Biaya Pemakaman Jenazah Covid-19 Habiskan Rp2,2 Miliar

Image: Biaya Pemakaman Jenazah Covid-19 Habiskan Rp2,2 Miliar

RADARINDO.co.id-Medan:
Jumlah warga Medan yang dimakamkan di TPU khusus corona di Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan meningkat dan biaya pemakaman jenazah Covid-19 sudah habiskan Rp2,2 mliar.

Camat Medan Tuntungan Topan Ginting bersama juru bicara Satgas Covid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan menjelaskan, biaya pemakaman jenazah Covid-19 sudah habiskan Rp2,2 miliar, dengan anggaran Rp5 juta untuk sekali pemakaman.

Berdasarkan data, pada Oktober 2020, jumlah warga Kota Medan yang dimakamkan berjumlah 425 orang. Sedangkan per November, mencapai 454 orang. “Sampai pukul 00.00 tadi malam sudah 609 jenazah yang dimakamkan di TPU Simalingkar B. Sebanyak 454 diantaranya warga Medan dan 155 lainnya dari luar Medan,” ujar Topan kepada wartawan saat konfrensi pers di Posko Satgas Covid-19 Medan, Senin (9/11).

Topan menambahkan, untuk warga yang berasal dari luar Medan, biaya penguburannya ditagihkan kepada pemerintah daerah asal jenazah tersebut. “Kalau Pemda nya tidak mampu membayar, tagihannya disampaikan ke Satgas Covid-19 Sumut,” bilangnya.

Selanjutnya dia merinci jumlah pasien positif di wilayahnya. Topan menjelaskan untuk pasien Covid-19 sebanyak 363 yang sudah terkonfirmasi. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh ada 320 orang. Topwn menambahkan, ahli waris akibat Covid-19 menerima santunan atau uang duka sebesar Rp15 juta. Hanya saja untuk mendapatkan uang tersebut harus memenuhi persyaratan yang diajukan.

Adapun syarat yang harus dipenuhi ahli waris yakni, surat kematian, bukti swab, hasil swab dan administrasi kependudukan almarhum/almarhumah dan ahli waris. Kemudian syarat tersebut disampaikan ke Dinas Sosial Kota Medan untuk diproses. Setelah dilakukan proses dan semua syarat terpenuhi, maka uang duka diberikan langsung kepada ahli waris. “Pemberiannya melalui transfer ke rekening ahli waris,” ungkap Topan.

Topan menjelaskan, mereka yang mendapatkan santunan ini adalah benar-benar keluarganya meninggal akibat positif Covid-19. Sedangkan yang meninggal sebelum hasil swab keluar atau dinyatakan negatif setelah hasil swab keluar. Tidak berhak mendapatkannya. “Ini khusus yang positif. Nantinya dibuktikan berdasarkan hasil swab dan surat keterangan melakukan swab,” tegasnya.

Penegasan ini disampaikan karena adanya perbedaan data antara jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 dan jumlah yang dikuburkan di TPU khusus Covid-19 Simalingkar B, Medan Tuntungan. Di mana, data yang meninggal berjumlah 391 orang. Sedangkan warga Medan yang dikuburkan di TPU khusus Covid-19 mencapai 425 orang.

Selisih angka tersebut dikhawatirkan menimbulkan protes bagi keluarga lain karena menganggap keluarganya meninggal akibat covid karena dimakamkan di TPU khusus covid dan proses pemakaman juga standar covid.

Hal ini diakui Topan. Di mana, banyak warga yang bertanya tentang hal ini. Mereka menjelaskan, warga yang meninggal saat hasil swab belum keluar atau masih dinyatakan reaktif, tetap dimakamkan secara protokol covid meskipun nantinya hasil swab tersebut negatif. Makanya, terdapat selisih angka antara jumlah yang meninggal dengan jumlah yang dimakamkan. (KRO/RD/Juli S)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com