Mengenang Wejangan Pendiri TAKO: Think Right Say Right Act Right

Image: Mengenang Wejangan Pendiri TAKO: Think Right Say Right Act Right

RADARINDO.co.id-Medan: Adalah suatu hal kebiasaan dan ciri khas Alm Drs Syahrun Isa (Suhu) pendiri, pencipta tata gerak dan pencetus lahirnya perguruan seni beladiri TAKO Indonesia, usai memimpin latihan.

Beliu selalu memberikan wejangan dan menguji kemampuan olah fikir dan olah gerak para murid-murid Tako.

Seperti halnya sore itu, di Dojo Sasana Krida Jalma Utama Jalan IAIN No 3 Medan. Panggilan Suhu adalah merupakan panggilan penghormatan murid TAKO kepadanya, duduk berhadapan dengan anggota Sabuk Hitam, menyampaikan beberapa wejangan sebelum menutup latihan.

Saat itu Guru Besar TAKO Drs Syahrun Isa atau Suhu berujar, think right (berfikir benar), say right ( berkata benar), act right, (bertindak benar).

Tahukah kalian, berfikir benar, berkata benar dan bertindak benar itu, sebut Suhu mengulangi ucapannya, memancing daya nalar para murid TAKO dari apa yang di sampaikannya.

Sebelum dijawab para muridnya, beliu dengan santun, bercerita, membuka cakrawala memberikan Edukasi terkait hal tersebut.

Menurut pria kelahiran Tebing Tinggi sambil berujar “waktu itu, saya sedang bersama seorang wanita, dan seperti sedang melakukan ciuman”.

Terkait hal itu, tentu sekilas orang akan menilai, wah, Suhu telah melakukan perbuatan asusila (Cabul) kepada wanita, terangnya.

“Persoalan tersebut pun cepat menyebar dan sampai ke telinga orang lain yang tak tahu persis sebenarnya apa yang terjadi,” ungkap Suhu.

Dampaknya, tidak hanya saya sendiri, tapi keluarga, istri dan anak-anak akan menanggung malu atas kejadian tersebut.

Padahal ketika itu, jelas Suhu lagi, saya sedang melakukan pertolongan awal, kebetulan seorang wanita tenggelam di sungai, mengangkatnya ketepi dan saya melakukan pernafasan buatan dengan cara meniup mulutnya agar bisa siuman.

Oleh karenanya ungkap Suhu, setiap persoalan yang terjadi, hendaknya kita melihatnya dengan yang benar pula.

Setiap persoalan itu, didengar, dilihat, dan disaksikan langsung (atau mencari informasi akurat) seterusnya barulah kita membuat penilaian dan menyampaikannya dengan benar dan pada saat yang benar, tutupnya.

Seiring perjalanan waktu, tak terasa sore itu kami latihan waktu hampir menjelang Maghrib, dan sesi latihan ditutup dengan peradatan Tako (saling melakukan penghormatan dengan cara menundukkan kepala).

Para siswa masing-masing pulang membawa pesan wejangan dari Suhu, untuk bisa diterjemahkan dalam kehidupannya.

Demikian ungkapan dan mengingat pesan yang langsung dialamai Hasan Basri Siregar (Hari’S) siswa Tako di era awal tahun delapan puluhan, Senin (16/11/2020).

Pria yang mengenal awal dunia jurnalistik dari media BSF ini akan terus mengaplikasikan pesan Suhu untuk berfikir benar, berkata benar dan bertindak benar.

“Hemat saya, wejangan yang disampaikan Suhu untuk menguji kemampuan olah fikir dan olah gerak sangat tepat dan harus diaplikasikan dalam diri setiap orang”, ujar pria memiliki nama lengkap Hasan Basri Siregar yang juga pelatih senior TAKO di Medan, Saat melakukan perbincangan santai di Kopi Teras dengan Tim media Radar Selasa (17/11). (KRO/RD/Hari’S)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com