Produk Halal Belum Masuk 10 Besar

Image: Produk Halal Belum Masuk 10 Besar

RADARINDO.co.id – Jakarta:
Industri halal Indonesia perlu ditingkatkan lagi, agar bisa bersaing di pasar global. Salah satu yang perlu perbaikan adalah industri makanan halal di dalam negeri. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, Indonesia tidak masuk ke dalam peringkat 10 besar industri makanan halal dunia. Padahal 60% pelaku UMKM Indonesia menjual produk makanan.

Industri makanan halal juga nampaknya tertinggal jauh dari yang lainnya. Misalnya pariwisata halal yang berada di rangking 4 dan fesyen muslim yang berada diperingkat ketiga dunia. “Indonesia berada pada ranking 4 industri pariwisata halal, ranking 3 untuk fesyen muslim, dan ranking 5 untuk keuangan syariah. Namun, untuk produk makanan halal, Indonesia belum masuk ke sepuluh besar,” ujarnya dalam acara peresmian program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Salah satu yang menjadi kendala adalah sertifikasi halal pada produk makanan. Oleh karena itu, pemerintah merasa sangat perlu untuk mendorong para pelaku UMKM dalam memanfaatkan sertifikasi halal.

Misalnya adalah dengan Undang-undang Cipta Kerja yang mana dalam pasal UU tersebut ada wacana untuk mengratiskan produk halal bagi para pelaku UMKM. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan omzet para pelaku UMKM bisa tumbuh lebih tinggi lagi.

“Dari catatan kami, selama 2014-2019, dalam memfasilitasi produk halal terhadap UMKM, hasil survei sangat menggembirakan. Ketika mendapatkan sertifikasi halal, omzet usahanya naik rata-rata sebesar 8,53%. Jadi ini direspons oleh publik dan memang sertifikasi halal ini dibutuhkan,” jelas Teten. (KRO/RD/anlsa)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com