Mencari Pesugihan Lewat Ritual Sy4hwat di Gunung Kemukus Terungkap

Image: Mencari Pesugihan Lewat Ritual Sy4hwat di Gunung Kemukus Terungkap

RADARINDO.co.id – Jawa Tengah:

Demikian sesungguhnya manusia selalu dalam keadaan tergesah gesah. Hidup mau kaya, tidak mau capek tapi uang pengen banyak. Sangat manusiawi.

Tapi perlu diingat, langit dan bumi besarta isinya ada karena ada yang menciptakan yaitu Tuhan. Oleh karena itu, hakekatnya segala sesuatu bisa terjadi karena izin Allah. Bahkan takdir harus juga diyakini mulai langka, rezeky, pertemuan dan kematian datang dari sang pencipta.

Jika ada seseorang yang pengen hidup lekas kaya raya namun didapat secara tidak wajar, maka patut dicermati. Sesungguhnya tidak dijadikan jin dan manusia kecualu untuk menyembah tuhan.

Kisah ini mengingatkan kisah pada sebuah kisah. Gunung Kemukus, sebuah bukit kecil barat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Gunung yang banyak menyimpan kisah unik hingga mitos kontroversial.

Salah satunya kisah mencari pesugihan (lekas kaya raya-red) melalui ritual sy4hwat yang bukan pasangan sah atau suami-istri pada malam khusus.

Wowww, serem unik meski ada kenikmatan melakukan hubungan layaknya suami istri. Bagi yang percaya dengan mitos ritual sy4hwat ini, mereka akan datang pada Kamis malam Jumat Pon ke Gunung Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Konon disana dulu ada salah satu juru kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo mengatakan ritual sy4hwat hanyalah ulah dari mereka yang mencari keuntungan pribadi.

Ritual mesum itu hanya dimanfaatkan orang mencari keuntungan, yang benar di sini berziarah. Gunung Kemukus terdapat sebuah makam dari Pangeran Samudro, yang diyakini sebagai salah satu Putra Raja Majapahit.
Kawasan wisata riligi itu dikenal sebagai tempat melakukan ritual pesugihan atau mencari kekayaan, sekaligus mencari jodoh.

Ritual yang dilakukan pengunjung selain berziarah ke makam Pangeran Samudro di puncak gunung, juga melakukan hubungan s3ksual dengan lawan jenis yang tidak ada ikatan pernikahan. Demikian kisah ini sesuai dilansar dari Tribun.com yang berkunjung ke Gunung Kemukus.

Salah seorang warga, Aru (bukan nama asli) yang langsung menawarkan wanita muda untuk melakukan ziarah ke makam Pangeran Samudro.

Datang ke sini sendiri atau sudah ada pasangan atau belum. Kalau tidak ada akan di carikan untuk mendampingi pada saat ziarah ke makam, katanya kepada Tribun, Rabu (10/12/2019).

Mereka menawarkan wanita muda dan cantik, tidak hanya untuk menemani selama ziarah ke makam Pangeran Samudro, tapi juga bisa menjadi pendamping hidup (istri) jika menjalani ritual seks.

Selain makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus terdapat juga sumber mata air bernama Sendang Ontrowulan. Dua tempat inilah yang menjadi tempat ritual sampai menimbulkan mitos ritual s3ks.

Ritual s3ks bersama orang asing yang ditemui di Gunung Kemukus terjadi lantaran adanya persepsi keliru namun telah terlanjur diyakini.

Gunung setinggi kurang lebih 300 meter dari atas permukaan air laut tersebut berada di kawasan bukit kapur. Praktek prostitusi di Gunung Kemukus dipicu adanya keyakinan jika kesuksesan akan didapat setelah melakukan ritual s3ks bersama pasangan yang ditemui di areal itu.

Jasa perselingkuhan dan hubungan intim pun akhirnya membuat banyak pekerja s3ks komersial dari segala penjuru daerah datang dan menetap di Gunung Kemukus. Mereka mengontrak tanah dan rumah untuk kegiatan hiburan malam dan prostitusi.

Ritual yang harus dijalani, yaitu berhubungan s3ks selama tujuh kali berturut-turut pada Kamis malam Jumat Pon.

Konon apabila sudah tujuh kali berturut-turut melakukan ritual seks. Dipastikan permintaannya untuk mendapat jodoh dikabulkan.

Dulunya ritual s3ks dilakukan di tempat terbuka. Namun, semenjak ramai diberitakan media asing, mereka melakukan di rumah. Ritual seks dilakukan di dalam kamar yang disewakan warga.

Warga menyewakan kamar sebagai tempat ritual s3ks. Tampak sejumlah warung dalam kondisi tutup. Di lokasi yang berada sekitar 30 kilometer arah utara Kota Solo, peziarah ada yang berjalan kaki, naik sepeda motor, maupun mobil dari lereng ke puncak. Jarak lereng ke puncak sekitar 1,5 kilometer.

Kisah ada seorang warga yang  datang khusus ke makam untuk ziarah sekaligus berdoa dan wisata religi saja, tidak mau dengan tujuan macam-macam.

Demikian diungkapkan Juru Kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo, ia menceritakan Pangeran Samudro merupakan putra Prabu Brawijaya.

Akhirnya ia meninggal dalam perjalanan pulang dari Gunung Lawu. Kemudian di makamkan di atas bukit yang kini disebut Gunung Lawu.

Ketika ditanya mengenai ritual mesum di Gunung Kemukus, Hasto mengungkapkan, kisah itu berawal dari ibu tiri Pangeran Samudro yakni Ontrowulan datang ke makam anak yang ia cintai. Tapi setelah beberapa waktu berada di makam, Ontrowulan tak mau pulang dan ingin menyatu dengan Pangeran Samudro.

Para pengikutnya yang beberapa waktu tak menemukan sosok Ontrowulan, menyimpulkan telah Muksa atau menghilang secara gaib.

“Nenek moyang saya dahulu tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga menjelaskan dengan bahasa Jawa, oleh masyarakat kata ‘demenan’ dipelintir,” kata dia.

Dari cerita itu, kemudian menyebar ke masyarakat bahwa Pangeran Samudro selingkuh dengan ibu tirinya. Sehingga ketika datang ke makam harus menyertakan kekasih.

Kepercayan itu kemudian berkembang apabila memiliki cita-cita agar dikabulkan, harus melakukan ritual s3ks di Gunung Kemukus.

Pada tahun 1990-an sampai 2000-an memang banyak ritual mesum itu, sekarang sudah tidak ada lagi ritual gitu-gituan, ujarnya.

Menurutnya, masyakarat yang datang seharusnya melakukan ziarah. Tidak melakukan ritual yang menyimpang. Ritual mesum itu hanya dimanfaatkan orang mencari keuntungan, yang benar di sini berziarah.

Ia mengaku, kapasitasnya hanya memberikan imbauan pada pengunjung. Sedangkan perilaku prostitusi di luar komplek makam, di luar kewenangannya.

Sedangkan alasan banyak peziarah datang di Kamis malam Jumat Pon, karena hari pasaran Jawa tersebut dipercaya hari meninggalnya Pangeran Samudro.

Salah seorang warga Solo bernama Giarto menjelaskan ritual melakukan s3ks di gunung Kemukus, di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini adalah sesat.

Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Islam. Apalagi mencari pesugehan harus melakukab hubungan suami istri kepada bukan pasanganya. Ini petunjuk ajaran sesat yang mempercayai iblias bukan percaya gusti Allah.

“Kasihan bangak warga yang tersesat dan terjebak kesyirikan. Mereka percaya selain kepada Tuhan”, ujar Giarto mengingatkan.

Jika ingin kaya harus kerja keras dan berusaha dan doa. Bukan melakukan cara syaitan yang sesat. Bila memang ritual di gunung Kemukus bisa menjadikan seseorang kaya raya, pasti yang datang sudah kaya raya. Tapi nyatanya hidup mereka biasa biasa aja, malah ada yang lebih parah dan bertambah miskin. (KRO/RD/TB)

www.radarindo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com