Harapan Baru Warga Dunia Atas Terpilihnya Joe Biden

Image: Harapan Baru Warga Dunia Atas Terpilihnya Joe Biden

RADARINDO.co.id-Medan: Pasca Pemilu AS Tahun 2020 yang akhirnya memunculkan nama Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46. Asa untuk kehidupan demokrasi dan pemulihan ekonomi negara Paman Sam tersebut semakin menguat.

Asa itu bukan harapan tanpa alasan, 4 tahun semenjak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat berbagai kebijakan yang sangat kontroversi dimunculkan.

Sikap diskriminatif terhadap kaum muslimin serta kebijakan stimulus fiskal di tambah adanya Pandemi Covid 19 semakin membuat ekonomi AS semakin terpuruk.

Kepiawaian menjadi negarawan tak di miliki oleh Donald Trump.
Lelaki yang kesohor karena sikap kontroversial dalam perjudian yang dalam hukum negara AS di perbolehkan, ternyata setali tiga uang dengan arena meja judi itu sendiri.

Kebijakan yang diambil bukan karena riset dan kajian tapi lebih kepada kebijakan yang populis dan insidentil. Kebijakan dadakan.

Kebijakan yang arogan seringkali dipertontonkan oleh Donald Trump, sehingga rakyat menjadi muak. Malah menjadikan perpecahan di antara warga.

Setengah abad Joe Biden berkarir dalam dunia politik, 3 kali bertarung dalam kontestasi Pilpres Tahun 1987. Tahun 2008 dimana saat itu kalah dari Barrack Obama, Serta Tahun 2020.

Sebenarnya mayoritas rakyat tak menyukai Joe, namun “Asal Jangan Trump” menjadi catatan dalam setiap kegiatan kampanye di negara bagian.

Perjalanan panjang Joe yang pada tahun 1972 menjadi Senator termuda AS yang ke enam mampu membalikkan keadaan sehingga menjadi orang nomor satu di Gedung Putih sebagai Kantor Kepresidenan.

Joseph R. Biden lahir pada 20 November 1942 menorehkan sejarah menjadi presiden tertua AS yang terpilih pada usia 78 tahun.

Di tangan Joe, Kebijakan hubungan internasional diharapkan mampu memberikan perdamaian bagi dunia, hubungan terhadap umat muslim serta kebijakan dalam negeri.

Perang dagang yang konfrontatif dengan RRC hanya akan membuat ekonomi dunia akan kacau balau yang selama ini mereka mengagungkan US Dollar sebagai nilai tukar.

Mengingat ada rujukan kedua yaitu mata uang Euro. Bukan tidak mungkin dan bisa saja terjadi Yuan akan menjadi yang unggul. Sikap campur tangan AS yang sering menyikapi politik dalam negeri suatu negara agar tetap bergantung pada kebijakan akan menjadi kajian bagi pemimpin negara lain untuk
memperhitungkan kerjasama dengan AS.

Misalnya, pembelian persenjataan dan alat tempur ada begitu banyak pilihan sekarang dari negara Perancis, Inggris, Jerman, China dan Rusia.

Ekspor negara berkembang yang sering di embargo hanya untuk melindungi industri dalam negeri AS seringkali membuat mitra negara lain menjadi kewalahan.

Perubahan itu telah dimulai, dalam era globalisasi semua serba memungkinkan. Polisi Dunia dan Negara Super Power yang selama ini tersemat lambat laun akan luntur.  Selamat bertugas Uncle Joe. Semoga…. (KRO/RD/BUDI)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com