Pelajar SMK Siap Membangun Desa

Image: Pelajar SMK Siap Membangun Desa

RADARINDO.co.id-Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah menggalakkan program SMK membangun desa. SMK Membangun Desa ini dijadikan salah satu program mengingat mayoritas SMK di Indonesia berlokasi di pedesaan disamping keterampilan pelajar SMK yang dapat digunakan dalam berbagai upaya membangun desa.

“Sinergi SMK dengan pemerintah desa diharapkan bisa membuat keberadaan SMK bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya khususnya wilayah pedesaan,”Direktur SMK Dr. Ir. M. Bakrun dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (19/10).

Dikatakannya, SMK selayaknya harus menjadi solusi dari permasalahan bangsa, bukan malah menambahnya. Kolaborasi SMK dan Pemerintah Desa merupakan sebuah terobosan guna menyelesaikan permasalahan bangsa dimulai dari desa.

“SMK jangan menambah permasalahan bagi bangsa karena sering dikatakan bahwa SMK memproduksi pengangguran. SMK harus menjadi solusi bagi bangsa. Adanya penguatan kolaborasi SMK dan desa akan menjadi terobosan bagi bangsa. Dana desa mesti ada pendampingan secara bersama-sama. Dari dana desa dibentuk Badan Usaha Milik Desa. Bumdes bisa disebut juga sebagai IDUKA karena ada unsur bisnis di dalamnya. Hal ini merupakan peluang bagi SMK untuk berkontribusi.” ujar Bakrun.

Bakrun juga menyoroti tentang peluang pendampingan SMK bagi pengelolaan dana desa yang digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, Ph.D dalam arahannya menyampaikan ada dua program utama yang dicanangkan oleh Dirjen Diksi yakni link and match antara SMK dan Industri dan dunia kerja (IDUKA) dan pengembangan SDM SMK.

Salah satu langkah mewujudkan link and match adalah dengan pembenahan kurikulum, dimana kurikulum SMK disusun bersama IDUKA.

Selanjutnya yang paling penting adalah SDM SMK yang mempunyai passion dan kemauan untuk melakukan terobosan, dimana pemerintah tidak akan menerima bantuan jika SDM pengelola belum layak untuk menerimanya. Wikan juga menekankan pentingnya penguatan soft skill disamping hard skill bagi peserta didik.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, SE, MM dalam pidatonya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bukti DPR RI terhadap SMK dan desa. Kolaborasi SMK dengan desa juga diharapkan bisa mengentaskan pengangguran di kawasan pedesaan.

Ferdiansyah juga mengingatkan bahwa masyarakat Garut harus mempunyai kemandirian dalam bidang pangan serta daerah Selatan Pulau Jawa masih perlu diperhatikan guna menjadi sumber pertumbuhan ekonomi seperti Pulau Jawa bagian utara.

Acara diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama secara simbolik antara SMKN 2 Garut dengan 6 desa dan 1 kelurahan yang berada di Kabupaten Garut. Ketujuh desa tersebut adalah: Desa Banyuresmi, Desa Langensari, Desa Jati, Desa Rancabango, Desa Sukasenang, Desa Sinar Jaya dan Kelurahan Pananjung. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Drs. Dadang Johar Arifin, MM kepala sekolah SMKN 3 Garut dan 6 kepala desa serta 1 lurah. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Direktur SMK, Dirjen Pendidikan Vokasi dan Anggota DPR RI.

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bekerja sama dengan DPR RI gelar kegiatan
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Tata Kelola tersebut dihadiri oleh Wikan Sakarinto, Ph.D Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud RI, Dr. Ir. M. Bakrun, MM Direktur SMK Kemdikbud RI, Ferdiansyah, SE, MM anggota Komisi X DPR RI dari Rraksi Partai Golkar dan Dr. Abdul Haris Koordinator Bidang Tata Kelola Direktorat SMK. Hadir pula sebagai pemateri Dr. Marlock Direktur FP3MKI, Ir. Alva Edi Tontowi dan Prof. Ambar Pertiwiningrum, Ph.D keduanya akademisi Universitas Gadjah Mada. (KRO/RD/Waspada)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com