Prediksi Guguran Lava Terjadi Karena Pertumbuhan Kubah Lava Tidak Stabil

Image: Prediksi Guguran Lava Terjadi Karena Pertumbuhan Kubah Lava Tidak Stabil

RADARINDO.co.id -Medan :
Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo kembali mengalami peningkatan aktivitas, Kamis (15/10/2020). Kali ini, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini mengeluarkan guguran lava sejauh 1000 meter dari puncak gunung.

Pascaerupsi yang terjadi pada bulan Agustus lalu, ini merupakan peningkatan aktivitas pertama kali yang cukup besar. Saat ini, visual Gunung Sinabung juga terpantau tertutup kabut di bagian puncak gunung, sesuai dilansir dari tribunmedan.

Saat terjadi guguran, terlihat dari puncak gunung turun kepulan abu berwarna pekat meluncur ke badan gunung. Ketika dikonfirmasi, Ketua tim tanggap darurat Gunung Sinabung Nugraha Kartadinata menjelaskan aktivitas guguran lava ini terjadi sekira pukul 13.17 WIB. Dirinya menyebutkan, untuk arah luncurkan guguran ini mengarah ke Tenggara dan Timur gunung.

Ketika ditanya penyebab terjadinya guguran lava ini, Nugraha menjelaskan jika guguran lava ini diduga disebabkan karena kubah lava yang ada saat ini semakin tidak stabil.

Dirinya mengungkapkan, untuk longsoran dari kubah lava ini terpantau belum terlalu besar sehingga masih menimbulkan dampak berupa guguran lava. Namun, jika nantinya kubah lava semakin tidak stabil dan longsoran semakin membesar, dikhawatirkan akan menimbulkan terjadinya awan panas guguran. (KRO/RD/tribun)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com