Kampung Wisata Bunga Itu Bernama Bangun Sari

Image: Kampung Wisata Bunga Itu Bernama Bangun Sari

RADARINDO.co.id-Deli Serdang: Embun pagi masih menyisakan butiran bening di pucuk hijau dedaunan. Semburat sinar Matahari belum sepenuhnya muncul ke permukaan. Setelah sebelumnya sore hari hujan mengguyur Kota Medan sekitarnya.

Hawa dingin tak menyurutkan warga untuk memulai aktivitasnya, termasuk kawasan Bangun Sari – Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Dimana sebahagian besar warganya adalah bermata pencaharian sebagai pedagang bibit buah-buahan dan tanaman hias. Hujan membawa berkah, sehingga pagi itu tak perlu menyiram tanaman.

Samino (52) adalah salah seorang warga desa setempat yang giat memulai aktivitas paginya memeriksa tanaman bibit Mangga, tangannya begitu cekatan menyusun polybag mini sambil sesekali mencabut rumput.

Pria berdarah Jawa yang memiliki empat orang anak itu sangat ulet dan kreatif melakoni profesinya sebagai pedagang bibit buah buahan dan tanaman hias.

“Saya memulai usaha ini sejak tahun 2001. Awalnya saya bekerja sebagai karyawan pabrik di Tanjung Morawa”, ujarnya memulai cerita.

“Karena lingkungan banyak yang membudidayakan tanaman hias maka tergerak hati saya untuk menambah pendapatan keluarga”, lanjut pria yang berdomisili di Desa Bangun Sari.

Sekarang, katanya lagi, sebagian besar warga di sini berdagang bibit buah dan tanaman hias.

Dari pengamatan wartawan RARARINDO.co.id GROUP KORAN RADARAda Budi, ternyata begitu banyak para pedagang tanaman hias selain pak Samino.

Sebagian mereka berkelompok menyewa lahan. Bahkan dalam satu lahan, ditempati sampai 7 orang. Seperti di Jln Harapan, Desa Bangun Sari Baru.

“Rezeki sudah ada yang mengatur, dan rezeki itu takkan pernah tertukar, yang penting kita harus berusaha” ujar salah seorang petani bunga lainya yang tak mau disebutkan namanya.

“Kawasan ini sekarang menjadi tempat tujuan wisata sepanjang hari. Apalagi disaat hari libur kawasan ini menjadi begitu ramai oleh kenderaan roda dua dan empat”, tuturnya dengan wajah senyum.

Bermacam jenis bunga serta bibit buah-buahan, tersusun rapi di dalam polybag. Ada Bunga Kamboja, Bougenville, Kemuning, Melati Cina, Anggrek, Mawar, Melati Mini, Lavender dan berbagai jenis Pinang hias hingga Bonsai dari jenis pohon semua ada.

Ada Bonsai Cemara Udang, Asam Jawa, Serut dan Beringin. Untuk Bibit buah-buahan ada bibit Durian, Rambutan, Mangga, Jeruk, Jambu Madu dan Kedondong dan lain-lain. Ribuan jenis tanaman ada dikawasan ini.

Keahlian dalam okulasi membuat jenis tanaman semakin banyak ragamnya. Kesabaran dan jiwa seni membonsai semakin membuat harganya semakin mahal.

Roda perekonomian, perlahan namun pasti membuat kehidupan masyarakat di kawasan ini mulai meningkat. Tumbuh kembangnya kawasan perumahan, Bandara dan Jalan Tol menjadikan permintaan akan jenis tanaman hias semakin tinggi. Maka tak heran, jika ada yang sampai diangkut dengan kontainer.

Untuk mencapai tempat ini banyak akses, masuk dari Gang Darmo dan Gang Sumber juga bisa. namun yang lebih terkenal adalah Gang Mardisan.

Selain itu akses masuk ke arah jalan Bandara Kuala Namu juga bisa. Ada sebuah gapura sebagai tanda untuk masuk ke Gang Mardisan yang bertuliskan “Wisata Bunga Bangun Sari” selanjutnya, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan indah di sepanjang jalan.

Kita akan menemukan bunga yang beraneka warna serta pepohonan yang teduh. Rasanya ingin terus menjelajah semakin jauh…jauh…dan lebih jauh lagi menikmati indahnya kawasan ini.

Tak hanya tanaman belaka, sebagian warga ada yang menjual pot dengan berbagai ukuran, ada yg menjual pupuk kompos serta obat-obatan.

Nah…untuk anda bila berkunjung ke Kota Medan sekitarnya, cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mengunjungi kawasan wisata ini.

Lokasinya juga aman untuk para pengunjung. Rasa nyaman dan aman ini dikondisikan oleh warga sekitar, agar pengunjung datang kembali, menyampaikan kepada para sahabat dan keluarga untuk berkunjung ke Desa Bangun Sari dan Desa Bangun Sari Baru.

Sayang sekali bila kesempatan yang ada di lewatkan begitu saja. Tidak hanya itu, Pemerintah Daerah sudah semestinya mengalokasikan lahan mendukung para kelompok tani atau pedagang bibit buah buahan dan tanaman his. Selamat berwisata !!. (KRO/RD/BUDI)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com