Erosi Sungai Tamiang Kian Mengganas

Image: Erosi Sungai Tamiang Kian Mengganas

RADARINDO.co.id-Aceh Tamiang:
Erosi Sungai Tamiang di kawasan Kampung Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang kian mengganas. Kondisinya sangat memprihatinkan dan mengancam runtuhnya badan jalan utama yang berada di lintasan aliran sungai yang mengalami erosi lebih kurang sepanjang 200 meter lebih.

Kondisi tebing sungai yang memprihatinkan dan adanya keluhan masyarakat langsung mendapat respon dari Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur didampingi Camat Karang Baru, Iman Suhery bersama Datok Penghulu (kepala desa), Rabu (5/8) melakukan peninjauan langsung ke lokasi tebing sungai Alur Bemban yang mengalami erosi.

“Benteng sungai yang sudah terkikis air di Kampung Alur Bemban itu harus secepatnya dibangun tebing penahan air, bila dibiarkan bisa semakin meluas runtuhan tebing sungainya,” ungkap Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur, kepada Waspada di dampingi Camat Karang Baru, Iman Suhery, Datok Alur Bemban, Misnan dan Datok Kampung Seumentok, Aminullah serta warga setempat.

Menurutnya, di lintasan tebing sungai yang mengalami runtuh itu terdapat jalur pipa minyak milik PT Pertamina EP Rantau, bahkan di dalam sungai terlihat dua buah telaga (sumur) minyak dan yang satunya masih aktif.

“Tapi hal paling penting diperhatikan adalah hilangnya badan jalan utama di kawasan ini bila kondisi tebing sungai itu tidak segera dibangun penahan tekanan debit air mengalir,” ujar Muhammad Nur.

Ditegaskannya, pihaknya akan menyampaikan kepada Bupati Aceh Tamiang melalui instansi terkait agar mengusulkan program pembangunan penahan tebing sungai di Kampung Alur Bemban tersebut.

Lanjutnya, dalam pengusulan anggaran untuk pembangunan penahan tebing sungai ini nantinya juga akan menyampaikan kepada anggota DPRA dari Partai Demokrat sehingga bisa mensuport anggaran APBA atau Otsus Aceh tahun 2021 mendatang.

“Pembangunan tebing sungai itu jelas untuk kepentingan masyarakat, jadi harus kita perjuangkan,” tegas Muhammad Nur lagi.

Sementara itu, Camat Karang Baru, Iman Suhery di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, kondisi pengikisan air Sungai Tamiang di kawasan Alur Bemban sudah memprihatinkan dan butuh tindaklanjut dari instansi terkait di jajaran pemerintah daerah maupun pemerintah Aceh.

Camat Iman Suhery mengharapkan agar usulan terhadap pembangunan tebing sungai tersebut bisa terealisasi anggarannya pada 2021 melalui dana APBA atau Otsus Aceh.

“Jika tidak terealisasi anggarannya mau tidak mau, saya bersama masyarakat akan bergotong royong memasang pancang batang pohon pinang sebagai alternatif menahan gerusan air Sungai Tamiang yang deras, terlebih saat musim hujan,” ujarnya.(KRO/RD/WPD)

www.radarindo.co.id
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com