Dirjen KKP Optimistis Budidaya Ikan Kerapu Bergairah Kembali

Image: Dirjen KKP Optimistis Budidaya Ikan Kerapu Bergairah Kembali

RADARINDO.co.id-Jakarta:
Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto optimistis dengan berbagai langkah kebijakan yang ada dapat membuat budidaya ikan kerapu di Tanah Air dapat bergairah kembali meski masih pandemi.

“Memang di masa pandemi ini, terus terang saja di awal-awal kita banyak mengalami permasalahan, khususnya untuk budidaya dan juga lebih khusus lagi mengenai ekspor kerapu,” kata Slamet Soebjakto, dikutip dari Antara, Selasa, 10 November 2020.

Menurut Slamet, pihaknya terus mendorong agar selama pandemi, bisnis ikan kerapu terus berjalan karena merupakan salah satu komoditas ekspor kelautan dan perikanan nasional.Ia menjelaskan bahwa kendala budidaya kerapu yang terjadi pada saat awal pandemi di antaranya terkait logistik, sarana dan prasarana, transportasi, dan lainnya.

Selain itu, ujar dia, kondisi pasar baik lokal maupun ekspor juga terkendala. “Namun semakin ke sini, masalah tersebut sudah mulai pulih walaupun belum sepenuhnya normal kembali seperti dulu-dulu sebelum pandemi. Ini yang harus betul-betul kita dongkrak,” ujarnya.

Slamet berpendapat upaya-upaya pemerintah dalam mendongkrak kembali budidaya kerapu cukup banyak, antara lain dengan mengeluarkan surat edaran terkait dengan SOP untuk penanganan ekspor kerapu pada saat era pandemi ini.

KKP terus meningkatkan pula bantuan langsung berupa benih berkualitas dan induk unggul kerapu yang diproduksi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Menurut Slamet, hal tersebut menunjukkan dari sisi kebijakan merupakan dukungan yang luar biasa dari pemerintah. Ia juga menyatakan bahwa kinerja ekspor kerapu yang mulai berjalan normal kembali akan memicu geliat usaha budidaya kerapu yang dilakukan masyarakat mulai dari pembenihan hingga pembesaran

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina memaparkan bahwa ekspor kerapu hidup melalui UPT BKIPM tertinggi adalah ke Vietnam puncaknya pada tahun 2019 di mana lebih dari 10 juta ekor kerapu yang ekspor ke Vietnam. Namun di 2020, lanjutnya, yaitu tepatnya hingga bulan Oktober mengalami penurunan yaitu hanya tiga juta lebih ekor saja karena adanya dampak dari pandemi. (KRO/RD/Medcom)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com