Demo Mahasiswa Di Dinkes Kabupaten Nias Ricuh

Image: Demo Mahasiswa Di Dinkes Kabupaten Nias Ricuh

RADARINDO.co.id-Nias:
Aksi unjukrasa puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Jln Kartini II,  Kota Gunungsitoli berakhir ricuh, Selasa (3/11). Akibatnya sejumlah mahasiswa sempat diamankan polisi karena bertindak anarkhis dengan merusak pagar dan memaksa untuk masuk ke dalam Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nias.

Para pengunjukrasa memaksa masuk ke kantor tersebut karena tuntutan mereka tidak dipenuhi Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Rahmani Zendrato. Para mahasiswa menuntut agar Drektur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli dr.Julianus Dawolo, M.Kes  dihadirkan dihadapan mahasiswa yang melakukan unjukrasa.

Mereka meminta Direktur RSUD Gunungsitoli bertanggung jawab atas tindakan rumah sakit  yang mereka duga  telah meng Corona Virus Desiase (Covid19) sejumlah pasien yang menjalani perawatan. Sesuai pantauan, sebelum aksi mahasiswa rusuh, kepada mahasiswa Sekretaris Dinas Kesehatan telah menjelaskan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias sedang berada di luar daerah dan Direktur RSUD Gunungsitoli berada di kantornya.

Rahmani menegaskan RSUD Gunungsitoli berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, dan semua hal terkait RSUD Gunungsitoli termasuk penanganan dan pelayanan pasien di rumah sakit tersebut adalah tanggungjawab Dinas Kesehatan Kabupaten Nias. Sekdis kemudian menerima surat tuntutan aksi yang diserahkan mahasiswa, dan berjanji menyampaikan surat tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Namun usai menyerahkan surat tuntutan aksi mereka, mahasiswa tidak membubarkan diri, tetapi menuntut kembali kepada Sekdis Kesehatan Kabupaten Nias agar Direktur RSUD Gunungsitoli dihadirkan dihadapan mahasiswa.

Karena tuntutan mereka menghadirkan Direktur RSUD Gunungsitoli tidak dipenuhi, para mahasiswa mulai tidak terkendali dan  memaksa masuk ke dalam kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nias. Polisi bersama Satpol PP yang berjaga tidak membiarkan para pengunjukrasa masuk sehingga terjadi aksi saling dorong.

Saat sedang terjadi aksi dorong mendorong yang merusak pagar, tiba tiba dari belakang mahasiswa terjadi keributan antara mahasiswa dengan seorang personil polisi sehingga memicu petugas kepolisian bertindak tegas dan mengamankan sejumlah mahasiswa.

Aksi mahasiswa akhirnya bubar setelah Kepala Bagian Operasional (KBO) Polres Nias AKP. Selamat Kurniawan Harefa menyiagakan seluruh pasukan baik TNI dan Satpol PP dan siap untuk melakukan tindakan pembubaran sesuai standart operasional (SOP). (KRO/RD/Wpd)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com