Dalami Korupsi RSUD Aek Kanopan, KPK Periksa Kontraktor

Image: Dalami Korupsi RSUD Aek Kanopan, KPK Periksa Kontraktor

RADARINDO.co.id – Jakarta :
KPK membuka kembali penyidikan kasus dugaan korupsi usulan dana perimbangan daerah pada RAPBN-P 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Kasus ini merupakan pengembangan perkara eks pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo yang telah divonis 6,5 penjara.

Hari ini penyidik KPK memeriksa saksi kontraktor Franky Wijaya. “Didalami pengetahuannya terkait proyek RSUD di Aek Kanopan, Labura, dan adanya dugaan pertemuan-pertemuan khusus antara saksi dengan beberapa pihak tertentu khususnya pejabat di Pemkab Labura,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10).

Pada 10 Juni 2020 lalu, KPK mulai melakukan penyidikan kasus korupsi di Labura. Kemudian pada 14 Juli, penyidik menggeledah Kantor Bupati Labura, Sumatera Utara. Bupati Kaharuddin Syah Sitorus beberapa kali diperiksa di Gedung KPK, Jakarta.

Kasus Yaya memang menyeret sejumlah kepala daerah. Jaksa KPK pernah menyebut, antara lain, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kampar, Kabupaten Tabanan, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Karimun. Mereka menggunakan jasa Yaya untuk mengurus Dana Alokasi Khusus (DAK).

Bupati Labura Kaharuddin sempat diperiksa sebagai saksi untuk Yaya Purnomo mengonformasi soal pembahasan dana perimbangan daerah. KPK juga pernah menggeledah rumah pengisaha MI atau A di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada 14 Juli 2020 lalu. (KRO/RD/anlsa)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com