Gangguan Gajah Liar Diakui Akibat Perambahan Hutan

Image: Gangguan Gajah Liar Diakui Akibat Perambahan Hutan

RADARINDO.co.id – Peureulak:
Pemerintah mengakui gangguan gajah hingga merusak ladang warga dan lahan perkebunan milik perusahaan selama ini disebabkan aksi perambahan hutan di sejumlah titik di Aceh Timur.

“Penanganan konflik gajah terus kita lakukan, baik melalui pembangunan barrier gajah ataupun pemasangan GPS Collar. Langkah ini kita lakukan bersama lembaga Forum Konservasi Leuser dan Balai KSDA Aceh,” kata Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib atau Rocky, kepada Waspada, Kamis (8/10).

Pembangunan barrier gajah masih berlangsung sepanjang 49,8 kilometer mulai dari Indra Makmu (barat) hingga ke Peunaron (timur). Bahkan sebagian diantaranya daerah itu memiliki barrier alami. “Bahkan FKL saat ini juga telah memasang kawat kejut di sejumlah titik untuk menghalau gajah agar tidak masuk ke kebun warga,” kata Rocky.

Disisi lain, dirinya juga menyinggung soal perambahan hutan yang terus terjadi di sejumlah titik di pedalaman Kabupaten Aceh Timur, sehingga berdampak terhadap kritisnya habitat satwa dilindungi seperti gajah sumatera dan harimau sumatera.

Disaat habitat satwa dilindungi semakin sempit, Rocky melanjutkan, tentu konsekuensinya adalah gajah liar akan turun dan masuk ke ladang dan perkebunan masyarakat. Oleh kenanya, Rocky berharap pengertian masyarakat untuk tidak melakukan perambahan hutan secara ilegal, karena pembukaan lahan tanpa izin akan mengganggu habitat Gajah Sumatera.

“Sayang juga gajah sumatera semakin lama populasinya terus berkurang, padahal satwa dilindungi ini bagian dari satu kebutuhan dari sudut konservasi,” demikian Rocky. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com