Realisasi Investasi Dari Luar Pulau Jawa Naik di Kuartal III-2020

Image: Realisasi Investasi Dari Luar Pulau Jawa Naik di Kuartal III-2020

RADARINDO.co.id-Jakarta:
Sebaran realisasi investasi di Indonesia pada kuartal III-2020 cukup merata antara Pulau Jawa dan di luar Jawa. Bahkan, realisasi investasi di luar Jawa lebih besar dibandingkan Jawa.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, pada kuartal III-2020 realisasi investasi yang berasal dari luar Jawa mencapai Rp 110,4 triliun, naik 17,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk realisasi investasi di Pulau Jawa pada periode Juli-September 2020 turun 12% menjadi Rp 98,6 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Imam Soejoedi menyampaikan bahwa BKPM terus berkomitmen mewujudkan investasi berkualitas, salah satunya dengan mendorong pemerataan realisasi investasi ke luar Jawa.

Imam mengatakan, lebih besarnya porsi realisasi investasi di luar Jawa dibanding Jawa kali ini merupakan pertama kali sejak data realisasi investasi kuartal IV-2016. Menurutnya, salah satu faktor pendorong pemerataan realisasi investasi ke luar Jawa yaitu infrastruktur yang memadai serta ketersediaan bahan baku.

“Ke depan, harapannya pemerataan investasi di luar Jawa dapat terus terwujud. Yang perlu dicatat, investasi yang ditangani oleh BKPM di sektor riil saja, tidak termasuk sektor migas (minyak dan gas) dan keuangan,” ungkap Imam, Selasa (3/11).

Menurut Imam saat ini luar Jawa semakin memiliki daya tarik bagi investor, di antaranya karena infrastruktur yang sudah dibangun di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. “Pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, sehingga siap untuk dijadikan sebagai lokasi investasi bagi para investor,” tambah Imam.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan strategi pemerintah dalam menarik investor untuk melakukan kegiatan usahanya di luar Jawa. Salah satunya dengan perlakuan khusus melalui pemberian insentif fiskal yang lebih besar dibandingkan jika investor melakukan usahanya di Jawa.

“Misal investor yang melakukan kegiatan usahanya di Jawa, bisa kita kasih insentif fiskal selama 10 tahun. Tapi jika investasinya di luar Jawa, pemerintah bisa berikan insentif fiskal sampai dengan 15 tahun. Perlakuan khusus ini perlu dilakukan, agar investor mempertimbangkan melakukan usahanya di luar Jawa. Jangan fokus di Jawa saja,” jelas Imam.

Adapun, berdasarkan data yang ada di Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM, di periode kuartal III-2020, Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi yang paling diminati oleh para investor dengan membukukan realisasi investasi sebesar Rp 28,4 triliun atau 13,6% dari total capaian realisasi investasi. (KRO/RD/Kontan)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com