Penimbunan Alur Laut Dikhawatirkan Memperparah Banjir Rob

Image: Penimbunan Alur Laut Dikhawatirkan Memperparah Banjir Rob

RADARINDO.co.id – Belawan :
Proyek penimbunan alur laut yang dilaksanakan oleh PT Pelindo 1 untuk pembangunan Master Plan Pelabuhan Belawan dalam pengembangan pelabuhan dan tangki timbun dikhawatirkan oleh kalangan masyarakat akan memperparah banjir pasang air laut (rob) di wilayah Medan Utara.

Beberapa tahun yang lalu, pihak Pelindo 1 telah menimbun laut untuk memperluas dermaga Terminal Peti Kemas (TPK). Warga pesisir Belawan juga mengaku banjir pasang laut (Rob) selama ini sangat meresahkan ribuan masyarakat Belawan dan sekitarnya. Betapa tidak, akibat banjir rob ini ribuan rumah penduduk di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan terendam air.

Bahkan Kota Belawan ikut terendam banjir rob. Proyek penimbunan alur laut tersebut menggunakan pasir laut sisa proyek reklamasi dan peruntukannya perlu dipertanyakan, begitu juga dengan dampak lainnya, baik itu ketinggian air laut yang akan mengancam perkampungan warga maupun dampak lainnya.

Ketua Aliansi Nelayan Kecil Modern Indonesia (ANKM-I) Sumatera Utara Rahman Gafiqi SH kepada Waspada, Minggu (11/10) menyebutkan saat ini tingginya permukaan air laut saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi bila musim air pasang laut tiba maka ketinggian air rob akan semakin parah dan memperburuk kondisi lingkungan di pesisir Belawan.

“Seharusnya Pelindo 1 memperhatikan dampak dari proyek tersebut sehingga tidak mengkhawatirkan warga masyarakat yang terkena langsung dampak dari banjir rob tersebut,” ujar Rahman Gafiqi. Sementara itu, Humas PT Pelindo 1 Fiona Sari Utami ketika dikonfirmasi terkait keberadaan proyek tersebut merupakan bagian master plan pelabuhan belawan dalam melakukan pengembangan pelabuhan yang nantinya akan digunakan sebagai lapangan penumpukan dan tangki timbun.

Menurut Fiona, pekerjaan ini telah memperhatikan dari seluruh aspek pengelolaan lingkungan. Program ini dikemas dalam program penataaan Pelabuhan Belawan. Sebagai catatan, tambah Fiona, bahwa program tersebut dikerjakan di atas lahan HPL Pelindo I yang merupakan lahan konsesi yang oleh pemerintah diserahkan ke PT Pelindo I sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sesuai amanat UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com