Polisi Tangkap 200 Orang Demonstran UU Cipta Kerja

Image: Polisi Tangkap 200 Orang Demonstran UU Cipta Kerja

RADARINDO.co.id – Jakarta:
Polisi telah menangkap sekitar 200 orang di Jakarta yang terkait dengan ketidakpastian Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja pada Rabu. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan ratusan orang tersebut diamankan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Polisi menuding kelompok mereka sebagai “anarko”.

“Ada sekitar 200 lebih yang diduga anarko, berupaya untuk melakukan pembangunan di depan Gedung DPR, yang berhasil kita amankan di beberapa tempat,” kata Yusri kepada wartawan di Jakarta, Rabu. Yusri melanjutkan, sebagian para pengunjuk rasa telah menjalani pemeriksaan Covid-19. Ada 12 orang yang menunjukkan hasil reaktif berdasarkan rapid test Covid-19 dan akan menunjukkan untuk dites swab.

Unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar sebagai wujud keberatan terhadap UU Cipta Kerja. The unjuk rasa berujung ricuh, bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat terjadi. Gelombang unjuk rasa dan mogok nasional telah berlangsung sejak Senin, 5 Oktober 2020 setelah DPR mempercepat pengesahan UU Omnibus Law ini meski mendapat banyak kritikan.

Draf akhir dari Omnibus Law UU Cipta Kerja terdiri dari 905 halaman dan terdiri dari 11 klaster utama. Antara lain penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, dan kemudahan serta pemberdayaan UMKM dan perkoperasian.

Omnibus Law UU Cipta Kerja juga mengubah 79 undang-undang, di antaranya UU Ketenagakerjaan, UU Tata Ruang, dan UU Pengelolaan Lingkungan Hidup. Salah satu pihak yang bertanggung jawab atas proyek adalah klaster ketenagakerjaan yang mengancam hak-hak pekerja. (KRO / RD / wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com