Kejari Lhokseumawe Musnahkan Barang Bukti Senpi Ilegal dan Narkoba

Image: Kejari Lhokseumawe Musnahkan Barang Bukti Senpi Ilegal dan Narkoba

RADARINDO.co.id-Aceh:
Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe melakukan pemusnahan barang bukti (BB) berupa senjata api ilegal dan narkoba hasil sitaan sepanjang tahun 2020. Kegiatan itu berlangsung di halaman kantor jaksa setempat, Rabu.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara memotong sepucuk senjata api jenis pistol baretta dengan mesin pemotong besi agar menjadi potongan kecil dan tidak bisa digunakan lagi. Selanjutnya, pembakaran seluruh barang bukti yaitu, 5,7 kilo gram ganja dan 35,58 gram sabu yang dikumpulkan pada empat tempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe, Mukhlis, Rabu (11/11), mengatakan. Pihaknya melakukan pemusnahaan barang bukti merupakan sitaan dari 22 kasus yang telah berhasil ditangani hingga berkekuatan hukum tetap terhitung sejak Juli hingga November 2020.

Pemusnahan barang bukti pistol, ganja dan sabu itu disaksikan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya, Kepala BNN Lhokseumawe-Aceh Utara Fakhrurrazi, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol. Arm. OKE Kristiyanto dan sejumlah pejabat penting lainnya.

“Tadi semua barang bukti yang kita sita dari 22 kasus dengan jumlah 24 tersangka sudah kita musnahkan dengan baik. Pemusnahan kita lakukan di hadapan para undangan dan Forkopimda Lhokseumawe. Alhamdulillah proses pemusnahan berjalan lancar,” ujarnya.

Mukhlis menyebut, senjata api illegal jenis pistol baretta merupakan senjata api milik pelaku kejahatan narkotika. “Tadi sudah kita potong-potong hingga sama sekali tidak dapat difungsikan lagi. Bukan hanya pistol tetapi kita juga memusnahkan pelurunya,” ungkap dia.

Mukhlis menjelaskan sejak beberapa bulan bertugas di Kota Lhokseumawe, kasus yang paling tinggi adalah narkoba. Hingga saat ini, untuk kasus narkoba telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mencapai lebih dari 100 kasus. “Paling tinggi kasus narkoba dibanding tindak pidana lainnya,” tegasnya.

Berbagai kasus narkoba berhasil diungkap berkat koordinasi antara penegak hukum dengan pemerintan terbilang cukup baik. Tidak hanya itu, masyarakat juga terlibat aktif dalam menegakkan hukum dan memberantas narkoba di Lhokseumawe,” sebutnya. (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com