Motif Terduga Pelaku Pembakaran Mobil Ketua Ormas di Rokan Hulu

Image: Motif Terduga Pelaku Pembakaran Mobil Ketua Ormas di Rokan Hulu

RADARINDO.co.id-Pekanbaru:
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menangkap tiga pembakar mobil Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Rokan Hulu. Dugaan sementara, peristiwa pada 14 September 2020 dilatarbelakangi dendam ataupun bisnis antara korban dengan otak pelaku yang masih buron.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menyebut tiga pembakar tertangkap adalah Irvan, Ismail Sebastian dan Joni. Nama terakhir sebagai penerima perintah dari pria kini yang masih buron serta menerima upah Rp19 juta.

“Selain pemberi perintah, masih ada Apriadi, Irwansyah dan Firdaus yang hingga kini menjadi buronan, sebaiknya menyerahkan diri,” kata Agung didampingi Kabid Humas Komisaris Besar Sunarto dan Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho, Minggu siang, 11 Oktober 2020.

Sebelum 14 September 2020, Joni bersama Apriadi menemui otak pelaku di Perawang, Kabupaten Siak. Di pertemuan itu, Joni mendapatkan perintah membakar mobil Kabul Situmorang, Ketua IPK Kabupaten Rokan Hulu.

Joni mendapat uang muka Rp9,5 juta lalu mencari teman untuk melancarkan aksinya, Irwansyah, Firdaus, Ismail Sebastian dan Irvan. Mereka menyewa sebuah mobil, membeli sebo dan sarung tangan. Pada 14 September 2020 dini hari, rumah korban dihampiri sepeda motor dan mobil. Sepeda motor ini dibawa Apriadi yang bertugas sebagai penunjuk jalan karena mengetahui rumah korban.

Akibat kobaran api di mobil, tangan Joni terkena sambaran api. Sementara Firdaus juga mengalami sial karena kakinya terkena besi pagar saat melompat untuk kabur. Setelah kejadian ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau bersama Polres Rokan Hulu melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyelidik mendapat petunjuk setelah melihat rekaman CCTV rumah korban.

Beberapa hari melakukan pengejaran, tiga tersangka, Joni, Irvan dan Ismail tertangkap pada 23 September 2020 di Pekanbaru dan Siak. Sementara sisanya, termasuk otak pelaku, hingga 11 Oktober 2020 masih buron. Kepada penyidik, Joni mengaku memberi upah kepada temannya Rp500 ribu per orang. Dia juga mendapat tambahan Rp9,5 juta lagi setelah pekerjaannya selesai sehingga total diterimanya Rp19 juta.

Kapolda membantah kasus ini dilatarbelakangi persaingan antara Ormas di Rokan Hulu, termasuk beberapa kali bentrokan organisasi kepemudaan di Riau. (KRO/RD/LP6)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com