SMA Negeri 19 Medan Kutip UP Rp380 Ribu Per Siswa

Image: SMA Negeri 19 Medan Kutip UP Rp380 Ribu Per Siswa

RADARINDO.co.id- Medan: Penerimaan siswa baru Tahun Pelajaran (TP) 2020/2021, SMA Negeri 19 Seruwai-Medan melakukan pengutipan uang pembangunan terhadap para peserta didik baru sebesar Rp380 ribu per siswa, dengan jumlah sebanyak 500 siswa.

Selain Uang Pembangunan (UP) tersebut, kepada seluruh peserta didik yang diterima di sekolah negeri itu juga diharuskan membayar Uang Baju sebesar Rp750.000 dan uang sekolah Rp120.000 per bulan.

“Banyak kali pengutipan-pengutipan uang yang gak jelas di SMA 19 itu, padahal sekolah itu kan sekolah negeri, bukan sekolah swasta. Mestinya di sekolah negeri itu kan gratis, karena semua sudah disubsidi pemerintah melalui program Dana Bos”, ujar salah seorang orang tua siswa yang tidak bersedia disebutkan namanya, Senin (12/10/2020) pagi.

Seperti pengutipan Uang Pembangunan itu, ujarnya lagi. Untuk apa lagi dikutip sama siswa, bukannya untuk pembangunan di sekolah negeri itu sudah dianggarkan dari Dana DAK (Dana Alokasi Khusus/APBN-red) dan dari APBD (Provinsi-red).

Lalu untuk uang sekolah, bukannya sudah ditalangi di dalam Dana Bos, kesal orang tua siswa berperangai sedang itu sambil menunjukkan bukti-bukti pengutipan.

Menurutnya lagi, kalau Uang Baju tidak dibayar, maka siswa tidak akan mendapat buku pelajaran dari pihak sekolah.

Terkait dengan tudingan adanya pengutipan uang Pembangunan, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 19, Elvi Yulianti, S.Pd membenarkan adanya pengutipan tersebut.

“Iya benar pak. Ada pengutipan untuk Uang Pembangunan sebesar Rp380 ribu per siswa. Itu kebijakan dari sekolah. Dan itu dibolehkan koq. Ini sifatnya insidentil”, ujar Wakil Kepsek Bidang Kesiswaan tersebut Senin siang.

Dikonfirmasi via HP soal adanya pengutipan Uang Pembangunan di SMA Negeri 19, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumut, Ikhsan Lubis mengatakan belum mengetahuinya.

“Belum sampai berita ini sama kami. Belum ada laporan. Jika pengutipan itu dilakukan berdasarkan adanya persetujuan dari para orang tua siswa, maka hal itu boleh saja”, ujar Lubis.

Ya kalau ada pulak rapat dengan orang tua siswa, ya bagaimana mau kita buat. Iya kan, ujar Lubis melalui telepon, Senin (12-10-2020) sore. (KRO/RD/Ganden)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com