Ditangkap Tim Jabu Kejatisu, DPO Mantan Kabag Umum Tobasa Tiba Di Balige

Image: Ditangkap Tim Jabu Kejatisu, DPO Mantan Kabag Umum Tobasa Tiba Di Balige

RADARINDO.co.id – Tobasa :
DPO mantan Kabag Umum Tobasa tiba di Balige. Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus Kegiatan Pengadaan dan Pensertifikasian Tanah pada program kegiatan penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pada bagian tata pemerintahan Setdakab Toba Samosir TA 2014 Erwin P Panggabean, 43, akhirnya tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Toba Samosir (Kejari Tobasa), Selasa (13/10) sekira pukul 14:00.

DPO mantan Kabag Umum Tobasa tiba di Balige sebelumnya telah ditetapkan sebagai DPO setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung yang menetapkan Erwin sebagai tersangka dan dijatuhi vonis hukuman satu tahun penjara sesuai putusan Amar Putusan Mahkamah Agung, Nomor 1928 KIPID SUS/2018 tanggal 19 November 2018.

Sayangnya, Erwin tidak kooperatif dan melarikan diri selama 2 tahun. Penangkapan Erwin sebelumnya berdasarkan hasil koordinasi Kejaksaan Negeri Toba Samosir dengan seluruh jajaran Kejaksaan di Wilayah Kejatisu. Sampai akhirnya, berdasarkan hasil pantauan Tim Jaringan Buron (Jabu) Kejatisu, keberadaan Erwin diketahui sempat bersembunyi di Aek Kanopan.

Sadar jejaknya mulai terendus, Erwin akhirnya melarikan diri ke daerah Martubung Medan. Kasi Intel Kejari Tobasa, Gilbeth Sitindaon didampingi Kasi Pidsus Richard Sembiring kepada Wartawan menyebutkan, bahwa DPO Erwin Panggabean berhasil ditangkap di salah satu ruko di daerah Martubung pada Senin (12/10) Malam sekira pukul 20:00.

Penangkapan Erwin dilakukan oleh Tim Jabu dipimpin langsung Asintel Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo. “Setelah kita mendapat kabar penangkapan Erwin oleh Tim Jabu, kita langsung melakukan penjemputan dan saat ini kita akan mempersiapkan seluruh berkas-berkas lalu Erwin akan kita serahkan ke Rutan Kelas II Balige,” terang Sitindaon.

“Untuk memastikan Erwin dalam kondisi sehat, langsung kita siapkan tenaga medis guna melakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid test. Tak hanya Erwin, seluruh tim Kejari Tobasa yang ikut menjemput Erwin juga menjalani rapid test,” terangnya.

Senada, Kasi Pidsus Richard Sembiring mengatakan bahwa Erwin Panggabean hanya tinggal menjalani masa tahanan sesuai vonis Makamah Agung yakni satu tahun penjara. “Kita hanya menjalankan eksekusi hasil putusan Mahkamah Agung, dalam amar putusan tersebut Erwin dinyatakan bersalah dan divonis satu tahun penjara. Sementara sebelumnya, Erwin telah membayarkan biaya perkara sebesar Rp50,000,000,- dan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp740,000,000,-. Jadi dia tinggal menjalani masa hukuman penjara saja,” pungkas Richard.

Sebelumnya, Kegiatan Pengadaan dan Pensertifikasian Tanah pada program kegiatan penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pada bagian tata pemerintahan Setdakab Toba Samosir TA 2014 tidak dilaksanakan sesuai ketentuan Perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam pasal 4 Pasal 132 dan Pasal 221, PERMENDAGRI Nomor 13 Tahun 2006, sementara yang dapat dipertanggungjawabkan Rp19,311,080,-, kemudian berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Toba Samosir 700 04/1408/LIIT/IRDA/2015/Rhs Tanggal: 28 Desember 2015 ditemukan penyimpangan penggunaan anggaran Rp380,688,920,- Pengadaan Tanah pada Program kegiatan Fasilitas penyelesaian konflik pertanahan pada bagian tata pemerintahan Setdakab Toba Samosir TA 2014 dilaksanakan melalui pekerjaan Belanja Pembebasan Tanah senilai Rp200,000,000,- dan penggantian Lahan Motor Cross Seluas 4 Ha senilai Rp160,000,000,- dengan realisasi keuangan senilai Rp360,000,000,- dan belum dipertanggungjawabkan.

Karena tidak dilaksanakan oleh Bagian Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Samosir, namun faktanya dana kegiatan tersebut dicairkan oleh Kepala Bagian umum Erwin Panggabean tidak sesuai Tugas Pokok dan Fungsi pada Bagian Umum sehingga bertentangan dengan Pasal 4, Pasal 132 dan Pasal 221 PEMENDAGRI Nomor 13 Tahun 2006 kemudian berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Toba Samosir
700 04/1408/LHP/IRDA/2015/Rhs Tanggal: 28 Desember 2015 ditemukan penyimpangan penggunaan anggaran Rp360,000,000,-. (KRO/RD/WSPDA)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com