Lima Istilah dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Image: Lima Istilah dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat

RADARINDO.co.id-As:
Washington: Pemilhan umum di Amerika Serikat (AS) jelas berbeda dengan yang Indonesia terapkan. Pilpres AS pada khususnya mengenal beberapa istilah. Umumnya istilah-istilah ini muncul dalam setiap empat tahun sekali pemilu di Negeri Paman Sam. Beberapa dari kata itu, sudah ada sejak lama.

1. Electoral college vote

Ketika warga AS memberikan suaranya pilpres, mereka sebenarya memberikan suara kepada kelompok petugas yang menentukanelectoral college vote, kelompok orang itu disebut denganelector.Electoral collegeini yang nantinya menjadi penentu siapa pemenang dalam pilpres.Para pemangkuelectoral collegeini bertemu setiap empat tahun sekali, beberapa pekan sebelum hari pemungutan suara untuk menjalankan tugasnya. Mereka ini mewakili suara rakyat untuk diadu dalam pemilu.

Jadi pada dasarnya, rakyat AS tidak memillih presiden secara langsung tetapi melalui mekanisme electoral college vote. Jumlah elector dari setiap negara bagian dianggap bisa mewakili dari seluruh jumlah populasi. Hingga saat ini ada 538electorsecara total. Pemenang pemilu adalah kandidat yang mendulang 270 suara atau lebih.

2. Popular vote

Ketika warga memberikan suara mereka untuk presiden dalam pemilihan umum, mereka memilih daftar pemilih atau elector. Para pemilih kemudian memberikan suara yang memutuskan siapa yang menjadi Presiden Amerika Serikat. Biasanya, suara elektoral sejalan dengan popular vote atau suara populer dalam suatu pemilu.

Suara populer, dalam pemilihan tidak langsung, adalah jumlah total suara yang diterima dalam pemilihan tahap pertama. Ini berbanding dengan suara yang diberikan oleh mereka yang terpilih untuk mengambil bagian dalam pemilihan terakhir.

Popular vote diberikan selama pemilihan calon atau tentang suatu masalah. Kandidat atau keputusan mana pun tentang suatu masalah mendapatkan suara terbanyak, berarti telah memenangkan suara populer.

3. Swing state

Swing state dalam pengertian ini adalah sebuah negara bagian di mana hasil akhir pemilu masih sulit ditebak. Negara bagian ini tidak condong ke salah satu kandidat baik dari Partai Republik atau Partai Demokrat. Setiap pemilu tidak selalu swing state jumlahnya sama. Untuk Pilpres 2020 jumlah swing state ada 11 negara bagian. Dari jumlah ini dibagi lagi tiga swing state.

Hal itu termasuk swing state wilayah Sun Belt yang terdiri dari Florida, North Carolina, Georgia dan Arizona. Populasi Sun Belt ini diisi oleh warga minoritas hispanik dan kulit hitam. Sementara bagian lain ada kawasan Rust Belt adalah wilayah swing state di daerah industri. Mereka termasuk negara bagian seperti Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Ohio, dan Iowa.

Kemudian wilayah swing state distrik kongresional dibagi menjadi dua yakni, Nebraska distrik kongresional ke-2 dan Maine distrik kongresional ke-2.

4. Swing voters

Istilah swing voters atau warga yang belum menentukan pilihan sudah lama didengar di Pilpres AS. Namun pengertian swing voters dalam hal ini adalah warga yang belum pilihan atau tidak sreg dengan kandidat yang dicalonkan. Mereka yang disebut swing voters ini baru menentukan pilihannya di depan TPS.

5. GOP (Grand Old Party)

Ini adalah sebutan lain dari Partai Republik. Partai tersebut merupakan salah satu dari dua partai yang ada di Amerika Serikat (AS). Lawan dari Partai Demokrat ini didirikan pada 1854 sebagai bentuk perlawanan terhadap Kansas-Nebraska Act yang membolehkan perluasan perbudakan ke wilayah barat AS.

GOP saat ini dipimpin oleh Ronna McDaniel. Meski dahulu dikenal sebagai partai yang progresif, dalam perjalanannya Partai Republik berubah menjadi lebih konservatif dalam nilai politiknya. (KRO/RD/Medcom)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com