Penyelundupan Sabu 8,3 Kg Dan 10 Ribu Butir Ekstasi Digagalkan

Image: Penyelundupan Sabu 8,3 Kg Dan 10 Ribu Butir Ekstasi Digagalkan

RADARINDO.co.id – Banda Aceh:
Penyelundupan sabu 8,3 Kg dan 10 ribu butir ekstasi digagalkan. Tim gabungan BNNP Aceh dan Dit Resnarkoba Polda Aceh mengungkap jaringan narkotika di Aceh. Petugas menyita sabu seberat 8,3 kilogram dan ekstasi sebanyak kurang lebih 10 ribu butir dengan berat 3,5 kilogram.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan, pengungkapan penyelundupan sabu ini dilakukan Tim Anggrek dan Melati di bawah Bidang Pemberantasan BNNP Aceh bersama Polda Aceh. Dua tersangka ditangkap yakni R dan Z yang merupakan warga Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. “Masih ada seorang DPO yang dikejar sebut saja T, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dan diselidiki,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/10).

Didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Aceh, Kombes Pol T Saladin dan Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari, Heru menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan di dua lokasi berbeda yakni wilayah Aceh Timur dan Medan, Sumatera Utara.

Tersangka R selaku orang yang membawa barang haram itu atas perintah DPO T ditangkap petugas di Aceh Timur dengan barang bukti delapan bungkus sabu seberat 8,3 kilogram dan 10 ribu butir ekstasi seberat 3,5 kilogram. Hingga kini, tim gabungan masih mengejar DPO T dan mengembangkan kasus ini. Diketahui, jaringan ini akan menyelundupkan narkoba tersebut ke wilayah jalur Sumatera hingga ke Pulau Jawa.

Heru pun mengaku, saat ini BNNP Aceh bersama Polda Aceh berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Aceh. Kerjasama keduanya diharapkan akan terus terjalin hingga ke depan untuk mengungkap kasus lainnya. “Diharapkan kerjasama ini bisa mengungkap kasus besar lainnya, kita pun sedang melakukan beberapa penyelidikan dari informasi masyarakat, Mudah-mudahan ada kaitan dengan jaringan ini,” tambah Brigjen Pol Heru Pranoto.

Menurutnya, jalur timur Aceh merupakan jalur yang rawan akan peredaran narkoba. Hal ini karena di wilayah timur banyak jalur tikus untuk para pelaku menyelundupkan barang haram tersebut. “Saat ini BNN kabupaten dan kota di sana juga sudah aktif untuk mengawasi kawasan tersebut,” demikian Kepala BNNP Aceh. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com