Tanya Gaji Eh Malah di PHK Direktur Utama PT Adhi Artha Utama Sei Mangkei

Image: Tanya Gaji Eh Malah di PHK Direktur Utama PT Adhi Artha Utama Sei Mangkei

RADARINDO.co.id – Simalungun: Andy setiawan Butar-Butar (20) alamat Dusun IIl Pondok Ulu, Desa Nanggar Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) sebagai Helper di PT Adhi Artha Utama sub kontrak dari PT Euroastic Jaya di kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Sedangkan PT Euroastic Jaya merupakan anak Perusahaan dari PT Unilever Oleochemical Indonesia berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Andy Setiawan Butar – Butar menjadi pekerja kontrak PT Adhi Artha Utama, sejak November 2018 hingga November 2019 dan sambung kontrak 18 November 2019 sampai  18 November 2020.
Pada tanggal 07 Agustus 2020 terjadi peristiwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Adhi Artha.

Ditemui RADARAR.co.id di kediaman orang tuanya Kamis (03/09/2020 ) Andy Setiawan menuturkan awal mula di terima bekerja oleh PT Adhi Artha.

Bekerja sejak November 2018 – November 2019 masa kontrak satu tahun,  ditanda tangani, dengan perjanjian kesepakatan kontrak kerja dan di minta untuk menyerahkan uang sebesar Rp3 juta yang diterima oleh Mariyadi, AMd, SE, sebagai Direktur Utama PT Adhi Artha Utama.

Uang tersebut di maksud untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD) dan seragam kerja (uniform) berupa 2 pasang pakaian dan dua buah baju kaos dengan catatan uang sebesar Rp3 juta  tersebut akan dikembalikan dengan cara cicilan.

Pada saat sambung kontrak periode kedua 18 November 2019 sampai 18 November 2020, ditanda tangani, kembali meminta uang sebesar Rp1.500.000 juga dengan sebutan untuk membeli seragam kerja (Uniform) dan akan dikembalikan dengan cara cicilan.

Meski selama bekerja tidak pernah mendapatkan surat peringatan (SP), tiba-tiba pada 07 Agustus 2020 mendapatkan Surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Nomor : 07/AAU/SPPK/VIII/2020 ditanda tangani Mariyadi, AMd, SE, Akt.

Isi alasan PHK, menyebutkan bahwa hasil eveluasi selama 8 bulan,dengan memperhatikan surat kontrak kerja dan surat pernyataan kerja, dalam penilaian tidak ada peningkatan dan perbaikan kinerja dari sisi kedisiplinan dan tanggung jawab pekerjaan, tidak bekerja sesuai jadwal yang sudah ditentukan dan atau menjual jadwal masuk kerja kepada pekerja yang lain, tidak menjaga nama baik perusahaan didalam dan diluar pabrik, menjelekan dan atau menghina pimpinan perusahaan, tidak berkordinasi dengan suvervisor, ini lah diantaranya alasan untuk memutuskan hubungan kerja.

Surat Pemutusan Kontrak Kerja Nomor: 07/AAU/SPPK/VIII/2020 ditembuskan ke, 1. PT Unilever Oleochemical Indonesia dikawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

2. PT Euroastic Jaya.

3. Disnaker Tenaga Kerja Kabupaten Simalungun.

4. Arsip.

“Kemungkinan pimpinan Perusahaan marah, karena saya pernah mengirim pesan WA kepada Mariyadi, yang isinya mempertanyakan   kekurangan upah gaji  separoh lagi yang belum dibayarkan oleh Mariyadi”, ujarnya.

Karena selama tiga bulan ini, upah gaji tidak tentu lagi waktu pembayarannya, upah gaji yang biasanya setiap awal bulan dibayarkan, namun sekarang tidak lagi seperti itu. Upah gaji selalu di bayarkan separoh, sisanya menunggu sampai pertengahan bulan atau sekira tanggal 7 an.

Dibulan juli menerima upah gaji Rp2.565.950, dengan rincian pembayaran awal bulan Rp1.000.000 sisanya Rp1.565.950 ditransper pertengahan bulan, diakhir pekerjaan cuman diberi upah gaji dengan cara transper sebesar Rp772.000, menurut pak Mariyadi dihitung 8 hari kerja dan tidak di beri Pesangon sama sekali.

Selama bekerja tidak pernah di beri kan slip gaji, sehingga kami tidak mengetahui rincian gaji, lembur, atau pun potongan BPJS serta pengembalian uang yang katanya untuk membeli pakaian kerja (Uniform).

Dan yang lebih menyedihkan lagi disaat meminta Surat Pengalaman Kerja (packlering) Andy di haruskan menandatangani surat pernyataan yang telah di siapkan oleh Mariyadi. Diantaranya isi surat pernyataan tersebut adalah tidak boleh menceritakan kejelekan perusahaan kepada pihak luar dan orang tuanya, ujar Andy.

Hingga berita ini dilansir Direktur Utama PT Adhi Artha Utama di Sei Mangkei belum dapat dikonfirmasi.

(KRO /RD /DHASAM)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com