Poldasu Bentuk Timsus Selidiki 3 Bocah Hilang di Langkat

Image: Poldasu Bentuk Timsus Selidiki 3 Bocah Hilang di Langkat

RADARINDO.co.id-Medan:
Peristiwa hilangnya tiga bocah warga Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, sejak Minggu (18/10) lalu hingga kini masih menjadi misteri.

Berbagai upaya telah dilakukan pihak berwajib, namun belum juga membuahkan hasil. Karena itu, Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut membentuk tim khusus (timsus) untuk menguak kejadian yang sebenarnya. Banyak dugaan atau spekulasi yang menyebut penyebab hilangnya korban, termasuk penculikan.

“Kita memback-up penyelidikan hilangnya tiga bocah di Langkat itu. Kita sudah bentuk tim dan sedang bekerja di lapangan,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar melalui Wadirkrimum AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (10/11).

Menurutnya, tim telah melakukan cek areal galian yang disebut sebagai lokasi awal hilangnya ketiga bocah itu. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan. Kepolisian optimis penyebab hilangnya ketiga bocah tersebut segera terungkap.

Seperti diketahui, ke tiga bocah yang hilang ini merupakan warga Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian. Mereka bernama Yogi Tri Herlambang, Nizam Auvar Reja dan Alviza Zahra yang rata-rata berusia 7 tahun. Sebanyak 150 personel dikerahkan untuk mencari 3 bocah yang hilang misterius di perkebunan PT LNK, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumut, Namun, pencarian masih belum membuahkan hasil.

Wakapolres Langkat, Kompol Hairil Sani, mengatakan pihaknya mengerahkan 150 personel dibantu warga dan relawan untuk mencari ketiga bocah tersebut. Pada pencarian hari ke-14, personel dibagi ke dalam beberapa tik untuk menyisir setiap sudut perkebunan LNK.

Sebelumnya, upaya warga menggali gundukan tanah yang semula dicurigai sebagai tempat menimbun jasad ketiga bocah itu teryata nihil. Penggalian gundukan tanah itu disaksikan petugas Polsek Salapian dan relawan. Selama 30 menit penggalian, warga tidak menemukan jasad ke tiga bocah nahas tersebut.

Menurut warga, Dedi, gundukan tanah itu dibuat setelah hari keempat hilangnya ketiga anak tersebut. “Kecurigaan terhadap gundukan tanah ini karena berada di tempat terpisah. Ditambah lagi, gundukan tanah ini membuat curiga karena bila sengaja dilakukan untuk melintas kendaraan berat kenapa mesti membuat gundukan tanah,” ujar Dedi, Jumat (30/10). (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com