 46 Kasus

Image: Kejari Abdya Musnahkan Barang Bukti 46 Kasus

RADARINDO.co.id-Aceh:
Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya), Selasa (17/11) memusnahkan barang bukti dalam beberapa kasus diantaranya, dari tindak pidana oharda (orang dan harta benda), tindak pidana narkotika, dan tindak pidana TPUL (tindak pidana umum lainnya) yang berjumlah 46 kasus. Kasus itu ditangani sejak Oktober 2019-Oktober 2020.

Kajari Abdya, Nilawati SH MH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut berupa ganja seberat 966,893 gram, sabu seberat 67,24 gram, bong 9 (alat hisap) 7 pcs, kaca pirex 9 buah dan sejumlah barang bukti lainnya. “Untuk barang bukti sabu dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan blender, sedangkan ganja serta sejumlah barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Disebutkan, pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap itu merupakan tugas jaksa untuk melaksanakan putusan pengadilan sebagaimana yang diamanatkan pasal 270 KUHAP dan melaksanakan tugas serta kewenangan kejaksaan di bidang pidana umum sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 30 ayat (1) huruf b undang-undang nomor 16 tahun 2004. Tujuan pemusnahan itu agar barang bukti tidak hilang dari tempat penyimpanan ataupun tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Dengan adanya pemusnahan barang bukti itu diharapkan tingkat kejahatan akan berkurang dan Abdya tetap kondusif.

Sementara itu Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT berharap agar prosesi eksekusi barang bukti itu tidak sebatas melenyapkan kasus-kasus pelanggaran hukum saja. Melainkan momentum bersama dalam menyikapi sebuah pelanggaran hukum hendaknya benar-benar dipahami dengan baik dan bijak. Agar grafik segala pelanggaran hukum di Abdya semakin menurun.

Ditambahkan, sepanjang tahun 2020 ini sudah banyak perkara pelanggaran hukum terjadi. Ini semua menjadi pukulan keras bagi Abdya. Karenanya dia mengharapkan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Abdya yang lebih bersih, tentram dan aman.

“Harapan ini tentu tidak semudah yang diucapkan. Melalui kegiatan ini pula kami mengajak seluruh elemen terkait, mari bekerja keras bahu-membahu, saling kokoh dan saling bersinergi dalam menekan angka pelanggaran hukum di Abdya,” imbuhnya. (KRO/RD/Realita)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com