Kadis PUPR Aceh Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

Image: Kadis PUPR Aceh Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

RADARINDO.co.id-Aceh:
Kejaksaan Tinggi (Kejati) telah melakukan penyelidikan dan penyelidikan bahan keterangan (pulbaket) dalam rangka mengusut kasus dugaan korupsi dan penyimpangan anggaran pada proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, tahun anggaran 2017 dan 2018.

Proyek tersebut dibiayai oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan anggaran bernilai belasan miliar selama dua tahun tersebut. Dalam pengusutan kasus dugaan korupsi di BPKS tersebut, Kejati Aceh telah memanggil dan memeriksa 6 pejabat dan pejabat BPKS yang dimintai keterangan dengan status sebagai saksi.

Keenam orang yang berharga tersebut adalah Yudi Saputra (Pejabat Pembuat Komitmen tahun 2018 di BPKS), T. Harri Kurniasyah (PPK Perencanaan dan Pembebasan Lahan di BPKS). Baik nasi pada 14 September 2020 Selanjutnya Fajri (Kuasa Pengguna Anggaran TA 2017 di BPKS) yang saat ini digunakan sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh.

Kemudian Makinuddin Asman yang menjalani PPK Pulo tahun 2017 di BPKS. Ir. Zaldi selaku KPA 2018 dan Dr. Sayed Fadhil selaku Kepala BPKS dan Pengguna Anggaran tahun 2018. “Mereka semua sudah dimintai keteranganya selama 4 hari pada tanggal 14, 15, 17 dan 18 September 2020,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Munawal Hadi, Rabu (23/9).

Pemeriksaan keenam bukti tersebut berdasarkan surat pemanggilan yang oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh R. Raharjo Yusuf Wibisono, yang ditujukan kepada Kepala BPKS, pada 10 September 2020. Dijelaskannya, saat kasus dugaan korupsi statusnya masih dalam penyelidikan. “Untuk sementara bsru enam orang ini dulu kita panggil untuk dimintai keterangannya,” jelas Haji Munawar.

Kejati Aceh mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh tersebut setelah mendapat informasi pekerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi. “Tim terus bekerja mengumpulkan identitas dan mencari bukti. Jika nanti bukti bukti bukti, maka penanganan kasus ditingkatkan ke penyidikan,” ungkap Munawal Hadi. (KRO/RD/Analisa)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com