Akibat Ada “Cupang” Dileher Kemaluan Istri Dipukul Suami Pakai Benda Keras Hingga Luka

Image: Akibat Ada “Cupang” Dileher Kemaluan Istri Dipukul Suami Pakai Benda Keras Hingga Luka

RADARINDO.co.id-Kaltim: Kekerasan dalam rumah tangga bisa saja terjadi secara spontan. Namun demikian kekerasan tersebut pasti mempunyai sebabmusabab yang mendekati yang fatal.

Salah satu penyebab yang sering dilakukan akibat perselingkuhan. Tidak hanya kekerasan melukai fisik pasanganya, tapi tindakan sadis hingga menghilangkan nyawa yang disebabkan cemburu.

Kejadian ini patut dijadikan contoh untuk tidak terjadi dilingkungan rumah tangga. Memiliki pasangan yang setia sangat didambakan semua orang.

Berbeda dengan situasi yang menyempurnakan pasangan suami istri. Akibat dibakar api cemburu, suami kalap hingga menganiaya istri sampai bagian kemaluanya ikut terluka.

Usut punya usut ternyata akibat ada tanda “cupang” istri dileher. Suami menuding sang istri telah selingkuh dengan laki laki lain. Buktinya ada “cupang” atau tanda gigitan red dileher istri menjadi awal sumber masalah besar hingga ke kantor polisi.

Berdasarkan keterangan saksi, mahligai rumah tangga yang baru mereka bangun, baru saja menikah 1 bulan. Bonar 50 tahun (bukan nama sebenarnya) bersama istri tercinta, Susi 31 (bukan nama sebenarnya), ujar sumber baru di Kalimantan Timur.

Bonar sang pasangan yang bekerja sebagai Satpam di salah satu rumah sakit di kabupaten Jawa Tengah akhirnya mandiri dengan pihak yang berwajib.

Ia dituduh melakukan KDRT yang memperlihatkan kemaluan sang istri terluka diduga dipukul benda keras. Suami menganiaya istri yang nikah Siri sempat terkapar karena kemaluanya itu terluka.

Penyebabnya adalah tanda merah di dada sang istri yang baru dinikahinya satu bulan lalu tersebut adalah bekas kecupan alias cupangan.

Polisi akhirnya menangka pelaku pada hari Senin 17 Agustus lalu. Demikian dikatakan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan dalam keterangan tertulis, kepada wartawan.

Dari keterangan saksi, terungkap awal penganiayaan itu berawal ketika suami istri istrinya untuk berjalan-jalan. Karenanya, pelaku memintauntuk lebih dulu mandi. Namun, setelah mandi, pasangan melihat ada guratan merah di payudara sang istri. Ia lantas menuduh, tanda merah itu bekas kecupan lelaki lain. Dia meyakini hal tersebut, karena pasangan berkukuh sehari sebelumnya tidak bersetubuh dengan istrinya.

Keduanya akhirnya terlibat cekcok yang berujung penganiayaan. Suami melakukan penyiksaan hingga menimbulkan banyak luka pada tubuh istrinya. Diantaranya ada luka robek di pelipis korban. Rahang kanan korban juga bergeser. Pasangan pasangan juga melakukan penyiksaan terhadap alat vital korban hingga mengalami luka.

Korban tidak terima dan lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Samarinda Ulu. Polisi lalu menangkap suami saat yang memperhatikan bekerja. Polisi sudah menyita barang bukti berupa pakaian korban serta hasil visum dan saksi-saksi, Kata Ridwan.

Tersangka melanggar Pasal 1 Undang-Undang Nomoe 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga masih menunggu agar kasus hukum karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. Kasus ini sempat terjadi di tengah-tengah, sejumlah pihak mendukung aparat penegak hukum untuk memproses seadil adilnya. (KRO / RD / TIM)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com