Ratusan Pemukiman Terancam Amblas Di Abdya

Image: Ratusan Pemukiman Terancam Amblas Di Abdya

RADAINDO.co.id-Aceh:
Kurang lebih sepanjang 20 meter tanggul beton pangaman tebing sungai di Dusun Sejahtera, Desa Drien Jaloe, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya), ambruk dihantam ganasnya arus Krueng (sungai) Tangan-Tangan. Akibatnya, ratusan rumah penduduk yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), terancam amblas ke dasar sungai.

Informasi yang diterima oleh Waspada.id, Rabu (11/11) diketahui, ambruknya tanggul pengaman tebing, sekaligus pengaman ratusan rumah penduduk dari terjangan arus di kawasan itu, terjadi sekitar kurang lebih 2 minggu yang lalu. Saat itu, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Abdya dan sekitarnya, yang mengakibatkan sejumlah aliran sungai di daerah ‘Nanggroe Breuh Sigupai’ Abdya meluap.

Demikian juga halnya dengan Krueng Tanga-Tangan. Luapan sungai yang dikenal dengan arus yang ganas itu, dilaporkan sempat menggenangi dan merendam pemukiman penduduk. Sejumlah insfrastruktur juga dilaporkan rusak. Salah satunya yang rusak adalah tanggul pengaman tebing di Dusun Sejahtera, Desa Drien Jaloe, Kecamatan Tangan-Tangan. Selama ini tanggul dimaksud berfungsi untuk menahan laju arus saat sungai meluap, yang mengancam pemukiman penduduk.

Akibat ambruknya tanggul dimaksud, kondisi saat ini sangat mengkwatirkan. Meskipun sungai tak meluap, hanya penambahan debit air saat hujan, tebing sungai itu dipastikan runtuh terseret air erosi sungai. “Kami khawatir, pemukiman penduduk di kawasan ini akan amblas ke dasar sungai, jika tanggul ini tidak segera ditanggulangi,” sebut Hamdani, salah seorang warga setempat.

Permasalahan lain menurut Pardianto, Kepala Desa Drien Jaloe di lokasi, dengan ambruknya tanggul pengaman tebing itu, pemukiman penduduk yang hanya berjarak beberapa meter dari tebing sungai, dipastikan terancam. Pasalnya, lokasi tanggul yang ambruk itu, berada persis di patahan tikungan alur sungai.

Pasca ambruk minggu lalu tambahnya, guna mengamankan pemukiman penduduk dari terjangan arus, juga untuk menjaga agar tanggul tidak kian panjang ambruknya, warga sempat menanggulangi secara darurat dengan memasang pancang bambu dan karung berisi pasir. Tujuannya, saat sungai meluap, terjangan arus tidak menghantam langsung, karena sudah ditahan pancangan bambu dan karung pasir.

Sayangnya lanjut Pardianto, ganasnya arus Krueng Tangan-Tangan yang terkenal, tidak mampu ditahan pancangan bambu dan karung pasir. Arus bebas kembali mengantam dan mengancam sisa tanggul yang belum ambruk. “Selain pemukiman penduduk, ambruknya tanggul juga mengancam satu unit kilang padi, yang hanya berjarak lima meter dari tebing sungai,” ungkapnya.

Pardianto menambahkan, pihaknya sudah melaporkan secara resmi terkait kondisi tanggul, juga ancaman yang akan dihadapi jika tidak segera ditanggulangi, kepada Badan Pananggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya. “BPBK berjanji akan segera turun untuk mengecek ke lokasi. Sayangnya, hingga hari ini belum ada kejelasan,” kata Pardianto, Kepala Desa Drien Jaloe, yang merangkap Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Tangan-Tangan itu.

Malahan katanya, saat dikonfirmasi ulang, pihak BPBK menyarankan kepadanya selaku kepala desa, untuk membuat permohonan dan langsung menghadap Bupati Abdya, untuk penanganannya. “Harusnya BPBK turun dulu ke lokasi, tinjau kondisi di lapangan. Jangan hanya bermain di belakang meja,” sesalnya. (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com