Masyarakat Mandailing Kota Medan Dukung Bobby-Aulia

Image: Masyarakat Mandailing Kota Medan Dukung Bobby-Aulia

RADARINDO.co.id-Medan:
Dukungan kepada pasangan nomor urut 2 Bobby-Aulia untuk memenangkan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang terus berdatangan. Kali ini semangat itu datang dari ratusan masyarakat Mandailing yang bertempat tinggal di Kota Medan.

Acara deklarasi dukungan yang dirangkaikan dengan margondang dan upah-upah ini digagas Ir A Ridwan Nasution, Netty Yuniati Siregar dan Mulia Syahputra Nasution. Juga menghadirkan raja-raja Mandailing dari Nasution di antaranya Maga Sutan Parlagutan, Pidoki Dolok Sutan Kumala Porang, Huta Siantar Sutan Diaru Parsaulian Porang, Roburan Lombang Pagar Martua, Tano Bato Mangaraja Mulia Mora dan Purba Sinomba Sutan Muda.

Sementara raja dari Lubis, hadir Alahan Kae Ulu Pungkut Raja Porkas, Simpang Duhu Japorkas dan Huta Dangka Sutan Singa Soro menambah suasana hangat di Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung ini.

Pertemuan yang turut dihadiri Gus Irawan Pasaribu, Ustad Amhar Nasution dan Ustad Azwardin Nasution ini menyepakati memenangkan sekaligus mengantarkan Bobby-Aulia meraih suara terbanyak pada Pemilu mendatang. Ini bentuk komitment masyarakat adat Mandailing yang ada di Kota Medan.

Dalam sambutannya, Gus Irawan Pasaribu mengatakan ada Rp2000-an triliun anggaran pusat di tahun 2020 yang harusnya bisa dimaksimalkan oleh Kota Medan, namun belum mampu dibawa ke Kota Medan karena kurang agresif dan kuatnya komunikasi pemerintah kota ke pemerintah pusat.

Gus Irawan menambahkan, tidak meratanya pembagian bantuan ke masyarakat, ke depan pendataan akan dievaluasi oleh paslon 02 apabila dipercayakan memimpin. Sehingga tidak ada lagi warga Kota Medan yang tidak mendapatkan bantuan. “Ini menjadi tujuan dari paslon 02,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mulia Syahputra Nasution mengatakan bahwa ini kesempatan emas bagi anak muda untuk bisa memimpin Kota Medan Sebab, selama ini masyarakat terdoktrin bahwa seorang pemimpin itu harus yang memiliki pengalaman. Seakan-akan anak muda tidak mampu menjadi pemimpin.

“Maka saat ini harus kita buktikan bahwa anak muda bisa membawa perubahan. Kalau indikator perubahan itu berdasarkan pengalaman, harusnya Medan sudah menjadi kota yang maju di saat kepemimpinan Rahudman dan Eldin. Pengalaman mereka malah membuat mereka terkena proses hukum dan perubahan yang kita harapkan tidak pernah terjadi,” imbuhnya. (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com