Ketua KPU Kota Medan : Masyarakat Diharapkan Dapat Cermati Visi Misi Paslon

Image: Ketua KPU Kota Medan : Masyarakat Diharapkan Dapat Cermati Visi Misi Paslon

RADARINDO.co.id Medan : Saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, sehingga kegiatan debat Kandidat Putaran Pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan ini, bisa berlangsung secara live lembaga penyiaran swasta Nasional.

Demikian dikatakan Ketua Koisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Agussyah Ramadhani Damanik dalam sambutannya
Pada pelaksanaan debat kandidat putaran pertama, yang dilakukan di Hotel Grand Mercure Angkasa Medan, Sabtu (7/11).

Lebih lanjut Agussyah mengatakan “Saya berharap, seluruh warga Medan menonton acara debat ini, agar bisa mencermati pasangan calon (Paslon) yang akan dipilihnya,” ucapnya, sembari mengajak masyarakat mencermati debat ini dan mengikutinya hingga akhir acara.

Dalam debat ini, pasangan Bobby-Aulia Rachman menyoroti warga Medan, khususnya para pelaku UKM saat ini, harus mahir dalam menggunakan digital, untuk dapat bangkit di tengah keterpurukan di masa Pandemi Covid-19 ini

Bobby Aulia Rachman dalam kesempatan itu juga, menyoroti terkait kesejahteraan masyarakat Medan Utara, yang masih dalam kondisi keterpurukan, terlebih di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Hal ini diperparah dengan lemahnya pendataan, sehingga bantuan yang disalurkan Pemerintah, tidak tepat sasaran”, ujar Aulia dengan nada tegas.

Di bidang birokrasi, pasangan Bobby-Aulia berjanji, jika terpilih akan menghadirkan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, pungli dan KKN.

Lebihlanjut dikatakan Bobby, yang merupakan menantu Presiden Republi Indonesia, Jokowidodo ini berkeyakinan, “Korupsi salah satu menjadi menyebab kerusakan infrastruktur, di Kota Medan”.

“Dimana saat ini, 15 persen jalan di Kota Medan rusak dan berlubang. Hal ini diduga akibat anggaran perbaikan jalan di korupsi dan marak pungli,” ucapnya, sembari meyakinkan, kalau pasangan Bobby-Aulia terpilih jadi Walikota dan Wakil Walikota Medan.

“Kita akan mewujudkan birokrasi bersih dan transparan, dalam pembangunan dan menghapuskan pungli dalam proyek-proyek, yang dikerjakan Pemerintah” ucap Bobby.

Pria bertubuh atlit ini juga menambahkan terkait mengenai Narkoba, kami akan menekankan Aparatur Sipil Negara (ASN), bebas Narkoba, dengan sesering mungkin melaksanakan test urine.
Jika ditemukan ASN terlibat Narkoba, kami tindak dan diberikan sanksi tegas, ucap Bobby.

Sedangkan pasangan Akhyar Nasution-H Salman Alfarisi menyahuti pasangan Bobby, menegaskan “Jika warga Kota Medan, termasuk para pelaku UKM di Kota Medan sudah melek teknologi. Hal ini dibuktikan, ketika saya memesan masker, pada masa Pandemi Covid-19. Para pelaku usaha tumbuh signifikan, di mana mereka memasarkan produknya keluar Kota, menggunakan online (digital), ucapnya.

“Jadi salah, kalau ada yang menuding warga Medan tidak, belum melek Digital. Digitalisasi di Medan, sudah terjadi dan bukan barang aneh lagi,” ucap Akhyar.

Lebihlanjut Akhyar juga menyampaikan untuk mengatasi pengangguran di Kota Medan, yang meningkat di masa Pandemi Covid-19 ini, saya akan berusaha memaksimalkan program kedai berkawan, dengan meningkatkan kualitas masyarakat, ucap pertahan tersebut.

Calon Wakil Walikota Medan, H Salman Alfarisi menyampaikan, “Kedepannya, akan melahirkan ribuan industri startup, dengan berkoordinasi dan melibatkan institusi struktural” ucapnya.

“Kami juga akan membenahi fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas, sebagai ujung tombak di asyarakat, guna mengatasi Pandemi Covid-19,” ucap Salman.

Menyinggung masalah Kota Medan di Tahun 2019, disebut sebagai salah satu Kota terjorok, Akhyar mengatakan “Pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Medan masih menggunakan metode lama, belum sanitary landfield” ucapnya.

Ke depannya, kita akan ubah pengolahan sampah di TPA, dengan model sanitary landfield, sehingga Medan tidak akan mendapatkan predikat Kota terjorok lagi, ucap Akhyar, sembari menyampaikan, mereka juga akan mereduksi sampah menjadi briket dan arang.

Terkait masyarakat Medan Utara yang masih terpuruk, mereka akan mengembangkan penangkapan ikan, dengan sistem rumpon untuk meningkatkan penghasilan nelayan di kawasan itu.

Kemudian melakukan pengembangan teknologi pasca penangkapan, sehingga memberikan nilai tambah bagi nelayan kita.

Terkait industri di kawasan Medan Utara, Akhyar mengatakan saat ini, kewenangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan sangat kecil, khususnya terkait perizinan dan pajak yang semuanya sudah diambil alih Pusat.

Terlebih pasca ditetapkannya UU Omnibuslaw (Cipta Kerja), yang mengkebiri kewenangan Daerah, ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Salman Alfarisi mengtakan “Dimana, dengan ditetapkannya UU Omnibuslaw, menambah trauma Masyarakat buruh dan pekerja, ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Akhyar Nasution juga menyampaikan, dalam pemberantasan Narkoba, Kota Medan akan membentuk Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Medan. “Kita sudah menyiapkan anggaran, sebesar Rp5 miliar untuk ini,” ucapnya.

Pada kegiatan debat tersebut, dihadiri Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap, bersama Komisioner Bawaslu lainnya, Taufiqurrahman, para Komisioner KPU Medan Zefrizal, Nana Minarti dan Edi Suhartono, Sekretaris, Nirwan, serta Kasubbag Hukum, Nazrul Nasution. (KRO/MDN/Ril/TS)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com