Kampung Kubur Jadi Kampung Kuliner

Image: Kampung Kubur Jadi Kampung Kuliner

RADARINDO.co.id – Medan:
Calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajak warga Kampung Sejahtera berkolaborasi mengubah kesan kampung yang dulunya disebut Kampung Kubur dari kampung narkoba menjadi kampung kuliner.

Ajakan ini diungkap Bobby Nasution dalam pertemuan dengan warga Kampung Sejahtera, Minggu (4/10) kemarin. Dalam pertemuan yang difasilitasi Relawan Bobby Nasution (Re-born), Bobby ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih kampung bersama warga.

Wakil Ketua BPP HIPMI ini pun diajak berkeliling kampung yang dihuni multi etnis tersebut. Menantu Presiden Jokowi itu juga meninjau lokasi sudut literasi yang dibuat relawan Re-born bersama warga Kampung Kubur. Sekitar 73 buku bacaan untuk anak dan orang tua tampak tersedia di atas meja, depan rumah Muhammad Syafi’i.

Tokoh masyarakat ini memberikan izin warga yang ingin memanfaatkan sudut literasi untuk memakai halaman rumah dan terasnya. Saat bincang-bincang dengan warga, Bobby menyampaikan keinginannya agar warga Kampung Kubur mau berkolaborasi dengan dirinya dan tim untuk mengubah kesan negatif daerah ini.

“Ayo kita ubah Kampung Kubur ini jadi Kampung Kuliner, mau kan ibu-ibu,” tutur penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini yang disambut aplaus warga.Untuk mewujudkan rencana tersebu, sambung Bobby, warga harus bekerja sama dan berkomitmen membuat kuliner yang lezat untuk dipasarkan.

“Sehingga nantinya saat ada yang datang seperti saat ini, tidak ada lagi yang diminta. Tapi warga bisa penuhi sendiri. Caranya ekonomi warga harus dibuat meningkat,” ungkapnya Sebelumnya, empat orang perwakilan warga menyampaikan aspirasinya kepada Bobby. Banyak permasalahan dan permintaan yang disampaikannya.

Di antaranya permintaan Akbar. Dia menyampaikan keluhan terkait rusaknya alat disinfektan yang dipakai untuk penyemprotan rumah warga sehingga kegiatan yang biasanya dilakukan seminggu sekali selama pandemi Covid-19, kini tidak bisa dilaksanakan.

“Kami minta tolong pak, untuk pengadaan alat-alat kebersihan. Selama ini alat semuanya dari swadaya masyarakat. Kampung Kubur ini pun akan buat perkumpulan swadaya masyarakat. Ini sudah masuk minggu ketiga bergotong-royong dengan seluruh warga untuk menjaga kebersihan,” ucap dia.

Akbar pun menceritakan selama kegiatan bersih-bersih, kegiatan belum dilakukan dengan efisien, lantaran sampah dari siis sungai masih harus dipikul dengan goni, dan dengan menggunakan beco untuk diantar ke TPS. “Mohon dibantu pak beberapa alat,” kata dia.

Senada, Ernawati pun menyatakan permintaan kepada Bobby untuk membantu menyelesaikan masalah biaya listrik masjid yang cukup tinggi. “Selama ini masih ditanggung biaya BKM. Kami dengar masjid bisa gratis biaya listriknya dari Pemko Medan, mohon bantuan bapak Mudah-mudahan bisa digratiskan,” tuturnya.

Sementara Ketua BKM Masjid Al-Amin Kampung Kubur, Syafriadi, menyampaikan masalah kesehatan warga yang tidak mendapatkan perhatian dari Pemko Medan kepada alumni S-2 Agribisnis IPB ini. Menjawab warga, Bobby Nasution mengungkapkan, dirinya melihat sekarang Medan butuh perubahan, makanya dia mengajukan diri untuk merubah Kota Medan.

“Mari kita kolaborasi, kita gotong royong menuju Medan Berkah. Karena satu orang saja untuk merubah Kota Medan tidak akan sanggup. Kita harus rubah citra pandangan akan kawasan ini,” pungkasnya. (KRO/RD/anlsa)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com