Tim Tabur Kejatisu Tangkap DPO Kasus Korupsi Alkes RSU Kabanjahe

Image: Tim Tabur Kejatisu Tangkap DPO Kasus Korupsi Alkes RSU Kabanjahe

RADARINDO.co.id – Medan:
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejatisu bekerjasama dengan tim intelijen Kejari Karo, berhasil menangkap terpidana 4,5 tahun penjara, Parlaungan Hutagalung (57), Sabtu (19/9) Malam. Diketahui, Parlaungan Hutagalung terpidana kasus tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSU Kabanjahe TA 2008 lalu.

“Perkara Parlaungan sudah berkekuatan hukum tetap menyusul keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA RI) No 2410 K/Pid.Sus/2015 tanggal 16 Juni 2016,” jelas Plt Kasi Penkum Kejatisu, Karya Graham saat dikonfirmasi Waspada Online, Minggu (20/9).

Graham mengatakan, terpidana sempat 3 kali dipanggil pihak Kejari Karo guna dieksekusi menyusul telah diterimanya petikan putusan kasasi (Mahkamah Agung) pada Desember 2016 lalu. Dengan demikian terpidana menyandang status Daftar Pencarian Orang alias DPO hampir 4 tahun.

“Parlaungan dibekuk dari kediamannya di kawasan Medan Helvetia tanpa perlawanan alias kooperatif untuk selanjutnya dieksekusi. Tim Tabur dipimpin Kasi Intel Kejari Karo Ifhan Taufik Lubis,” katanya. Diketahui vonis terpidana Parlaungan Hutagalung diperberat majelis hakim agung dengan menjatuhi hukuman 4,5 tahun. Selain itu dia dihukum membayar denda sebesar Rp200 juta dengan subsider pidana 6 bulan kurungan.

Rekanan dari PT Mendjangan Medan itu juga dibebankan membayar uang pengganti (UP) Rp519 juta dengan subsidair 2 tahun kurungan. Sementara data lain yang dihimpun Waspada Online, tim JPU Kejari Karo melakukan upaya hukum banding karena tidak terima dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Kabanjahe pada 1 Desember 2010 lalu. Parlaungan ketika itu hanya divonis pidana 1 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 14 Maret 2012 kemudian menguatkan putusan PN Kabanjahe. JPU pun melakukan upaya hukum kasasi. Lebih lanjut, atas kasasi yang diajukan, MA RI bukan hanya mengabulkan permohonan kasasi JPU tapi juga memperberat hukuman Parlaungan pada 16 Juni 2016.

Diketahui juga, kasus ini bermula saat RSU Kabanjahe, Kabupaten Karo mengadakan lelang pengadaan alkes TA 2009 senilai Rp1,2 miliar. Direktur RSU Kabanjahe ketika itu dr Suara Ginting menyarankan Kepala Cabang PT Mendjangan Medan Parlaungan Hutagalung untuk ikut lelang. Proses lelang diduga penuh dengan permainan dan tender dimenangkan perusahaan Parlaungan. Dari nilai kontrak tersebut hanya Rp689 juta yang digunakan untuk penyediaan alkes. (KRO/RD/wspda)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com