Pemenrintah Aceh Diminta Lebih Transparan Soal Dana Covid-19

Image: Pemenrintah Aceh Diminta Lebih Transparan Soal Dana Covid-19

RADARINDO.co.id-Aceh:
Barisan pemuda dalam Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), meminta Pemerintah Aceh transparan soal pengunaan dana Covid-19 dan segera aktifkan dunia pendidikan seperti semula. Hal itu diteriakan pemuda LMND yang melakukan aksi damai di Bundaran Tugu Rencong, Simpang Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin, 14 September 2020.

Sejumlah pemuda, sekira pukul 11.30 WIB, meneriakan yel-yel protes sambil menunjukkan spanduk atau poster bertuliskan kritikan terhadap kebijakan Pemerintah Aceh saat ini. Mereka menilai, sudah keluar dari jalur kepentingan rakyat.

Meski terus melakukan orasinya, namun aksi damai mereka berlangsung kondusif dan tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Merdeka setempat.

Koordinator Aksi LMND Martha Beruh mengatakan, selama ini pihaknya menilai banyak sekali kebijakan Pemerintah Aceh yang kian jauh dari harapan rakyat Aceh. Sehingga terasa bukan pandemi corona saja yang mematikan rakyat, tapi kebijakan Pemerintahan Aceh lebih mematikan lagi.

Ini dapat dilihat dari suasana pandemi yang telah mengancam kehidupan ekonomi rakyat, namun Pemerintah Aceh justru belum juga mampu menghadirkan alternatif untuk mengatasinya. Malah sebaliknya, Pemerintah Aceh lebih sibuk dan serius dalam menjalankan program pemborosan uang rakyat. Salah satunya, program Gebrak Masker (GEMA) yang bernuansa pemborosan anggaran publik.

“Kami menilai, kegiatan Gebrak Masker hanya pemborosan uang rakyat dan pencitraan saja. Belum ada kebijakan yang bisa mengatasi masalah kehidupan ekonomi rakyat,” tuturnya.

Selain itu, persoalan pendidikan juga sudah diabaikan Pemerintah Aceh dan terkesan sudah melepas tanggungjawab. Padahal pendidikan adalah suatu kebutuhan yang harus diutamakan untuk mempersiapkan generasi penerus di Aceh.

Karena saat ini pendidikan daring sangat tidak efektif dilaksanakan dan tidak menambah ilmu pengetahuan dengan waktu yang sangat terbatas. Untuk itu, LMND mendesak Pemerintah Aceh untuk transparansi terhadap pengunaan anggaran Covid-19 dan jangan abaikan pendidikan ditengah pandemi Covid-19.

Martha juga berharap, Pemerintah Aceh mewujudkan UMKM berbasis kerakyatan, dan memanfaatkan peran Bulog dan Bumdes untuk menyerap produksi pertanian, guna mengatasi krisis pangan di masa mendatang.

“Kita juga meminta Pemerintah Aceh merealisasikan bantuan sosial sumber dana refocussing APBA 2020 senilai Rp1,5 triliun. Segera realisasikan 1.100 unit rumah dhuafa di Baitul Mal Aceh yang telah ditunda. Hentikan pemborosan uang rakyat untuk pengadaan mobil mewah,” pinta mereka.(KRO/RD/Modusaceh)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com