Tidak Peroleh Bantuan UMKM, Puluhan Pedagang Datangi Dewan

Image: Tidak Peroleh Bantuan UMKM, Puluhan Pedagang Datangi Dewan

RADARINDO.co.id-Kualasimpnag:
Puluhan pedagang ikan dan dagangan lainnya di pasar kota Kualasimpang mendatangi kantor DPRK Aceh Tamiang mengadukan tidak mendapatkan bantuan UMKM Banpres produktif dari pemerintah.

Kehadiran puluhan perwakilan pedagang Rabu (23/9) sekira pukul 11:00 itu langsung disambut Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan Ketua Komisi 1, M. Irwan dan beberapa anggota komisi 1 serta Salbiah, anggota Komisi 2 DPRK Aceh Tamiang.

Dalam pertemuan itu, Iriansyah salah seorang pedagang ikan pasar kota Kualasimpang menyampaikan, banyak pedagang ikan sama sekali tidak mendapatkan bantuan UMKM tersebut. Bahkan soal bantuan ini saat ditanyakan sama Datok Penghulu (kepala desa) mendapat jawaban tidak sama sekali.

Inikan aneh, sebut Iriansyah sembari menyampaikan, karena itu para pedagang yang mengadukan permasalahan tersebut kepada DPRK Aceh Tamiang agar titik terangnya terhadap bantuan UMKM dimaksud.

“Bahkan pedagang ikan di pasar kota Kualasimpang juga ada kelompok pedagangnya, jadi jelas usahanya,” tegas Iriansyah di hadapan anggota Dewan.

Hal senada juga dikemukakan pedagang lainnya. Seharusnya dalam penyaluran bantuan ini benar-benar diberikan kepada warga yang memiliki usaha, bahkan ditengarai bantuan UMKM yang disalurkan itu ada penerima yang tidak ada usaha atau bukan pedagang.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, penyebab keluhan para pedagang tersebut menyatakan secara tegas kepada Komisi 1 DPRK setempat segera memanggil Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Tamiang untuk meminta penjelasan tentang penyaluran batuan UMKM yang dimaksud.

“Termasuk juga pihak bank – bank yang menyalurkan bantuan tersebut,” sebut Fadlon, sehingga diketahui duduk masalah tentang penyaluran dana bantuan UMKM dan meminta maaf Komisi 1 dan Komisi 2 DPRK Aceh Tamiang organisasi dapat melakukan peninjauan lapangan untuk bisa memperoleh data secara langsung apakah bantuan itu diterima oleh warga sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Sementara Salbiah, anggota Komisi 2 DPRK Aceh Tamiang menyampaikan, masalah itu pernah ditanyakan ke Disperindagkop Aceh Tamiang, dan Senin lalu baru menerima berkas tentang proses penyaluran bantuan bantuan UMKM ini.

“Informasi diterima dari dinas karena tidak tertampung semua disebabkan kuota Aceh Tamiang hanya 2050 UMKM,” tegas Salbiah sembari menambahkan, pihaknya juga akan melakukan peninjauan lapangan terkait bantuan yang dimaksud.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang, M.Irwan menyatakan, pihaknya bersepakat dengan Komisi 2, melakukan pemanggilan Kadisperindagkop serta pihak – pihak terkait lainnya.

“Kami rencanakan Kamis (24/9) yang dilakukan pemanggilan dan diharapkan beberapa orang perwakilan bisa hadir untuk mendengarkan langsung penjelasannya,” jelasnya. (KRO / RD / Waspada)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com