Tabrak Polisi Saat Ditangkap, 2 dari 3 Spesialis Jambret Terkapar Ditembak

Image: Tabrak Polisi Saat Ditangkap, 2 dari 3 Spesialis Jambret Terkapar Ditembak

RADARINDO.co.id – Medan :
Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus 3 tersangka spesialis jambret yang kerap di Kota Medan. Bahkan, 2 dari 3 pelaku yang merupakan residivis kambuhan ini terkapar ditembak petugas di bagian kakinya karena nekat menabrak polisi saat akan ditangkap.

Menurut informasi yang diperoleh di kepolisian, ketiga tersangka yang diringkus masing-masing Ali Adam (28) warga Jl. HM Yamin Gg. HM Said No. 07A, Kel. Sei Kera Hulu, Kec. Medan Perjuangan, M. Hadji (21) warga Jl. M. Yakub Gg. Tini No 17, Kel. Sei Kera Hilir II, Kec. Medan Perjuangan dan Hendra Sani alias Bajol (31) warga Jl. Tirto No. 16/12 I, Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko melalui Kanit Pidum Iptu Ardian Yunnan, Senin (16/11/2020) malam, mengatakan, ditangkapnya ketiga tersangka berdasarkan laporan Renata Pangaribuan (40) warga Jl. Dairi Gg. Mawar No.9 D Kec. Medan Barat. Dalam laporannya korban dijambret di Jl. HM Yamin, Kec. Medan Timur, Kamis (12/11/2020).

Mendapat laporan korban, kata Yunnan, petugas lalu melakukan penyelidikan. Alhasil, petugas mendapat informasi tentang keberadaan para pelaku yang sedang berada di kawasan Medan Perjuangan, Jumat (13/11/2020) sekira pukul 22.00 WIB. Tanpa membuang waktu, petugas langsung meluncur ke lokasi yang dilaporkan.

Lebih lanjut dijelaskan Riko, melihat tersangka kabur, petugas lalu memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun kedua tersangka tidak menghiraukannya. Bahkan, kedua tersangka melakukan perlawanan dengan cara menabrak 3 personil timsus yang berusaha menghalangi pelarian kedua tersangka.

Setelah jatuh dari sepeda motornya, kedua tersangka masih tetap berusaha melarikan diri dari sergapan petugas. Tak mau buruannya kabur, petugas kemudian melakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka Hadji dan Hendra Sani yang mengenai kaki keduanya yang mengakibatkan pelaku tidak bisa melarikan diri lagi.

Para tersangka mengakui perbuatannya dan mempunyai peran masing-masing saat beraksi. Tersangka Hendra Sani berperan sebagai joki sepeda motor dan merupakan residivis kasus penjambretan yang sudah 3 kali masuk penjara. Kemudian, tersangka M. Hadji berperan sebagai penarik (penjambret) tas korban dan merupakan residivis kasus begal dan jambret yang sudah 4 kali keluar masuk penjara.

Sedangkan tersangka Ali Adam berperan sebagai joki sepeda motor dan residivis kasus narkoba serta penjambretan yang sudah 2 kali masuk penjara. Sebagai barang bukti, petugas menyita 2 unti sepeda motor masing-masing Honda Scoopy dan Vario, 5 unit Hp, tas sandang, 1 set kuncj T, sebuah jam tangan dan sebuah dompet warna hitam. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com