17 Dokter Di RSUD Tgk Chik Ditiro Mengundurkan Diri

Image: 17 Dokter Di RSUD Tgk Chik Ditiro Mengundurkan Diri

RADARINDO.co.id-Aceh:
17 Dokter Di RSUD Tgk Chik Ditiro mengundurkan diri, Jumat (11/9) pagi. Alasannya ketidaksesuaian beban kerja dan risiko kerja dengan pendapatan diterima. Surat pengunduran diri para dokter umum non Pegawai Negeri Sipil (PNS), itu ditujukan kepada Kepala Bagian Pelayanan Medik rumah sakit setempat.

Kabar 17 Dokter Di RSUD Tgk Chik Ditiro mengundurkan diri itu dalam sekejab tersiar luas. Warga yang mengetahui informasi tersebut merasa syok dan kaget seolah tidak percaya. Apalagi pengunduran diri, itu dilakukan para dokter di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

Masyarakat berharap Pemkab Pidie dibawah kepemimpinan bupati Roni Ahmad, atau yang akrab disapa Abusyik dapat segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di rumah sakit kebanggaan masyarakat Pidie tersebut dengan bijak.

Kepala Bagian Pelayanan Medik RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Dwi Widjaya, membantah informasi pengunduran diri para dokter umum tersebut.

”Tidak benar, sudah diatasi oleh direktur. Anak curhat dengan orang tua kan biasa bos,” begitu jawab dr Dwi Widjaya, singkat melalu pesan singkat WhatsApp (WA).

Muharamsyah, SH salah seorang praktisi hukum di Kabupaten Pidie, mengatakan pengunduran diri tenaga dokter secara massal yang mencapai 17 orang, ini jumlah yang sangat luar biasa. Artinya lanjut dia, ada persoalan besar di managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, yang perlu segera diselesaikan.

“Karena itu saya pikir, ini rumah sakit milik pemerintah daerah. Asisten II Setdakab Pidie atas nama Bupati Pidie, harus segera memanggil para dokter tersebut untuk mengklarifikasi. Selanjutnya memanggil direktur sekaligus untuk mengevaluasi kinerja direktur rumah sakit,” katanya menyarankan.

Begitupun, imbuh Muharamsyah, SH bupati Pidie melalui Kabag Hukum, juga disarankan perlu mengevaluasi kembali sistem Logbook yang katanya diatur dengan peraturan direktur rumah sakit setempat. Itu kata Muharam penting dilakukan karena diduga di situlah sumber penyebab terjadinya reaksi para tenaga medis beramai mengundurkan diri.

Lanjut Muharamsyah, jika benar kabar pengunduran diri para dokter umum, itu secara besar terjadi, ini dinilainya merupakan salah satu bentuk reaksi para dokter umum RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli terhadap pelaksanaan sistem yang dinilainya keliru yang berdampak pada ketidakpuasan bagi para dokter umum yang nota benenya mereka adalah dokter non PNS yang bekerja di IGD, ruangan dan Poli. (KRO/RD/Ano)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com