Ketua PWI Sumut Sesalkan Aksi Kearoganan Oknum DPRD Taput Mau Cabut “Lidah Wartawan”

Image: Ketua PWI Sumut Sesalkan Aksi Kearoganan Oknum DPRD Taput Mau Cabut “Lidah Wartawan”

RADARINDO.co.id-Taput:
Aksi kearoganan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Tapanuli Utara terhadap wartawan media online, sangat disesalkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara H Hermansjah SE.

“Tentu sangat kita sesalkan, seharusnya sebagai wakil rakyat Anggota DPRD tersebut mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” kata Ketua PWI Sumut, H Hermansjah SE, melalui sambungan selulernya, Senin (14/09/2020).

Dikatakan H Hermansjah, dengan aksi pengancaman yang dilakukan oknum Anggota DPRD Tapanuli Utara inisial OS terhadap wartawan media online merupakan bentuk tindakan tidak pantas dilakukan seorang kalangan legislatif.

“Harusnya disikapi dengan bijak, jika memang merasa tidak sesuai dengan berita yang ditulis wartawan, bisa dilakukan klarifikasi dengan cara membuat hak jawab sesuai kode etik jurnalistik, bukan dengan cara ancaman seperti preman,” tegas ketua PWI Sumut.

H Hermansjah selaku ketua PWI Sumatera Utara juga berharap, agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Tapanuli Utara segera memanggil oknum Anggota DPRD tersebut dan mendudukkan permasalahan ini agar tidak sampai kemana-mana, karena isu pengancaman tersebut menjadi sorotan publik.

H Hermansjah juga menambahkan, “dalam era digitalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, ditandai dengan derasnya arus informasi masih ada oknum anggota DPRD Tapanuli Utara yang berpikiran kembali ke zaman batu dan memperlakukan wartawan atas dasar keinginan pribadinya. Sehingga terkesan sangat arogan dengan tugas seorang wartawan.

Oleh karena itu PWI Sumut berharap Menjadi perhatian anggota DPRD Tapanuli Utara terhadap oknum yang berupaya menghalangi tugas wartawan dan mengingatkan kepada kalangan aparatnya tentang perlu dan pentingnya kemitraan antara wartawan itu dibina lebih intensif lagi sehingga saling mendukung kinerja masing masing sesuai tuntutan tugas masing masing. Makanya sangat disayangkan bila seorang oknum anggota DPRD harus menutup diri dan membuat aturan tidak jelas cuma untuk memproteksi dirinya untuk hal hak yang tidak jelas.

Selain itu sebagai wakil rakyat juga harus mengetahui di antara wartawan ada hubungan mutualis simbosis saling mempengaruhi dan saling mendukung kinerja masing masing. Apalagi wartawan bekerja atas dasar UU No 40 tahun 1999 tentang pers tentu tidak terlepas dari penegakan hukum”, tandasnya.

Sebelumnya sempat terjadi “debat panas” antara oknum DPRD Taput dengan wartawan dengan melontarkan bahasa kedaerahaan yang kurang enak didengar siapa saja.
Konon berawal dari salah satu pemberitaan di salah satu media online. Kemudian oknum DPRD dengan nada marah saat mendatangi posko jurnalis di Tarutung, Rabu (09/09/2020).

Datang dengan melontarkan kata “So Hurittak Dilami (kucabut lidahmu-Red). Namun ucapan itu kembali dibantah “mana ada kubilang seperti itu, yang kubilang So Marsitandaan petaho” (tak usah saling kenal pun tak apa-Red).

(KRO/RD/Reno H)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com