17 dari 22 Dokter Terpapar Covid-19 Meninggal di SU

Image: 17 dari 22 Dokter Terpapar Covid-19 Meninggal di SU

RADARINDO.co.id-Medan:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (SU), Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Mudigo Aplikasi Online dan aplikasi MudiMed menurunkan puluhan dokter di jalan-jalan dan pusat konsentrasi massa di Medan. Tujuannya mengedukasi publik untuk mengindahkan protokol kesehatan, minimal menggunakan masker.

Aksi tersebut dipimpin Ketua IDI SU Dr dr Edy Ardiansyah SpOG, Sabtu (3/10). Kegiatan diikuti Ketua PDUI SU dr H Rudi Rahmadsyah Sambas, Sekretaris dr Evandonni dan puluhan dokter dikoordinir dr Yenni Simbolon. “Kami mengajak publik patuh prokes, minimal bermasker. Tetapi jangan khawatir apalagi takut pada virus corona. Sekali lagi, jangan takut … karena takut dapat menurunkan imun tubuh. Untuk masuk ke adaptasi kebiasaan baru, harus punya pola baru. Minimal menggunakan masker,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak pandemi muncul di Tanah Air banyak tenaga medis yang kalah dengan virus tersebut. Di SU hingga akhir September 2020, ada kisaran 22 dokter yang terpapar. “Tujuh belas di antaranya, meninggal. Kita prihatin, sedih… tapi jangan takut. Covid-19 memang membuat fatal, tapi banyak penyakit lain yang membuat lebih banyak angka kematian yang harus diperhatikan. Seperti penyakit jantung, yang juga terkait pola hidup manusia,” tambahnya didampingi Arnold Budiman Hutasoit, pimpinan Mudigo Maju Berjaya yang menaungi Mudigo Aplikasi Online sebagai menyediakan masker gratis untuk publik.

Edy menegaskan, sudah menyampaikan pada Gubernur untuk mengedukasi publik jangan takut pada Covid-19 tapi harus indahkan prokes. Rudi Rahmadsyah Sambas mengatakan, pihaknya sangat berkepentingan agar masyarakat taat prokes karena kepatuhan itu berdampak pada anggota masyarakat lain menjadi sehat. “PDUI SU berharap semakin banyak warga yang peduli pada prokes seperti pihak Mudigo Aplikasi Online dan aplikasi MudiMed yang peduli. Dengan memberi masker gratis berarti telah berdonasi dengan hati,” ujar pria yang pernah viral di YouTube karena aksi menangani warga positi Covid-19 di RS Dr FL Tobing tersebut.

Arnold Budiman Hutasoit mengatakan pihaknya terpanggil setelah operator aplikasi MudiMed menyampaikan kondisi di lapangan di mana warga sadar bermasker tapi masih harus berpikir mengeluarkan uang membelinya.

Michael Deff Hutasoit mengatakan, sejak mengoperasikan MudiMed per Agustus 2020, ‘keluhan’ warga adalah takut ke rumah sakit. “Aplikasi MudiMed menghadirkan dokter ke rumah-rumah warga. Caranya unduh Aplikasi Online Mudigo di PlayStore dan klik MudiMed. Silakan pilih dokter mana yang diinginkan,” tambah produser film yang kini menjadi bagian relawan tersebut. (KRO/RD/Sib)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com